
Di tempat lain, lebih tepatnya sekarang di butik Deon sedang menunggu Roni selesai dengan kliennya di kantor sembari meninjau perkembangan butik juga, tak berapa lama Roni datang sesaat ia mengetahui bahwa Deon sudah datang dan ingin menanyakan perkembangan butik juga melaporkan kliennya tadi setelah satu karyawan memberitahunya saat ia kembali dari kafe yang ia pakai untuk rapat dengan kliennya itu.
" Pagi Bos Deon, udah lama nunggunya Bos " Sapa Roni sesudah ia masuk ke dalam ruangan kantor Deon yang di sana sudah ada Deon yang memegang laptopnya di pangkuan ia duduk di sofa sembari di temani dengan secangkir kopi latte seperti biasanya
" Pagi menjelang siang Ron, baru aja dateng kopi nya masih panas ini "
" Hehe Bos ada apa nih Bos mau lihat butik nya lagi "
" Iya lah Ron terus buat apa saya kesini kalo bukan lihat butik "
" Ya kali aja Bos cuman mau mampir aja "
" Sekalian aja, udah laporkan aja " perintah Deon pada Roni
" Butik baik Pak Bos gak ada masalh, karyawan juga pada giat semua, ohh ya kemarin sempet ada yang keluar karena masalah keluarga, tapi ada yang baru juga masih bekerja tiga hari yang lalu, klien pada luas Bos dan juga email saya juga udah pada bejibun dari bos juga ada kan " Jelas Roni memberikan laporan pada Deon mengenai butik, memang tidak ada dokumen laporannya yang ada di dokumen hanya laporan mingguan sepeti pengeluaran dan pemasukan saja
" Laporan mingguannya mana ? " Tanya Deon pada Roni
" ada di ruangan saya, saya ambil dulu "
" Tidak perlu, kamu udah baca kan pasti ingat laporkan dulu baru nanti taruh di meja kerja saya "
" Pemasukan lumayan banyak dan pengeluaran juga tidak ada masalah sesuai dengan ketentuan anggaran, tapi sepadan dengan usahanya karena beberapa klien meminta yang cukup lumayan menguras tenaga dan fikiran dan permintaannya yang sedikit berlebihan tapi bisa kami atasi Bos " Jelas Roni
" Bagus lalu klien tadi jelaskan, sebentar lagi saya akan pulang menjemput putri saya sisanya seperti biasa kamu yang urus "
" Baik Bos, klien tadi memesan beberap pakaian untuk acara ulangtahun anaknya temanya di atas awan lalu kualitas kainnya juga ia milih yang bener bener bagus bos sama dia pesan kaling untuk melengkapinya "
" Ya sudah silahkan di lanjutkan, kalo ada yang kurang atau ada hal lain kamu bisa hubungi saya atau Gilang, Damian juga bisa "
" Baik Bos , kalo gitu saya kembali kerja dulu " Ucapnya kemudian lalu keluar dari ruangan dan melanjutkan kerjanya
__ADS_1
Semntara Deon setelah selesai urusannya ia langsung merapikan laptopnya dan memberikan cangkir kopi pada petugas dapur di sana ya karena ada petugas dapur sekarang di butik untuk memasak makan siang mereka atau juga bisa ke kafe sebelah.
Setelah selesai Deon pun pulang dan menjemput Liliana karena tadi pagi Lilianan sudah mengatakan untuk di jemput pada pukul 10 siang dan waktu sekarang juga menunjukkan pukul 10 siang lebih dan mungkin di sana Lilianan sedang menunggu Ayahnya untuk menjemputnya.
Di lain tempat di rumah Nisa bersama Andra sedang bermain sambil Nisa melihat laporan kafe yang di kirimkan oleh menejer kafe tadi pagi setelah suaminya dan putrinya pergi bekerja juga sekolah, kali ini pengeluaran kade cukup banyak dan cukup mencurigakan ya Nisa melihat ada selisih biaya pemasukan dan pengeluaran yang tidak sinkron maka nanti saat suaminya itu pulang akan ia laporkan segera supaya cepat di tangani olehnya.
Beberapa waktu berlalu dan Deon juga Liliana sudah sampai di rumah mereka mampir dulu untuk membeli bakso untuk makan siang nya karena pekerjaan merek padat dan Liliana yang malas untuk masak hari ini karena kelelahan di sekolah sebab olahraga nya tadi ia bermain voli da kelemahannya ia tidak bisa makan tadi di sekolah ia sedikit mamaksakan diri dan akibatnya ia kelelahan sekarang
" Udah pulang Mas, sini tas nya kalian bersih bersih dulu sama ganti baju " Ucapnya lalu mengambil tas kerja Deon dan menaruhnya di ruang kerja suaminya itu sedangkan Andra ia asik menuntut TV kartun setelah tadi pulang dari sekolah nya ya Andra pulang pagi sekolahnya karena gurunya juga pada rapat.
" Hmm ohh iya tadi kita beli bakso buat makan siang "
" Taruh aja di meja makan nanti Aku siapin "
Setelah itu Liliana berjalan ke arah kamarnya, begitupun dengan Deon yang juga masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri juga berganti pakain dengan pakaian yang lebih santai karena berada di dalam rumah.
Setelah berganti pakaian Deon dan Liliana menghampiri Nisa dan Andra yang lagi nonton TV kartun tersebut
" Ada apa Mas sini duduk ada yang mau Aku bicarakan sama kamu " Jawabnya dan sementara Liliana ia duduk di samping adiknya dan sudah ikut nimbrung nonton kartun dengan Andra
" Ada apa? " Tanya Deon setelah ia duduk di samping istrinya itu
" Tadi aku dapat laporan dari mbak Vita, dana pengeluaran kage banyak banget dari pemasukan minggu ini, saat aku bandingkan sama pengeluaran bahan dapur yang ada di minggu ini sekisihnyancukuo miring Mas " Jelasnya pada Deon dan setelahnya ia mengambil dokumen yang sudah ia letakkan di meja ruangan tadi lalu ia menyerahkan pada suaminya itu
" Mana " Jawab Deon singkat
" Ini Mas tolong dilihat lagi, takutnya salah " Balasnya sembari menherahkan dokumen tersebut pada Deon suaminya
Setelah dilihat cukup lama dan di teliti lagi di tinjau kembali dan di hitung lagi, ternyata apa yang di katakan istrinya memang benar selisihnya lumayan miring dan mengkhawatirkan pasti ada yang salah dengan pegawai nya atau memang ada maslah di kafe
" Hmm besok Mas akan lihat ke kafe kamu tenang aja kalo misal ada yang salah sama pegawai nya atau masalh di kafe Mas akan urus besok sekarang udah waktunya makan siang, kita makan aja dulu, ini di turus besok aja " Terang Deon sambil menemukan istrinya yang gampang sekali panik ketika ada masalah, dulu Bisa tenang tetapi setelah ia mempunyai Andra makan Nisa yang sekarang gampang panik karena mengkhawatirkan semuanya.
__ADS_1
" Iya Mas, " Jawabnya, lalu Deon mengambil mangkuk yang sudah ia sediakan untuk wadah baksonya ke ruangan itu karena semuanya ada di ruangan tengah dan masih asik melihat film kartun yang tayang
" Kak Makan dulu gih sama Adek juga baksonya udah Bunda siapin di meja " panggil Nisa pada Liliana
" Iya Bun " Balas Liliana dan kini mereka makan bersama di ruang tengah sambil menikmati tayangan film kartun yang sedang di tonton oleh putranya dan putrinya tersebut.
Lalu setelah makan Nisa menyuruh agar Liliana dan Andra istirahat siang setelah mereka melaksanakan kewajibannya juga dirinya dan Deon
Sementara putra dan putrinya tidur, Nisa menemani Deon bekerja di ruang kerjanya karena email dari klien klien belum selesai mereka lihat dan balas saking banyaknya sampai menjelang sore barulah mereka istirahat karena sudah selesai melihatnya juga meninjau kantor, butik, kecuali kafe, karena besok Deon akan melihat langsung kafenya biarlah semuanya sperti sebelumnya dulu tetapi besok akan ada kejutan sepeti bom waktu yang akan mereka dapatkan dari seorang Deon Pramudya Angkasa .
.
.
.
.
.
.
.
.
Ceritanya bersambung ya teman teman, jangan isan bosan baca ceritanya oky...
berikan saran dan pendapat kalian ya..
Juga berikan tanda like dan komentar di bawahnya...
__ADS_1
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💕💕💕