
Setelah berpamitan pada putrinya Dein bergegas untuk ke kantornya, sampai di kantor ternyata benar ada seorang yang marah marah membuta keributan sampai sampai para karyawan bingung di buatnya, begitupun dengan Damian dan Gilang jiga sekertaris atau asisten pribadi Gilang ia juga tidak tahun harus berbuat apapun tuk menenangkan orang tersebut
" Aduhh ribut banget ini riweh dah " Gunanya Deon dalam hati dan ia beralih untuk mecari barang yang bisa membuat semuanya diam dan ketemu Deon melihat ada balik kayu di pos satpam, tan berpikir panjang ia mengambil balik kayu tersebut lalu memukulkan nya pada meja yang ada didalam kantor itu tetapi sebelumnya semua barang yang ada di atas meja di pindahkan lebih dulu
" Brak... Brak... Brak... " Suara yang di bayar Deo Deon balik kayu itu meskipun tidak terlakubkeras tetapi bisa membuat mereka diam dan menoleh pada Deon si sumber suara tersebut
setelah semuanta Diam dan menoleh padanya Deonembuwng balik kayubith ke sembarang tempat dan ia berjalan mendekat ke arah orang yang biasa lihat sebagai dalangnya membuat ribut di kantor nya tersebut
" Mirnggir " Ucap Dein tegas dan dingin dan orang orang yang menghalangi jalannya kini minggir untuk membuat erikan jalan pada Deon yang sebagai bisa besar di sana.
" Siapa anda membuat keributan di kantor saya! " Ujar Dein dengan suara berat menahan amarah dan kesal, juga memberikan tatapan intimidasi dingin yang kuat untuk menekan orang yang ada di hadapannya itu.
" Saya, adalah klien anda saya kesini karena beberapa hari blaku pesanan saya belum juga di antar oleh bagian pengiriman milik anda, dan saya ingin menuntut perusahaan ini " Jawab seorang wanita yang sombongnya dan angkuh pada Deon
" Apa anda mempuabtai bukti menuduh perusahan saya " Ujar Deon
" Apa nama perusahaan anda,? " Tanya Deon padanya
" Perusahan stars Corp " Jawabnya dengan senyuman sinis meremehkan tetapi ia tak menjadi Dein menerbitkan seringaian tipis yang menandakan ada satu kejanggalan yang terjadi dan ia bisa menebak bahwa orang di depannya nini bermaksud untuk menjatuhkannya dan meremehkannya.
" Oohhh jadi anda dari perusahaan stars Corp yang memesan pakain kerja pada perusahaan saya, seingat saya pesanan anda sudah dikirim oleh jasa pengiriman kantor saya, tidak ada kata terlambat dan tidak ada halangan apapun saya mempunyai bukti pengirimannya , apakah anda ingin menuduh nya selagi saya mempunyai bukti yang jelas " Ucap Deon tegas membuat orang yang di depannya itu diam tak berkutik dengan mata yang menandakan ia ragu untuk melanjutkan bicaranya, dan bertindak, lalu tanpa kata dan menunggu lagi orang di hadapan Dekn langsung berjalan pergi meninggalkan semuanya dalam keadaan yang sudah rusuh dan berantakan dimana ada beberapa berkas yang berserakan di lantai
Setalah orang itu pergi Deon meminta Gilang dan Damian untuk lebih meningkatkan penjagaan dan juga lebih berhati hati lagi dan waspada, jika ada hal seperti ini lagi makan mereka bisa bersiap untuk menyelesaikan nya, dan semua bunyi pengiriman, menawarkan dan sebagainya, termasuk berkas desain harus selalu di jaga dengan ketat dan di simpan di tempat yang tidak mungkin bisa di temukan yaitu di ruang kerja milik Dein yang ada di ruang rahasia yaitu ruang semua berkas penting yang ada di kantor tersebut.
" Hahhh capek aku Yon dari tadi ngurusin tuh perusuh kagak kelar kelar rgh kamunya dateng langsung bubar " Unar Gilang di kantin kantor bersama Deon setelah membahas hal penting mereka berdua ke kantin untuk makan karena lapar, sedangkan Damian kembali bekerja seperti biasanya
" Emang tuh orang kagak jelas, di gituin aja udah gak bisa berkutik, pergi dianya " Ucap Deon sari memakan makanan pesanannya di kantin kantor, begitu pula den Gilang
" Ehh bentar perasaan kita gak ada kerja sama di perusaan yang dia sebut tadi deh " Tanya Gilang merasa bingung
" Emang kagak ada, tuh orang cuman mau bikin ribut, kita kerjasamanya sama perusahan cabang milik stars Corp yang namanya hambur sama cuman gak ada " s " nya di kata star nya " Jelas Deon pada Gilang setelah mereka selesai makan kemudian Deon pamit untuk pulang karena hari sudah mau sore dan kantor juga sudah mau waktunya untuk pulang kerja jadi ia pamit segera pulang kerumah, yang pastinya ketika sampai di ruang kan di tanya berbagai macam pertanyaan oleh sang istri tercinta.
Sesampainya di rumah hari sudah sore dan Dein cepat cepat masuk ke dalam kamarnya setelah masyknketumah sehabis memarkirkan mobilnya saat pulang dari kantor, Dein dengan selatan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, karena saat tadi masuk ke dalam rumah Nisa beserta ke dua putra dan putrinya sudah rapi dan duduk sambil memakan camilan di ruang tengah menunggu kedatangannya pulang dari kantor.
__ADS_1
Selesai membersihkan diri dan berganti pakaian Dein keluar dari dalam kamarnya menghampiri istri dan kedua anaknya itu di ruang tengah yang sedang asik melihat siaran TV yang tayang, Dein mendekat dan mencium pipi istrinya dan kedua anaknya lalu duduk di samping istrinya tersebut.
" Dari mana aja sih baru pulang, ? " Tanya Nisa pada Deon sambil ia menyenderkan kepalanya di lengan suaminya yang memang Dein letakkan di belakang kepala sangat istri menyenderkan di sofa
" Dari kantor sayang, " Jawab Deon pada siang istri
" Iya dari kantor, tadi Liliana udah bilang tapi lama sekali bukannya cepet sampek sore baru pulang "
" Sayang Mas kan juga harus kerja, dari kantor ke butik lalu ke kafe, " Jelas Deon
" Bukannya tadi udah ke butik sama kafe ya "
" Emang sudah tetapi tadi di kantor ada yang buat rusuh mereka gak bisa nanganin nya makanya Mas kesana buat selesaikan masalah perusuh itu " Jelas Deon pada Nisa dengan apa yang terjadi tadi saat di kantor
" Ohh ya, terus sekarang gimana, baik baik saja kan " Ucap Nisa pada Deon
" Hmmm sudah, semuanya sudah selsai, ihh ya bentar lagi malem Mas siapin makan malemnya dulu " Jawab Deon dan di angguki oleh Nisa, selanjutnya Deon menyiapkan makan malam mereka, dan setelah selesai tak berapa lama malam tiba, selesai menunaikan ibadah nya mereka bersama makan malam di ruang makan .
" Yah pekerjaan yang kemarin dari guru kesenian itu tadi dikumpulkan " Ujar Lilianan sambil menegerjakan PR nya
" Ohh ya lalu bagaimana " Ucap Dekn bertanya pada siang putri
" Bagus Yah, dapat nilai bagus pekerjaannya, " Jawab Lilianan senang dengan senyumannya tetapi sejenak senyuman itu memudar tatkala PR yang dia kerjakan ia tidak tahu jawabannya meskipun sudah biasa cari di halaman seblumnya dan bacaan sebelumnya yang sudah di ke hari mengenai solat tersebut
" Bagus, terus kenapa kamu cemberut gitu , ada yang gak bisa kamu jawab ? " Tanya Deon mendekat ke arah outrinya dan melihat sola yang belum terjawab tersebut tinggal satu silakan yang belum terjawab karena semuanya sudah di jawab oleh Liliana
" Ini Yah, sisanya sih gampang tapi jawabnnya susah Liliana gak tahu udah di cari tapi gak ada jawabannya sulit " Ucap Liliana dengan sedikit kesalahan kesu sebab tidak menemukan jawabnnya di buku pelajaran tersebut
" Mana, ini ya " Tunjuk Dekn sambil membaca sila twesebut dan di angguki boleh putrinya itu
" Soalnya adalah, simpulan isi cerita yang ada di atas, itu soal cerita ya sayang, mana ceritanya "
" Itu buah di atas " Ucap Lilianan menunjukkan soal cerita bahasa Indonesia tentang banjir bandang yang menjadi sila pertanyaan dari soal terakhir dari PR sekolahnya itu
__ADS_1
" Ohh ini, kesimpulannya ya, kamu sudah baca? " Tanya Deon pada Liliana
" Sudah Yah di sana di terangkan kalo banjir bisa terjadi karena banyak dampak yang ada di sungai dan di mana mana yang bisa menyebabkan banjir " Ucqo Liliana karena ia memang sudah memahami dan membaca sila cerita tersebut
" Kalo gitu kesimpulannya apa dari cerita itu agar tidak terjadi hal semacam itu " Tanya Deon lagi pada siang putri yang nampak berpikir
" Hmm ya biar gak terjadi kita harus menjaga lingkungan agar tetap bersih dari sampah buat tidak banjir lah Yah " Jawab Liliana dengan lancar
" Klo gitu jaeabannya apa sayang ku " Ucap Deon gemas sambil mengelus pucuk kepala Liliana lembut
" Ohhh gitu Yah, iya sekarang Liliana paham tadi gak tahu, makasih Yah " Ucal Liliana senang ia tersenyum lalu memeluk Ayahnya dan di balas senyuman okeh Deon sembari membalas pelukan dari putri kecilnya itu dan setelah itu Liliana bisa menjawab pertanyaan yang ada.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cerita masih bersambung ya, teman teman ikuti terus cerita aku...
Dan jangan lupa berikan like serta komentar di bawah ya...
Dalam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💞💞💞💞
__ADS_1