Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 89


__ADS_3

Deon , Nisa dan Andra berada di ruang tamu menunggu Putrinya datang, setelah datang Mereka akan menanyainya apa yang sebenarnya terjadi antara putrinya dan Dosennya di kampus hingga Dosennya menghubungi Deon sampai meminta putrinya untuk ikut rapat di kantor milik Dion Dosen dari Liliana, ingin sekali Deon tidak mengizinkan putrinya namun pasti ada alasan sendiri kanepa Doaennya meminta izin padanya, jadi Deon mengizinkannya dan melihat ada hubungan apa mereka berdua.


" Ayah, Bunda, Andra kalian nunggu Lili pulang? " Tanya Liliana taku takut cemas dengan Ayahnya


" Iya sayang kami nunggu kamu pulang, sudah kamu ke kamar dulu bersih bersih setelah itu makan siang pasti tadi belum makan siang, ini sudah mau sore nanti sakit lagi kamu telat makan nya " Balas Nisa dengan lembut ia tidak marah dengan putrinya, begitu pun dengan Deon ia hanya memejamkan matanya saja di sandaran sofa, sedangkan Andra ia sibuk bermain game dengan ponselnya, lalu Nisa sedang membaca majalah perempuan .


" Iya bunda ko gitu Liliana keatas dulu " Ucap Liliana


" Iya sayang "Jawab Nisa lalu ia langsung berjalan menuju kamarnya, membersihkan dirinya mengganti pakaian dan menjalankan kewajibannya setelah itu ia turun dan makan dengan cepat, barulah ia menemui kedua orang g tuanya di ruang tengak karena mereka sudah berpikir dah tempat di ruang tengah


" Bunda, Ayah " Panggil Liliana


" Iya Liliana puri Ayah kemari nak, kita mau tanya sama kamu sayang " Jawab Deon dengan nada seperti biasanya hangat dan lembut


" Duduk di tengah Liliana " Ucap Nisa dan Liliana duduk di tengah mereka sedangkan Andra. Duduk di single sofa karena ia masih bermain ponsel meskipun bermain ponsel Andra masih bisa mendengarkan percakpan mereka itu juga bakat dari ayahnya bisa fokus dengan keadaan apapun dan dalam situasi apapun juga .


" Liliana bisa ceritakan pada Ayah sama Bunda sayang " Ucap Nisa pada putrinta itu


" Bunda. . . " Panggil Liliana, ia takut jika Ayah nya marah padanya karena jika Deon marah Deon akan sangat dingin dan brtanya atau berbicara dengan nada suara dingin dan serak juga tatapan mata nya yang tajam karena itulah Liliana takut, meskipun Deon tidak pernah kasar atau memukul nya tetapi tatapan matanya saja bisa membuat Liliana takut


" Sayang, Ayah tidak marah hanya saja Ayah ingin mendengar penjelas kamu sayang " Jelas Nisa dan Deon seketika memeluk putrinya karena ia melihat wajah Liliana yang memucat karena takut jika ia akan marah


" Liliana sayang, putri Ayah, Ayah tidak marah jadi Liliana tidak perlu takut hanya perlu menjelaskan saja sayang " Ujar Deon yang memeluk putrinya dan menenangkan putrinya, seketika Liliana menagis ia merasa Juah lebih tenang dan lebih lega, pelukan hangat Ayahnya menghilangkan semuanya


" Ayaahh, Ayahhh, Ayahhh hiks...hiks.. Ayaah.. . Lili, Lili.. Hiks.. . Ayahh. . . " Tangis Liliana sambil menyebut nama Ayah nya berulah kali , menngekuarkan semunya di pelukan Ayahnya lalu Deon semakin mengeratkan pelukannya hingga putrinya itu benar benar tenang, lalu Liliana menceritakan semuanya dari A sampai Z.


Setelah menceritakan semuanya Deon pun tertawa dan Nisa hanya menggeleng kan kepalanya sedangkan Andra sibuk menggoda kakak nya itu hingga membuat Liliana malu da kesal setengah mati


" Hahahaha, ada ada aja kamu itu sayang, aduh perut Ayah sakit ketawa terus " Ucap Deon setelah mendengar cerita dari Liliana


" Ihh Ayahh, bukannya di belain malah di ledekin "


Kesal Liliana entah ke apa hari ini ia gampang sekali menagis dan kesal


" Bunda, lihat Ayah masak Lili di ketawain sihh Bun " Adu Liliana pada Nisa

__ADS_1


" Mas " Tegur Nisa pada suaminya


" Iya " Balas Deon singkat


" Kak jadi kakak jatuh cinta nih ye sama Dosen kakak " Goda Andra


" Apa apan sih kamu dek, jangan asal bicara ya, mana ada, enggak tuh jangan aneh aneh ya kamu "


" Ye mana ada kak, tuh pipi kakak merah "


" Andra sudah " Tegur Deon pada putranya


" Iya Ayah ku sayang " Balas Andra, lalu ia mengecat pada tannya Vero yang merupakan adik dari Dosen kakanya dan temannya itu, menanyajan bagaimana sifat dari Dion dan apa saja yang berhubungan dengan Dion dosen yang sering membuat kakaknya kesal sampai menangis sekarang tetapi tidak terjadi apa apa dan terkesan lucu dan menarik bagi nya sepertinya tidak perlu lagi mereka menjodohkan kedua kakaknya karena mereka berdua sudah berjodoh pikir Andra.


Keesokan harinya aktifitas kembali seperti biasanya Karena hari ini Kampus Liliana masuk lagi ia berangkat pagi da tidak lupa sarapan sebelumnya ia tidak mau pingsan lagi seperi kemaren, di susul Andra setelah Lilianan berangkat, Andra juga berangkat, di rumah Deon dan Nisa siap siap untuk melihat kantor, Butik dan katanya karena memang jadwalnya mereka melihat pekerjaan di sana .


Di tengah jalan mobil Liliana mogok dan ia akhirnya meninggalkan mobilnya di sana setelah menelpon sangat ayah dan menyuruh pak satpam untuk membawa ke bengkel dan Liliana mencari bangkit untuk berangkat ke kampusnya.


" Mogok lagi tuh mobil, untung udah bilang Ayah, sekarang harus cari angkot, duhh bentar lagi masuk lagi kelasnya , untungnya harununu gak ada jadwal dari Dosen aneh itu " Gumam Liliana pada dirinya sendiri


" Hai Liliana, kamu ngapain di sini " Sapa saat ia memberhentikan mobilnya di depan Liliana yang sedang menunggu bangkit untuk berangkat ke kampus.


" Gak lagi ngapa ngapain kok Pak, cuman lagi nunggu angkot buat ke kampus "Jawab Liliana pada Dosen yang sedang bertanya tersebut


" Kalo gitu kita berangkat bersama saja, ini sudah mau masuk, kamu nggak mau telat bukan " Ajak Dion pada Liliana, ia mengajak nya untuk berangkat bersama ke kampus karena sebentar lagi juga waktu masuk akan segera di mulai.


" Tidak usah pak, paling bentar lagi angkotnya datang " Tolak Liliana


" Kamu lama " Balasnya singkat lalu Dion keluar dari mobil langsung menggandeng Liliana untuk segera masuk ke dalam mobil, ingin sekali Liliana protes tapinya tidak melakukannya sebab ada orang banyak di sana.


Setalah masuk ke dalam mobil Dion melajukan mobilnya kembali tetapi dengan kecepatan sedang ia juga ingin berhenti di salah satu warung di sana karena Dion belum sarapan dari rumah bukannya lupa karena makanan atau sarapan nya tidak ada, kedua orang tuanya lupa tidak memasak sarapan karena harus berangkat ke kantor pagi sekali dan roti yang teresedia pun juga habis kemungkinan di makan oleh Adiknya tadi pagi, ingin ia masak nasi dan telur tetapi waktunya mepet akhirnya Dion berangkat dengan perut kosong.


" Kok berhenti pak, bukannya udah telat ya ini, terus saya gimana Pak maska jalan kaki ke kampus, angkotnya juga gak ada yang lewat dari tadi di jalan " Ujar Liliana pada Dion iaenggunakan bahsa yang cukup santai karena hanya berdua sebenar ia tidak terbiasa retapi Dion memaksanya, apa boleh buat ia hanya bisa menuruti nya saja .


setelah turun dan menjadi warung mereka berdua duduk, Di kursi tempat warung tersebut tersedia Dion memesan makanan nya ketika ingin memerankan untuk Liliana, Liliana pun menolak akhirnya ia makan sendiri di sana, setelah selesai dan membayar mereka melanjutkan perjalannya menuju kampus, sebelum itu Liliana meminta sahabatnya di kampus untuk memerintah izin kalo hari ini ia telat.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cerita bersambung ya teman teman, ikuti terus ceritanya, dan jangan lupa dukung author dengan kalian memberikan komentar dan saran kalian juga like sama vote nya ya....


Salam hangat dari Author untuk kalian semuanya,... 🥰🥰💞💞💞💕💕

__ADS_1


__ADS_2