
Satu minggu sudah terlewatkan dan rumah Deon juga sudah terbangun separuhnya, ya pengerjaannya cepat karena banyak tukang yang mengerjakannya, agar cepat selesai, omong omong Deon membangun rumahnya di jalan yang dekat dengan butiknya sekitar setengah jam akan sampai ke rumah Deon dari butiknya, di tempat itu ada lapangan kosong atau tanah kosong yang belum di bangun dan ternyata tanah itu milik pak Saga yang dijual beberapa minggu lalu, dan Deon mengetahuinya, lalu akhirnya Deon membeli sebidang tantang tersebut dan membangun rumah di sana .
Sekarang Deon sedang bersantai di ruangannya sambil menggambar desain mini kafe nya atau bisa di sebut sebagai Starbucks yang akan menjual kopi panas dan dingin teh susu dan boba, juga coklat panas juga berbagai macam kue manis dan lainnya karena tempat barunya itu atau di jalanan rumahnya yang baru akan sering di lewati oleh orang orang seperti orang kantor dan mahasiswa dan siswi karena jalan tersebut merupakan jalan yang sering dilewati ketika akan berangkat ke sekolah atau kantor mereka yang jaraknya lumayan dekat.
Sedangkan Nisa sekarang sedang bersantai sehabis ia selesai membuat dia buah pakaian, ia merasa badannya sangatlah lemas dan lelah, ia juga merasa pusing berkunang kunang, bahkan Nisa merasakan keringat dingin yang keluar tudak seperi biasanya tapi ia tidak merasakan panas di badannya, ia beristirahat sebentar setelah ia selesai dan tidur di sofa ruangannya, memang terdapat sofa yang ada di ruangan kerja di butik Deon untuk beristirahat jika lelah
Saat makan siang Deon tak melihat Nisa turun kebawah untuk mengambil makan yang sudah ia pesan bersama karyawan lain, karean Deon mempunyai firasat atau insting yang kuat ia pun merasakan jika ada yang aneh tidak seperti biasanya Nisa melewatkan jam makan siangnya jika itu adalah pesanan makan dari nya atau bekal makan siang yang ia buat untuknya, dengan segera ia berjalan menuju tempat ruang kerja Nisa.
" Nisa, kau dimana " Panggil Deon saat memasuki ruang kerja Nisa
" Ehh bos Deon, Mbak Nisa tidur bos kayaknya kelelahan deh " Jawab satu karyawan itu yang melihat Nisa yang sedang tidur saat sudah selesai menjahit dan menyelesaikan dua jahitan baju dengan desain motif bunga juga renda
" Ohh makasih, kalian lanjutkan saja, sepertinya saya akan pulang lebih awal, Ohh iya, kamu Roni, nanti tolong kunci butiknya nya ya kalo kalian sudah pulang, ini kuncinya, jangan sampe hilang awas saja kamu kalo sampek hilang " Jelas Deon pada karyawan tersebut
" Baik Pak bos pasti " Jawab Roni sangat karyawan tersebut, lalu Deon menghampiri Nisa di sofa lalu membolingnya dan keluar dari ruangan, kemudian ia keluar dari butukknya menuju mobilnya yang ia parkir kan di samping gedung butiknya tersebut, dan Deon pun pulang dengan mengendari mobilnya bersama Nisa yang masih tidur di kursi penumpang samping nya.
Sesampainya di rumah Dekn memindahkan Nisa ke kamarnya, ia merasakan tubuh Nisa yang panas, setelah ia membaringkan Nisa di ranjang kamar Deon pun menelpon dokter pribadinya yaitu dokter Nugroho, setelah di periksa Nisa hanya kelelahan akibat terlalu lelah dalam bekerja dan tidak mengatur jadwal makan serta tidurnya, setelah biyu Dokter Nugroho meresepkan obat penurun demam agar panas badan Nisa turun
__ADS_1
Selanjutnya sepertinya dokter Nugroho, Nisa masih terlelap dalam tidurnya, dan Deon memasakkan bubur untuk Nisa, iya memasakkan bubur ayam dengan kacang polong untuk mengganti kacang kedelai yang biasanya di bubur ayam yang ia beli karena ia tak pernah membelinya dan ia hanya membeli kacang polong untuk tambahan masakan atau camilan di rumah.
Setelah jadi ia menaruhnya di mangkuk, yang sudah ia letakkan di nampan beserta minumannya dan juga obat nya, lalu ia pergi untuk membangunkan Nisa agar meminum obatnya supaya cepat sembuh
" Heii Nisa, sayang bangun dulu, ini makan buburnya lalu minum obatnya " Panggil Deon sambil memeluk pelan pilih Nisa, Nisa yang merasa risih dan terganggu akhirnya membuka matanya
" Ehhmm, Deon ini di mana " Tanya Nisa yang baru membuka matanya dan berusaha bangun dari tidurnya di bantu dengan Deon
" Di rumah sayang kamu sakit, makan buburnya ya, sudah aku buatkan, lalu minum obatnya agar cepat sembuh " Jawab Deon sambil memberikan satu suapan bubur pada Nisa
" Gak ada , aku suapin kamu, sekarang makan " Ucap Deon, dengan terpaksa Nusa pun menerima suapan demi suapan dari Dekn sampai bubur itu habis lalu ia pun meminum obatnya dengan air putih yang sudah Dekn siapakan
" Udah, sekarang kamu tidur istirahat aku mau bersihin ini dulu " Ucap Deon pada Nisa dan di angguki oleh Nisa, kemudian Deon keluar dari dalam kamar Nisa ke dapur, dan Nisa ia membaringkan tubuhnya kembali, tak sampai lama ia sudah tidur lagi akibat mengantuk karena habis minum obat.
Setelah itu Arga pergi ke kamarnya untuk istirahat namun ia tidak bisa karena masih khawatir dengan keadaan Nisa yang sedang sakit, akhirnya ia menuju ke kamar Nisa dan tidur di sofa yang ada di kamar tersebut, sampai tak terasa mereka tidur sampai hari menjelang sore dan dengan buru buru Deon beranjak dari sofa lalu pergi kekuar dan membersihkan dirinya, ia tak menyadari bahwa Nisa telah bangun dan sedang berbaring di sofa ruang tengah sambil memainkan ponselnya.
Setelah ia selesai membersihkan dirinya, Dekn berencana untuk memasak makan malam mereka, yang Deon masak adalah Nasi dan sayur bening bayam dan blonceng serta tempe goreng tepung, cukup sederhana, namun menggugah selera makan, dan karena Nisa sedang sakit akhirnya Dekn memasak soup labu hangat untuk Nisa, karena sup labu adalah makanan yang tepat bila seseorang sedang sakit , Setelah menyajikan makanan tersebut ia memanggil Nisa untuk makan bersama .
__ADS_1
" Nisa... Kemarilah, ayo makan makananmu sudah siap sayang " Panggil Deon pada Nisa
" Baiklah tunggu sebentar aku datang " Jawab Nisa setelah mendengar panggilan Deon untuknya, dengan cepat Nisa berjalan ke meja makan di sana sudah tersaji menu masakan yang sangat ia sukai satu sayur bening dan lauk tempe goreng, namun di depannya juga ada sup labu hangat yang nampak nikmat hingga membuatnya lapar seketika
" Makanlah sup labu hangat mu dulu setelah itu kau bisa memakan sayurnya, sayang " Perintah Deon pada Nisa, ta Nisa sudah terbiasa dengan panggilan Deon yang kadang memanggilnya, Nisa, Nisa sayang, atau sayang, yang pada awalnya ia merasa aneh dan tak menyukainya namun sekarang ia nampak biasa saja.
" Baiklah tapi kau juga makanlah aku tak ingin makan jika kau juga tak makan, " Ucap Nisa merajuk karena Deon akan memakan makanannya setelah Nisa makan, itu kadang saat Nisa tidak menjaga pila mainnya atau ia hanya makan sedikit makan Deon akan mengawasinya agar ia menghabiskan makanannya
" Oky, aku sudah mengambil makananku, mari kita makan sayang, jangan sampai sup mu dingin nanti kau tidak mau makan lagi, itu bagus untuk kesehatan mu agar kau cepat sembuh baby " Jelas Deon lembut, lalu ia mnyiapkan makannya ke dalam lututnya setelahengucaokan kata tersebut
Sedangkan Nisa ia juga tengah menyantap makananya dengan senyum mengembang, sampai sup itu habis tapi rasa lapar Nisa belum juga hilang dengan ia melihat sayur bening itu yang nampak segar membuatnya ingin makan kembali, lalu pada akhirnya ia makan lagi dengan sayur bening bayam dan blonceng dengan lauk tempe goreng
Deon pun tersenyum melihat Nisa yang makan dengan lahap, ia sudah selesai makan dan membersihkan piring kotornya, tinggal ia menemani Nisa yang belum selesai makan, di tengah Nisa makan Deon menyuruhnya meminum obatnya lagi
" Nisa minum obat mu dulu, lalu setelah itu lanjutkan makanan mu " Icap Deon memberikan sebutir obat dan segelas air putih
Setelah Nisa meminum obatnya, Nisa melanjutkan makannya yang belum selesai, tak lama ia selwsai dengan makan makanya, Nisa kekenyangan karena terlalu banyak makan, namun ia senang akhirnya ada yang memperhatikannya ketika ia sakit, dulu tak pernah ada yang memperhatikannya ketika ia sedang sakit, dan sekarang ia senang dengan kehidupannya yang sekarang bersama Deon, ia bisa melupakan masa masa pahit itu dan menggantikannya dengan masa manis, walau nanti ada pahitnya setidaknya ia punya sandaran dan tempat untuk membagi cerita dengan Deon kekasihnya.
__ADS_1