Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 52


__ADS_3

Keesokan harinya setelah Deon mengantarkan Liliana ke sekolah, ia dan Nisa menuju ke butik karena Nisa ingin ikut padahal ia sedang mengandung dan Deon melarangnya untuk ikut karena bisa kecapean, tetapi Nisa keras kepala dan jadilah biasanya ikut dengan suaminya ke butik.


Seperti perkataan Deon kemarin malam bahwa hari ini asisten dari presedir yang memesan gaun beberapa minggu kalau akan datang mengambil pesanannya dan membayar transaksinya di Mini Kafe yang akan di atur oleh Roni karena ia yang di tugaskan Deon, sedangkan Gilang ia mengejendel pekerjaan di butik menggantikan Roni, lalu Deon ia memeriksa informasi dari Dimas yang dikirim saat ia baru saja tiba di butik dengan Nisa yang menemaninya


" Gimana Mas informasinya apa ada yang salah? " Tanya Nisa pada Deon setelah lama Deon membaca informasi tersebut ia merasa sedikit aneh dan tak mengerti tetapi ia teringat dengan ucapan Roni kemarin malam dan ia pun menjadi mengerti


" Tidak ada yang salah hanya saja kenapa dia mengirimi ku email seperti itu dan tak langsung mendatangiku di butik atau rumah kita, sayang " Jawab Deon lalu ia menutup laptop nya setelah melihat data informasi dari Dimas mengenai siapa yang mengiriminya pesan dan email tersebut


" Maksudnya, aku tak mengerti Mas sayang " Ucap Nisa pada Deon bahwa ia tak mengerti apa yang di maksud oleh suaminya tersebut


" Kita tunggu Roni dan Gilang terlebih dahulu ya, Mas juga udah berterimakasih pada Dimas tadi saat ia mengirimi data tersebut " Terang Deon, lalu ia berpindah duduk di samping istrinya dan langsung saja Nisa menyandarkan kepalanya di dada suaminya saat tangan dekn di letakkan di atas sofa dan belakang kepalanya untuk memberikan aksen agar Nisa bisa menyenderkan kepanya di dadanya tersebut.


Tak lama Roni datang karena ia sudah selesai dengan tugas dan pekerjaannya yang di berikan oleh Deon mengenai pesanan tersebut di kafe


" Pak Bos permisi boleh saya masuk " Ucap Roni sembarienbetuk pintu kerja Dekn yang sebenarnya sudah di buka sejak tadi


" Masuk saja Ron ohh iya panggilkan Gilang ke mari " suruh Dekn pada Roni, laku Roni pun masuk ke dalam ruangan kerja Dekn dan menghubungi Gilang melalui pesan, sedangkan Nisa ia tertidir begitu menyenderkan kepanya di dada bidang suaminya tersebut, tidak butuh waktu lama Gilang datang dan langsung masuk dan duduk di samping Roni


" Apaan " Tanya Gilang begitubia duduk dan menatap ke arah Deon dan Roni sudah biasa dengan itu semuanya dia orang yang kadang rusuh dan dingin itu tetapi juga profesional pada pekerjaannya, bisa santai dan serius di waktu yang bersamaan, dan Roni mengagumi sikap mereka berdua


" Dari Informasi yang di dapat Dimas, tadi dia udah ngirim email ke aku yang berisi data dan Informasi tentang siapa yang ngirim pesan dan email itu " Kata Deon pada mereka berdua


" Lalu siapa orang Pak Bos? " Tanya Roni penasaran tentang siapa orang tersebut dan Gilang belum bertanya ia melihat ekspresi Dekn yang terlihat tidak biasa seperti terkejut dan aneh juga tak mengerti seperti pertama kali perusahaan mereka di ambil alih oleh orang, Gilang melihat ekspresi itu kembali lagi dari wajah teman dan sahabatnya itu tapi kakininu ia tak tahu masalh apa yang terjadi


" Yon jangan bilang itu dari Damian Abram " Tebak Gilang


" Yap Damian Abram memang dia, tapi yang aku bingung kenapa dia mengirimi aku pesan dan email itu, maksud dan tujuannya apa, bukankah dia bisa langsung mendatangiku di butik ini dan rumah apalagi serelah perusahaan dia ambil aku membuat usaha butik ini pasti dia juga tahu karena butik ini udah terkenal dan bisa menjebol pasar kuar negeri saat ini " Terang Deon ia tak mengerti dengan pemikiran Damian itu

__ADS_1


" Kirimi saja dia pesan email lagi Pak Bos kalo Pak Bis minta untuk ketemuan di kafe dan kita akan pantai bukanlah kafe milik Pak Bos ada cctv nya jadi kta mudah untuk memantaunya " Usul Roni memberikan saran agar Deon bisa bertanya langsung pada orangnya


" Benar juga ide mu, iya kamu temui langsung aja tuh orang, biar aku yang atur Kafe juga udah punya menejer kan dari waktu itu pagi tadi ada yang merupakan daftar dan saat ku lihat dia memiliki potensi untuk menjadi menejer kafe dan sudah bekerja juga " Jelas Gilang dan Deon pun hanya mengangguk mengerti


" Baiklah atur saja pertemuannya aku akan kirimi dia pesan untuk membalas pesannya di ponsel, kalian bisa lanjutkan pekerjaan kalian aku akan pulang dan menjemput Liliana karena udah siang " Kata Deon lalu Gilang dan Roni pun keluar dari ruangan kerja Deon untuk melanjutkan pekerjaannya kembali, sedangkan Deon ia membangunkan istrinya dan pulang menjemput putrinya yang mungkin sudah pulang sekolah.


Sesampainya di rumah Liliana langsung menuju kamarnya dan meletakkan barang barang sekolahnya di tempat yang seharusnya juga sepatunya yang ia lepas dan letakkan di tempat sepatu dan membersihkan dirinya dan juga berganti pakaian


Nisa dan Deon oun melakukan hal yang sama mereka membersihksn diri mereka dan menunaikan ibadah mereka setelah mereka mendengar adzan berkumandang.


Setelah selesai mereka turun kebawah untuk makan siang, kali ini Nisa tidak ingin memasak karena setiap ingin memasak danencium bumbu dapur makan ia akan merasa mual, da Deon memaklumi itu akhir ya Deon yang memasak dan menguapkan makan siang mereka


" Ayah aku mau makan sama sate tahu ayah " Ucap Liliana ia menginginkan makan dengan sare tahu


" Liliana putri Ayah, tahu nya gak ada sayang ayah cuma punya daging buat sate nya " Jelas Deon karena ia kehabisan tahu dan belum membelinya


" Ya pokoknya aku mau makan sama sate Ayah " Rengek Liliana karena tadi di sekolah ada temannya yang membawa bekal makan siang dengan nasi dan sate makan ia menginginkannya dan akhirnya sekarang ia meminta itu pada Deon


" Yang penting kan sate Ayah " Jawab Liliana


" Oky, lalu kamu mau makan apa Sayang nya Mas ? " Tanya Deon pada Nisa


" Samain sama Liliana tapi maunya satenya bumbu bacem " Jawab Nisa pada Deon ia menjadi ingin makan sate dengan bumbu bacem


" Apakah enak Bunda " Ucap Liliana penasaran


" Pasti enak ada rasa asam dan manisnya juga pedas kalo mau di tambah kan sambal kacang " Jawab Nisa dengan senyum mengembang sambil membayangkan rasa sate dengan bumbu bacem dan sambal kacang tersebut

__ADS_1


" Boleh Ayah aku mau kayak bunda " Ucap Liliana ia semakin penasaran dengan rasanya setelah mendengar ucapan dari Bunda nya


" Baiklah, kalian tunggu di sini , Ayah akan siapkan makan siang sate kita " Ujar Deon lalu mengusap kedua pucuk kepala putri dan istrinya itu , lalu berlalu kedapur dan menyiapkan semua bahannya daan memulai membuat sate nya dengan daging ya g ua haluskan agar nikmat dan ia masak samapai matang juga empuk dan tidak alot atau keras karena daging guling tersebut akan sangat empuk dan lembut tidak karas atau alot saat di makan sperti nuget daging yang di buat ala restoran, dan Deon juga menyiapkan bumbu bacem dan sambel kacangnya juga memasak nasi sebagai pelengkap tak lupa menggoreng kerupuk untuk lauknya untuk makan siang mereka.


Gambar dari sate daging dengan bumbu bacem ya teman teman...



.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gimana menurut kalian cerita aku bagian ini, berikan pendapat dan saran kalian ya..

__ADS_1


Dan jangan lupa berikan tanda Like, Vote, Dan juga kone tar di bawah ya..


Salam Hangat dari Author untuk kalian semuanya...😊😊🥰🥰💞💞💞


__ADS_2