
Malam itu Deon dan Nisa merasakan senang tiada tara setelah mengetahui bahwa Nisa benar benar hamil buah hatinya, Nisa berfikir cepat sekali ia hamil dan mengandung biasanya hamil itu membutuhkan waktu seminggu atau satu bulan setelah haid terakhir tapi ini tidak hanya beberapa hari setelah berhubungan setelah ia haid dia sudah mengandung, lalu ia teringat ohh iya juga kalo perempuan sudah baligh dan melakukan hubungan apalagi dimasa subur tidak peduli betapa lama bisa saja mereka hamil meski hanya berhubungan satu kali pun bisa dan tentu saja Nisa ingat dengan pelajaran IPA waktu SD walau ada yang ia lupakan.
Liliana ia tidak bisa tidur karena terlalu bahagia bahwa ia akan segera menjadi kakak dan mempunyai adik, lalu, Liliana ia beranjak dari ranjang tidurnya menuju ke kamar Ayah dan Bundanya karena ia ingin tidur bersama mereka malam ini.
" Ayah, Bunda... " Panggil Liliana serta mengetuk pintu kamar mereka yang berada tepat di sebelah kamar tidurnya itu
" Mas, Liliana " Ucap Nisa begitubua mendengar panggilan putrinya tersebut
" Masuk saja nak pintunya tidak Ayah kunci " Teriak jawab Deon pada putri kecilnya
" Ayah, Liliana mau tidur saman Ayah boleh? " Tanya Liliana kepada Deon yang berbaring menyamping memunggungi Nisa
" Boleh dong sayang sini-sini tidur sama Ayah sama Bunda ini udah malam Liliana " Jawab Deon lalu menyuruh putrinya untuk naik ke tempat tidur mereka dan tidur bersama dengan Liliana yang berada di tengah mereka.
Malam itu mereka tidur bersama Liliana dan setelah Liliana naik ke ranjang mereka dan merebahkan dirinya di tengah tengah antara Bunda nya Ayahnya, Deon juga Nisa, akhirnya Liliana pun bisa tertidur juga .
Ke es ikan paginyanDein dan Liliana bangun lebih dulu sedangkan Nisa ia masih pulas da tertidur nyenyak mungkin hormon ibu hamil
" Ayah, Bunda masih tidur " Ucap Liliana pada Deon
" Biarkan Bunda tidur Liliana kita ke luar dulu ya hari ini kamu libur kan,? " Tanya Deon pelan agar tidak membangunkan istrinya Nisa yang masih tertidur nyenyak
" Iya ayah " Jawab Liliana
" Ya sudah ayo kita keluar dulu, kamu bersih bersih nanti ayah siapkan sarapannya setelah itu baru bangunkan Bunda oky " Ujar Deon mengajak Liliana keluar dan membersihkan dirinya, sementara ia juga akan membersihkan dirinya di kamar mandi yang ada di dapur lalu setelah nya membuat sarapan untuk mereka semua dan membangunkan Nisa saat sudah selesai, ajakan Deon pun di angguki oleh Liliana, dan ia segera beranjak dari tidurnya kemudian keluar dari dalam kamar orang tuanya menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya lalu turun ke bawah untuk sarapan bersama.
__ADS_1
Deon juga turun ke bawah menuju dapur untuk membersihkan dirinya di kamar mandi yang ada di dapur, tak lama ia sudah keluar menggunakan handuk mandinya lalu ia ke tas untuk berganti pakaian, hari ini ia mengenakan baju santai nya dengan sweater biru navi dan celana panjangnya karena hari ini sangat dingin makan dari itu ia memakai pakaian yang hangat, sedangkan Liliana ia menggunakan baju santai nya tetapi ia mengenakan jaket buku nya yang hangat dia juga kedinginan pagi ini.
Setelahnya Deon pergi ke dapur dan Liliana ia menunggu di meja makan sambil melihat Ayahnya membuat sarapan pagi nya , Deon membuat Nasi putih dan juga kering tempe dan orek telur yang di campur dengan mie lalu untuk minumannya ia membuat teh hangat
Selama kurang lebih lima belas menit berlalu makanan sarapan pagi sudah Deon sajikan di meja makan beserta minumannya juga lalu ia ke atas untuk membangunkan istrinya yang masih tertidur, dan ia menyuruh Liliana untuk makan sarapan terlebih dahulu .
" Neng Nisa sayang bangun dong udah pagi loh sayang " Ucap Deon lembut sambil mengisap pelan pipi gembul Nisa
Merasa terganggu dengan usapan lembut dan pelan Dein yang ada di pipinya Nisa pun bangun dari tidurnya, ia membuka matanya dan langsung terduduk bersender di sandaran ranjang nya
" Mas, udah pagi ya gak bangunin aku tadi sholat shubuh nya , jaringan sholat dong ini udah jam berapa sih ? " Tanya Nisa begitu bangun dan matahari sudah menyibari sebagian tempat tidur itu karena gorden atau selamba yang ada telah di buka oleh Dekn agar sinar matahari dapat masuk ke dalam melalui pantulan kaca jendela
" Jam tujuh pagi sayang, maaf Mas gak bangunin kamu soalnya kamu kelihatan capek dan pulas sekali tidurnya " Jawab lembut Deon sambil mengusap kepala istrinya itu
" Tuh kan, ya udahlah besok jangan lupa bangunin aku, terus sekarang kamu keluar gih aku mau mandi dulu. " Ucap Nisa kesal lalu ia berlalu ke kamar mandi, sedangkan Deon ia turun kebawah menemani Liliana yang sedang makan sarapan pagi nya
" Bunda masih mandi, kamu udah selesai makan nya " Ucap Deon pada Liliana
" Udah, Yah makanan Ayah emang terbaik kayak makanan Bunda " Jawab Liliana lalu ia meminum teh hangatnya sedikit demi sedikit untuk menghangatkan tubuh nya
" Iya Sayang " Ucap Deon singkat dan padat, tak lama Nisa datang dan duduk di sebelah Liliana lalu ua diam sejenak, ia menatap Dek suaminya dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Deon lalu, Deeon menatap makanan nya dan mengerti bahwa Nisa tak ingin makan sarapan tersebut dan ingin makan sarapan yang lain setelah ia menatap Nisa cukup lama
" Neng " Panggil Deon pada istrinya itu
" Hmm Mas, aku mau makan sambal pecel mas sama kering tempa nya sekalian ya kayak nasi rames tapi bedanya sambal nya sambel pecel ada sayurannya juga lauknya kering tempe dan sosis terus di kasih bawang merah yang di goreng " Ucap Nisa meminta menu tersebut untuk sarapannya
__ADS_1
" Bunda emang enak ya makanannya kalo di campur gitu Bun? " Tanya Liliana pada Nisa ia penasaran dengan makanan yang di minta oleh Bunda nya pada Ayahnya yang menurutnya tidak enak karena di campur campur
" Kalo buat Bunda itu enak sekali, tapi mungkin kalian gak mau karena rasanya aneh nasi pecel di campur dengan kering tempe terus ada sosisnya di kasih bawang merah di goreng kayak nasi rames tapi ada sayurannya, kalo nasi rames gak ada paling lauknya daging ayam suwir , perkedel, tahu sama tempe, sambalnya sambal tomat kalo gak ya terasi " Jelas Nisa ia memang kepengen makan itu tapi ia inginnya seperti nasi pecel jadi Deon hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja dengan permintaan istrinya itu, selama ia bisa dan mampu ia akan menurutinya tanpa keberatan .
Liliana yang mendengar penjelasan Nisa ia hanya menganggukkan kepala saja tanda mengerti, setelah Deon selesai dengan sarapannya, kemudian ia membuatkan sarapan untuk istrinya dengan yang di inginkan istrinya itu dengan senang hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana teman teman bagian yang ini bagus gak buat kalian, berikan saran dan pendapat kalian ya..
Dan jangan lupa beri tanda Like, Vote, Dan komentar di bawah ya agar author lebih semangat dan rajin updet nya juga bisa memberikan cerita yang lebih baik lagi untuk kalian semuanyaa..
__ADS_1
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞