Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 79


__ADS_3

Setelah dari kantin Lilianan ke kantor akademi untuk membahas masalah guru pembimbing yang di ganti tersebut, setelah itu barulah ia kr kantor gitu Dosen Pak Dion untuk membicarakannya lebih lanjut.


" Permisi Pak " Salam Liliana sambil mengetuk pintu ruang dosen


" Masuk " Ucap suara dari dalam menyuruh Lilianan untuk masuk ke dalam


" Permisi pak saya mau .... " Belum sempat Liliana menyelesaikan perkataan nya , sudah di potong okeh Dosennya itu setelah ia masuk ke dalam ruangan


" Ya kamu mahasiswi yang akan saya bimbing, setelah Bu Aisyah pensiun, " Ucap Dion Dosen yang akan membimbing Liliana nanti nya


" I iya Pak " Jawab Liliana gugup, karena Diseb tersebut nampak sangat Dingin seperti Ayahnya saja saat sedang serius padahal di kelas tadi ia sangat humoris dan hangat tidak ada kesan dinginnya dan ketegasannya yang bikin tegang panas dingin seperti sekarang


" Baiklah, besok kamu sudah bisa mulai bimbingan, apakah kamu juga sudah menyiapkan materinya " Ujar Dion kembali


" Su sudah Pak, baik saya besok akan memberikannya pada Bapak segera " Jawab Liliana ia ingin segera menyelesaikannya dan pergi dari sana untuk pulang karena baru saja di kabarkan bahwa akan ada rapat jadi kampus pulang lebih awal


" Hahaha kanu takut, atau gugup " Tawa renyah Dosen tersebut yang melihat sorot gugup dan sedikit takut pada mata Liliana


" Saya tidak Pak, hanya saja Bapak hampir mirip dengan Ayah saya, tapi lebih patahan ayah saya sih dinginnya " Jawab Jujur Liliana


" Tidak masalah, sya seperti ini hanya dengan kamu sepertinya "


" Hmm kalo gitu saya permisi Pak , sampai besok " Pamit Liliana yang sudah ingin pergi dan hanya di angguki saja, kemudian Liliana dengan cepat keluar dari ruangan dosen tersebut, lalu setelah itu ia langsung pulang, sedangkan Dion ia masih tidak menyangka bahwa dia bisa menunjukkan sifat dinginnya di depan Liliana padahal selama ini ia tidak ada sifat dingin kecuali saat sedang bekerja din perusahaannya dan saat sedang serius saja.


sesampainya di rumah Liliana langsung menuju kamarnya ia berganti pakaian dan membersihkan diri setelah itu ia menuju kafe untuk melihat perkembangannya, di rumah Dein dan Bisa sedang berganti tetapi kadang kaki Dein juga melihat kantornya.


Di lain tempat, tepatnya di sekolah Andra saat ini ia sedang istirahat dan berada di kantin bersama teman temannya .


" Dan lo emang gak tertarik apa sama si Liona yang suka ngejar ngejar lo itu "


" Enggak minat Kayak ulet suka nempel gue gak suka tapi ya gak suka aja sih " Ucap Andra, di sekolah ia di panggil Aidan oleh teman temannya, hanya di rumah saja ia di panggil Andra


" Padahal dia tuh cantik ya gak Ver " Ucap Bastian pada Vero setelah mendengar ucapan Andra


" Menurut gue sih dia biasa aja " jawab Vero


" Ehh ehh ada apa tuh rame rame " Ujar Bastian karena ia melihat ada segerombolan anak anak laki laki maupun perempuan di tengah lapangan entah apa yang terjadi


" Lihat yuk " Ajak Vero

__ADS_1


dan akhirnya mereka bertiga melihat apa yang terjadi di sana


" Ehh minggir dikit dong kita mau lihat " Ujar Bastian pada anak anak yang bergerumbul


" Ehh lo gk usah sik deket deh sama itu si Riko lo kan tahu kali gue deket sama Riko asal lo tahu gue suka sama Riki, awas klo lo sampe deket deket lagi habis lo di tangan gue " Ujar satu perempuan yang membuka satu perempuan yang menunduk takut dan perempuan yang menbukinya itu bersama dengan kedua temannya sehingga ia tidak berani melawan dan juga rumornya mereka adalah ratu bully di sekolah


" Ada bully ternyata Dan pergi yok bentar lagi masuk " ucap Vero


" Bentar deh lo gak lihat di itu yang di bui siapa, bukannya adiknya Riko teman kelas sebelah yang grup basket kita, kapan hari gur ketemu sama mereka dan ngobrol dikit lah " Jelas Andra


" Apaa! " Ujar kedua temannya dengan berteriak karena terkejut dengan penjelasan Andra


" Beneran lo Dan "


" Iya gur aja gak tahu kok lo bisa tahu sih "


" Ehh dodol bukannya tadi gue udah jelasin ya, " Ujar Andra lalu meninggalkan kedua temannya dan pergi ke jelas karena bell masuk, lalu kedua temannya tersebut dengan cepat mengikutinya kembali ke dalam kelas.


Di rumah setelah Liliana membersihkan diri dan berganti pakaian ia istirahat sebentar duduk duduk di sofa ruang tengah sambul bermain ponsel, di sana ada Deon dan juga Nisa yang sedang nonton TV


" Gimana tadi di kampus lancar " Tanya Nisa pada Putrinya itu


" Ohh ya terus gimana, gak galak kan dosennya " Ujar Deon menanggapi


" Enggak sih Yah, Bun tapi dia itu dingin kayak Ayah kalo di luar, pertamanya sih enggak pas di kelas biasa aja bisa bercanda sama anak anak kampus lain ehh pas di kantornya saat Lili masuk untuk skripsinya besok diaendadak dingin kayak Ayah, tapi masih dingin Ayah kan kayak kutub utara "


" Jadi masih setengah dari Ayah "


" Hmmm ya gitu lah Yah, Bun besok mulai bimbingan skripsi sama tuh Dosen, gak tahu deh Lili mau gimana agak takut juga sih "


" Ya gak usah takut, sayang katanya masih setengah dari Ayah ya buat santai aja saat kamu sama Ayah aja paling Disennya juga gak masalah ya kan Pah "


" Hmm ya tergantung orang nya Bun emang namanya siapa " Tanya Deon


" Namanya, kalo gak salah Dion Prayoga, iya namanya Pak Dion Prayoga Yah "


" Ohh keluarga Prayoga ternyata, dia pernah kerjasama sama perusahaan Ayah di bidang pemasaran juga yang nanganin Anaknya yang sekarang jadi Dosen kamu emang sih dia setengah humbel setengah cuek cuman setengah setengah jadi gak usah takut gitu " Balas Deon dia ingat dulu perusahaan milik keluarga Prayoga memang pernah bekerja sama dengannya.


" Ohh ya sudah, ehh bentar lagi Andra pulang Yah, setelah makan siang rencananya Lili mau ke kafe sama teman sekalian lihat perkembangannya gak papa kan "

__ADS_1


" Iya sayang, yang penting kamu hati hati dan jangan kecapean nanti sakit siapa yang repot "


" Iya Bunda ku sayang, "


Setelah itu Nisa menyiapkan makan siang mereka bersama dengan Liliana, tak lama setelah makan siang siap Andra pun pulang dari sekolah


" Assalamu'alaikum, Bunda, Andra pulang "


" Waalaikumsalam, jangan teriak teriak napa siih Dek " Tegur Liliana menjawab salam Andra


" Heheh lupa, kak " Jawab Andra sambil cengengesan sementara Bunda dan Ayahnya hanya geleng geleng kepala melihat kedua anaknya itu .


" Sudah sekarang kamu ke kamar gih ganti baju terus turun makan siang "


" Oky Bun " Dan Andra dengan cepat menuju kamarnya untuk membersihkan diri juga berganti pakaian, sesudah itu ia pun turu dan menuju meja makan yang sudah ada kedua orang tuanya dan juga kakak nya, lalu mereka pun makan siang bersama.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cerita masih bersambung ya, teman teman ikuti terus cerita aku...


Dan jangan lupa berikan like serta komentar di bawah ya...

__ADS_1


Dalam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💞💞💞💞


__ADS_2