Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 22


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit kemudiann Nisa kembali ke ruang tengah dengan membawa seorang anak kecil itu dengan pakaian barunya yang sudah di siapkan oleh Nisa dan Deon bersama Rosa


Lalu mereka bersama pun mulai makan di ruang makan dapur, Nisa dan Deon melihat cara anak kecil itu makan merasa kasian dan juga senang, Rosa pun pamit untuk pulang ke hotel nya karena besok ia harus kembali ke luar negri katanya paman dan Aurel keponakan Deon tidak ada yang menjaganya.


Setelah Rosa bibi Deon pergi dan mereka selesai makan dengat tenang , Nisa mengajak anak kecil itu pergi ke taman belakang rumah sementara Deon ia membereskan piring kotor dan sisa makan mereka, setelah selesai ia menyusul Nisa dan anak kecil tersebut di taman belakang


Deon melihat Nisa dan anak kecil itu menatap bintang yang anda di langit sambil duduk di gazebo, lalu ia menghampiri mereka dan duduk di samping anak kecil itu yang sekarang berada di tengah keduanya


" Hei namamu siapa anak kecil " Tanya Deon pada nya


" Nama, nama saya Liliana om dan om sama tante namnya siapa " Tanya anak itu setelah menjawab pertanyaan Deon


" Om namanya om Deon dan tante namanya tante Nisa " Jawab Nisa


" Ohh makasih om, tante udah mau nolongin aku, " Ucapnya berterima kasih pada Deon dan Nisa dengan senyuman nya dan wajah polosnya


" Ohh iya Lilian bagaiman kamu bisa berada di sini dan orang tuamu dimana sayang " Tanya Nisa pada Liliana nama anak itu


" Apa om sama tante tahu kabar penculikan beberap hari lalu "


" Ya penculik anak yang marak dan meresahkan warga sekitar dan saat ini belum tertangkap dalangnya dan sudah menculik beberapa anak " Jawab Deon ia mengetahuinya beberap hari lalu saat melihat berita di TV dan di ponsel nya


" Aku adalah korban dari beberap anak yang berhasil kabur, sebelumnya mereka mendatangi kediaman rumah dan membunuh orang tuaku, aku kabur untuk menyelamatkan diriku dan untungnya berhasil anak lain yang kabur ada yang berhasil ada yang tertangkap, karena saat aku kabur banyak berita tentang hal itu om tante " Jelas anak itu sedih di umurnya yang masih lima tahun itu ia sudah di paksa untuk segera dewasa karena keadaannya


" Mas " Panggil Nisa saat ia melihat Deon yang hanya diam memandang kosong ke depan dengan rahang yang mengeras tanda menahan amarahnya

__ADS_1


" Ya Nisa, maaf aku hanya teringat masa lalu saja "


" Apakah itu berkaitan dengan penculikan dan wanita yang menyebabkan mas trauma " Tanya Nisa pada Deon dan di angguki oleh Deon


" Baiklah kau jangan bersedih lagi sekarang kamu adalah keluarga kami, kau akan menjadi anak kami bagaimana " Ujar Nisa menenangkan anak kecil itu yang berjenis kelamin perempuan yang sedang menangis ddian sembari meneteskan air matanya


" Apakah kalian bisa menerima orang asing, aku adalah orang asing tante " Ucap anak itu dengan sesenggukan, tiba tiba saja Deon menikah ke samping menghadap anak kecil tersebut


" Hei jangan berkata seperti itu aku juga merasakan hal yang sama seperti dirimu bahkan umurku jauh lebih kecil saat itu, tenanglah kau bukan orang asing, " Terang Deon pada anak kecil tersebut


" Baiklah mulai sekarang kau adalah keluarga kami, anak kami, dan mulai saat ini panggil aku bunda dan panggil om ayah apa kau mengerti Lilian " Jelas Nisa dengan senyum mereka vembang sambil berjongkok menghadap Liliana


" Benarkah aku punya keluarga, terimaksih om tante ehh maksud ku bunda, ayah " Ucap Liliana senang dengan senyum mengembang setelah ia mengusap air matanya lalu memeluk Nisa dan Deon pun juga memeluk keduanya


" Ayo masuk apa kalian ingin masuk angin hmm " Ujar Deon pada mereka, dan langsung saja mereka berjalan pergi mengikuti Deon masuk ke dalam rumah


Karena hari semakin malam Lilian tidur terlebih dahulu di kamar lantai ats di samping kamar Deon, sedangkan Deon dan Nisa mereka masih di ruang tengah


" Apa kamu ingin bercerita " Tanya Nisa pada Deon yang berbaring memakai pahanya kakinya sebagai bantalannya


" Hmm aku teringat dengan masa kecil ku mengingat Lilian, dulu waktu umurku tiga sampai lima tahun mungkin, aku sering di pukul oleh ayah ku karena keluarga kami kurang berada, untuk melampiaskan amarahnya karena ia kalah berjudi ia memukul ku dan ibuku tak lama selama satu bukan setelahnya ayah ku menjual ku dan ibuku pada laki-laki badan gemuk, aku di kurung di dalam kamar dan ibuku juga mereka bergiliran menyiksa ibuku sampai ibuku meninggal, mereka memaksa ibuku melakukan hal itu dan suara susra jeritan yang tak seharusnya ku dengar aku mendengar semuanya lalu saat umurku beranjak dewasa kurang lebih tujuh tahun aku berusaha kabur dan mencari bibi ku di kota B, lalu aku bertemu dengan Bibi Rosa dan paman jeck setelahnya mereka membawa ku keluar negri dan mereka juga menetap di luar negri aku bersekolah juga di kuar negri tapi saat sma aku kembali ke mari untuk mencari dalang nya, sayang nya saat aku ke mari aku mendapat berita bahwa ayahku juga meninggal karena kecelakaan, dan saat itu aku mulai trauma dengan yang namnya wanita dan jijik untuk bersentuhan dengan wanita dan semacamnya, hingga kau datang membuatku mengatasi hal tersebut dan membantuku sembuh " Jelas Deon me ceritakan semua nya dan Nisa yang merupakan dengarkannya tak terasa ia menitikkan air matanya


" Heii kau menangis " Tanya Deon pada Nisa ia bangkit dan memeluk Nisa


" Suttsss jangan mengais itu sudah berlalu yang penting sekarang aku bahagia " Tenang Deon menenangkan Nisa yang menangis akibat ceritanya

__ADS_1


" Pastikan sudah mengalami hal yang sangat sulit, tapi kau sangat hebat bisa melawati masa sulit itu " Ujar Nisa setelah ia tenang di dalam dekapan Deon yang mampu membuatnya hangat dan nyaman merasa terlindungi


" Ohh iya Deon laku bagaimana dengan kita kita mengangkat seorang anak tapi hubungan kita bagaimana " Cemas Nisa memberitahukan semua pikirannya pada Deon


" Tenanglah, apa kau ingin kita segera menikah hmm,. Jika kau ingin kita bisa segera menikah mungkin " Jelas Deon sekalian menggoda Nisa


" Benarkah, tapi apa kau mau menikah dengan ku yang seperti ini aku tak sebanding dengan mu kalau kau tahu itu " Ucap Nisa sendu ia juga berpikir ingin menikah dengan seseorang yang ia cintai


" Kenapa tidak, kau adalah kau Nisa , kau tak perlu takut kita bisa menikah cepat kau mau bukan "


" Ya tapi "


" Satu bulan dari sekarang kita akan menikah bagaimana, juga agar tidak ada fitnah atau tuduhan yang tidak tidak sebab kita tinggal bersama di rumah ini, juga keluarga kita bertambah dengan adanya Liliana, orang sekitar akan membicarakan kita, kau cemas dengan itu bukan "


" Bagaimna kau tahu aku belum mengatakannya padamu "


" Tentu aku tahu jadi bagaiman apa kau setuju "


" Baiklah kita menikah satu bulan lagi, tapi aku hanya ingin pernikahan yang sederhana hanya aku nikah dan syukuran biasa "


" Baik tidak masalah sesuai dengan keinginan mu sayang ku " Jawab Deon gemas lalu mencubit pipi gembul Nisa


" Ihhh Deon kau suka sekali mencubit ku akhir akhir ini " Kesal Nisa pada Deon ia memalingkan wajahnya ke samping tak menghadap Deon yang sedang terkekeh tertawa akibat ua berhasil membuatnya kesal


" Baiklah baiklah, sebaiknya kita tidur besok masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan " Ujar Deon pada Nisa, tak lama keduanya pergi dan lalu mereka ke kamarnya masing masing lalu tidur mengalami alam mimpi yang indah bagaikan taman bunga yang berguguran dengan pemandangan langit biru yang indah serta suasana yang sejuk .

__ADS_1


__ADS_2