Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 48


__ADS_3

Setelah menunggu akhirnya pesanan yang di pesan Deon pun datang, lalu Deon mengambil pesanan tersebut dan membayar orang yang mengantar pesanan tersebut.


Lalu Deon dan Liliana pun memakan pesanan tersebut sedangkan Nisa ia tidak ingin karena bukan cilok rasa keju yang ia suka seperti buatan Deon tadi maka dari itu Nisa meminta hal lain lagi yang lebih aneh dari sebelumnya


" Mas kamu bisa buatkan aku puding warna warni gak terus di tengangnya di kasih coklat lalu aku mau makan dengan mangga muda yang masih muda loh ya " Ujar Nisa sedikit manja sambil menggoyangkan lengan Deon, Deon yang ingin memakan makanan yang baru ia pesan bersama Liliana laku raut wajahnya menjadi tegang dan mau tak mau ia harus membuatkannya karena perkataan bibinya di pesan tadi jika Nisa beneran hamil muda maka apapun yang ia inginkan harus terpenuhi karena ia sedang mengidam kalo tidak maka bayinya akan ileran nanti itulah kata bibi Deon di pesan chat


" Liliana kamu makan saja ciloknya ya, Ayah mau buatkan apa yang diinginkan Bunda dulu, kamu di sini sama Bunda ya sayang " Ucap Deon pada Liliana dan di angguki oleh putri kecilnya itu


" Neng nanti malam periksa ya mungkin saja apa yang kamu mau akan terwujud " Bisik Deon di telinga Nisa sebelum ia pergi ke belakang untuk mengambil mangga muda nya.


Nisa berfikir apa yang akan terwujud dari yang ia inginkan dan tak lama setelah berfikir cukup lama sambil mengingat ngingat apa yang ia inginkan Nisa pun mengetahui bahwa ia sepertinya sedang hamil dari waktu ia selesai dengan haid nya dia hari kemudian ia dan Deon melakukan nya sampai sekarang tetapi ia tak merasakan apapun hanya nafsu makan saja bertambah dan sedikit manja pada suaminya itu dan lagi sepertinya gejalanya sudah ia rasakan tadi ketika ia mual dan pusing kepala.


" Bunda ada apa Bun kok kayak kaget gitu mukanya? " Tanya Liliana yang melihat raut muka Bunda nya yang terlihat terkejut dan ia juga merasa sedikit aneh dengan Bundanya karena ingin makan yang aneh


" Gak papa sayang dan nanti temani Bunda sama Ayah ke rumah sakit ya " Ucap Nisa laku ia tersenyum lembut


" Bunda sakit "


" Tidak, nanti kamu akan tahu " Ujar Nisa pada Liliana, lalu Liliana pun melanjutkan makan cilok nya.


Karena hari juga sudah mulai siang Dan Liliana makan siang dengan makanan yang di siapkan pagi tadi tanpa menunggu Ayah dan Bundanya karena Nisa menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu dan setelahnya akan istirahat siang, sedangkan Deon ia sudah selesai membuat puding warna warninya yang di inginkan Nisa serta mangga munda yang sudah ia kupas, lalu Deon memberikan puding tersebut pada Nisa dan langsung saja Nisa memakannya dengan nikmat, Deon sampai memasang wajah masam karena pasti rasanya asam dan manis apalagi mangga muda itu rasanya sangatlah asam ia tak kuat melihatnya lalu ia beralih melihat acara TV yang di tayangkan.


" Hmm... Mas ini enak banget, " ucap Nisa dengan senyum yang mengembang ia merasakan rasa asam yang menggugah seleranya dan manis menambah mood senangnya.


" Benarkah, kalau begitu habiskan sayang " Jawab Deon serta mencium pipi Nisa gemas


" Habis, Mas aku mau ikan bakar geprek mas sama air lemon dengan mint , tapi kamu yang buat " Ucap Nisa manja sambil memeluk lengan suaminya setelah ia menghabiskan puding nya dengan mangga mudanya tersebut


" Hah, ikan bakar geprek mana ada sayangku, adanya ayam geprek neng " Ucap Deon setengah bingung dengan permintaan istrinya yang aneh tersebut ya mana ada ikan bakar geprek kan adanya ayan geprek


" Ada, kalo aku bilang ada, ya maka ada mas! pokoknya gak mau tahu kamu harus masak itu kalo gak gak boleh tidur di dalam kamar titik!! " Ucap Nisa tegas setengah kesal dengan nada memerintah ia merasa kesal pada suaminya karena apa yang ia inginkan tidak di buatkan


" Haaahh baiklah baiklah, Mas buatkan jangan ngambek atuh Neng tunggu di sini " Jawab Deon pasrah lalu ia beranjak pergi ke dapur dan memasakkan ikan bakar geprek permintaan Nisa yang tengah ngidam itu.


Setengah jam berlalu kini makan siang ikan bakar geprek pun sudah Deon sajikan ia juga akan makan siang dengan cah kangkung yang ia buat bersama ikan bakar geprek nya karena makanan yang Nisa siapkan telah habis setelah Liliana memakannya tadi.


" Ini pesanan kamu di habiskan ya biar sehat, dedek nya juga sehat " Ujar Deon lembut meski ia setengah kesal dengan permintaan Nisa yang sedikit agak aneh menurutnya tapi tak apalah yang ia inginkan Nisa dan bayi yang di dalam kandungannya sehat dan bahagia.


Lalu keduanya pun makan siang bersama di depan TV ruang tengah dengan mereka yang duduk di sofa ruangan tersebut, tak sampai lama Deon pun sudah selesai memakan makan siang nya, ia juga sudah membersihkan tempat piring nya dan menaranya di rak dapur


Sekarang tinggal Nisa yang belum selesai, karena Nisa memakannya dengan perlahan dan sudah dua kalinya menambahkan nasi pitih karena lauknya belum habis, dan kini Nisa menghentikan makannya yang belum selesai ia mencuci tangannya yang kotor, yang ia buat makan tadi

__ADS_1


Setelah itu ia kembali dan meminta Deon untuk menyuapi nya menggunakan tangannya entah kenapa ia ingin sekali makan di suapin oleh Deon


" Mas, suapin " Ucap Nisa manja pada Deon


" Hmm suapin, adek mau di suapin " Ujar Deon menyakinkan lagi dan Nisa pun menganggukkan kepalanya lucu, sedetik kemudian Deon menyuapi Nisa menggunakan tangannya sambil tersenyum, ia merasa senang dan bahagia


Tak lama makanan Nisa pun habis lalu Deon membersihkan bekas makan istrinya itu dan mencuci tangannya yang kotor, setelah selesai keduanya pun melakukan kewajibannya sebagai umat muslim, dan sesudahnya mereka istirahat mengembalikan energinya untuk nanti malam, dan semoga saja apa yang dipikirkan Deon benar, bahwa saat ini Nisa sedang mengandung buah hatinya .


Malam harinya sesudah maghrib Deon, Nisa dan juga Liliana mereka pergi ke rumahan sakit untuk memeriksa Nisa, benar tidaknya ia sedang hamil, sesampainya di rumah sakit Deon dan Nisa menuju ke ruang dokter kandungan di ikuti oleh Liliana di gandengan Deon karena di sini banyak orang makan Deon menggandeng nya agar tidak tertinggal di belakang.


" Permisi apakah di sini ruangan dokter Emily, Dokter kandungan di ruang sakit ini " Salam dan ucap Deon saat ia memasuki ruangan dokter tersebut


" Ya, silahkan masuk dengan saya sendiri, ada yang bisa saya bantu " Jawab Dokter Emily mempersilahkan Deon, dan Nisa masuk serta Liliana ke dalam ruangannya


" Ahh baik, bisakah anda memeriksa istri saya dia sedang mengalami dung atau tidak Dokter " Umar Deon dengan suara rendah namun terkesan dingin


" Ohh mari Bu, silahkan berbaring dulu saya akan periksa " Jawab Dokter Emily, lalu Nisa dengan patuh pun duduk di ranjang pasien yang ada di sana dan Dokter Emily pun memeriksa nya lalu bertanya pada Nisa gejala apa saja yang ia rasakan


" Sebelumnya apakah anda mengalami mual, pusing, dan nafsu makan bertambah, juga ingin makan yang asam asam atau yang Anda inginkan " Tanya Dokter Emily pada Nisa


" Iya Dok, saya radin pagi merasa muka dan pusing tetapi setelah suami saya mendekat mual nya dan pusing saya hilang gitu aja, lalu tadi siang saya menginginkan puding dan mangga muda yang di makan bersama, serta ikan bakar geprek buatan suami saya Dokter " Jelas Nisa mereka jelaskan semuanya apa yang ia rasakan pada Dokter Emily


" Selamat dengan Bapak... "


" Deon " ucap Deon karena Dokter Emily belum sempat bertanya tadi


" Ya Bapak Deon, selamat anda akan menjadi Ayah, umur kandungan istri anda masih muda masih beberap hari jadi tolong di jaga dengan baik, karena masih renta dan kalo bisa apapun ya g di mi ta istri anda di turuti, karena terkadang emosi ibu hamil tidak stabil " Jelas Donter Emily pada Deon


" Terimakasih banyak Dokter kalo begitu kami pamit undur diri " Ucap Deon mengucapkan terimakasih serta memberikan biaya untuk periksa kandungan, setelahnya mereka pun keluar dan pulang ke rumah.


Di dalam perjalanan Deon dan Nisa tampak diam begitulah dengan Liliana mereka diam hingga sampai rumah, setelah sampai dan masuk kedalam barulah mereka merasa sangat senang dan bahagia dengan Dekn yang memeluk Nisa serta menciumi Nisa berkaki kali juga Menggendong Liliana dan mengatakan bahwa ia segera akan menjadi kakak untuk adiknya yang masih di kandung oleh Nisa, ketika mendengarnya Liliana pun juga senang dan girang ia sangat bersemangat untuk menunggu adiknya yang masih dalam kandungan tersebut , Nisa yang melihat pun ikut senang sambil menyunggingkan senyumnya yang manis dan lembut melancarkan ke dengan dan kebahagiaan.


Teman teman ini yang minta visualnya nya


ini visual Nisa yang pakek hijab



Yang ini visulanya Deon, ganteng banget sih menurut ku ...


__ADS_1


Kalo ini Visual nya Liliana yang imut imut menggemaskan..



Yang terakhir adalah Gilang dan juga Roni ya




.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Nah bagaimana menurut kalian bagus nggak bagian yang ini, teman teman..


Berikan saran dan pendapat kalian ya


Dan jangan lupa berikan Like, Vote, dan Komentar di bawah ya biar author rajin update nya oky..


Salam hangat dari Author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2