Mr. Perfect

Mr. Perfect
Pulang bareng?


__ADS_3

Lia telah sampai disekolahnya, dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya. Ia berjalan menyusuri koridor. Mencari sosok Arkan. Seperti biasa ia akan memberikan bekal nasi goreng pada pria yang disukainya itu. Meskipun ia tau Arkan pasti akan menolaknya.


"Aduuh Arkan dimana sih? Belum dateng yah?"


Batin lia.


"Nyariin sape sih? "


Suara dibelakannya menyadarkan lia dari lamunannya.


"Biasa, my honey Arkan" Kata Lia santai, tak peduli ekspresi Mira yang tengah menahan mual saat ini.


"Mimpi kalii elu, emang nggak ada cowok lain nape li, dari pada sama si es ntuu, gue udah yakin pasti bekal lo cuman dikasiin temannya lagi" Omel Mira pada Lia yang keras kepala.


"Biarin aja, seenggaknya nggak dibuang sama Arkan, itu udah lebih baik. " Setelah mengatakan itu, Lia berlari keparkiran, Karena sosok yang ia cari baru saja memarkirkan mobilnya.


"Yaudah, lah terserah.. LIA TUNGGUIN GUE TAIIKK, punya temen satu kaya thaaiikk banget" Dumel Mira mengikuti langkah Lia.


...........


Arkan menatap kesal gadis didepannya, bagaimana mungkin gadis ini tidak pernah kapok?


"Mau yah Ar, pleasee, hari ini kamu makan, jangan dikasih temen kamu lagi, yah yah" Kata lia dengan menunjukkan puppy eyes nya.


"Nggak" Jawab Arkan datar.


"Ar, jangan gitulah kasian silia udah capek bikinin bekal buat elo" Ucap Kenzo, Merasa kasihan pada Lia yang bekalnya selalu ditolak oleh Arkan.


"Tuh masa temen kamu aja belain aku, kamu nggak, yah Ar pleasee, kali ini aja" Mohon lia dengan segala cara.


"Gue bilang engga yah nggak" Cuek Arkan kemudian berlalu meninggalkan Lia dan kawan²nya.


"Yah tau tadi nggak usah maksa, dari pada kaya gini." ucap Lia lirih. Kemudian iapun Pergi ke kelasnya dengan tatapan sendu.


Ketiga teman Arkan merasa kasihan dan Salut akan perjuangan Lia. Cewek itu tak pernah menyerah dengan sikap acuh dan dinginnya Arkan. Bisa dipastikan besok Lia pasti akan tetap membawakan Arkan bekal.


.........


Sedangkan didalam kelas, Mira tengah menceramahi Lia dan memaki Arkan. Ia sangat kesal dengan Lia yang keras kepala, dan juga ingin menonjok wajah tampan Arkan. Beraninya ia menolak bekal yang telah disiapkan oleh sahabatnya


"Gue udah bilang Li, Cari cowo lainlah.Emang cuman dia cowok ganteng disekolah ini? Masih banyak kali, dia itu nggak bisa ngehargain elo. Si Arkan bangsat itu cuman bisa nyakitin elo. Dan gue nggak terima apa susahnya sih nurut. " Omel Mira panjang Lebar, sampai* diakhir kalimatnya ia menghirup udara banyak².


"Ini bukan masalah tampannya Mir, aku cuman penasaran aja sama sikapnya, Aku juga nggak tau kok aku bisa suka sama dia? Yang jelas aku nurutin kata hati aku aja" Tutur lia santai.

__ADS_1


"Yah perasaan lo itu nggak bisa dihentiin? Gue cuman nggak mau elo sakit, ini tuh demi kebaikan lo. " Mira sangat frustasi dengan gadis didepannya ini.


"Nggak bisa Mir, udah dari pada kamu marah² kayak gini mending kita kekantin, lagi free class nih" Ucap Lia menarik tangan Mira. Sedangkan yang ditarik hanya bisa pasrah dengan tingkah sahabanha itu.


............


Triiinggggg


"Akhirnya Lia capek banget huhhh" Adu lia pada dirinya sendiri.


"Pulang yk, abang gue udah didepan. " Ujar Mira seraya mengambil tasnya.


"Kamu duluan aja, bang Hesein pasti nungguin"


"Yakin nggak apa2 nih? " Tanya Mira


"Iya yakin, udah sana, Byee" Seru Lia melambaikan tangannya.


.........


Setelah merapikan buku² nya Lia pun berjalan menyusuri sekolah yang sudah mulai sepi.


Ia mengernyit melihat mobil yang tak asing lagi dimatanya.


Ujarnya kemudian matanya mencaru keseluruh area sekolah. Tatapannya terhenti disebuah lapangan basket. Yuup, Arkan kini tengah mendrible bola kering basket. Lia meneguk salivanya. Arkan terlihat sangat tampan dan seksi sekarang. Bagaimana tidak Kaos tipis yang terkena keringat menampakkan sedikit tubuh sixpack nya. Ditambah Rambut yang basah karena keringat, membuat Lia ingin pingsan.


"Arkaann" Teriak Lia.


Arkan menoleh, kemudian memutar matanya malas, melihat gadis yang kini tengah berjalan kearahnya.


"Ngapain? " Tanya Arkan singkat, padat, dan jelas.


"Mau nemenin calon suami main basket" Ucap Lia tanpa Malu.


Arkan bergidik ngeri mendengar ucapan Lia.


"Pulang, jangan ganggu" ucap Arkan datar tanpa memedulikan ucapan Lia barusan.


"Anterin aku dongg, yah kamu mau aku diculik om om angkot? " Mohon Lia menarik-narik ujung baju Arkan.


"Bodoh Amat" Duarr, kalimat Pedis Arkan membuat Lia ingin menghujami tonjokkan diwajah tampannya. "Untung sayang" Batin Lia.


"Kamu mah gitu banget, Arkan pleasee, sekali aja kamu anterin aku" Ujar lia dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Ini adalah Trik nya untuk menarik perhatian Arkan. Gotchaaa...

__ADS_1


Arkan menoleh pada gadis yang sebentar lagi akan menangis itu. Ia menghela nafas, susah jika Lia sudah pakai cara ini.


"Hufft yaudah," Datar Arkan, kemudian melangkah menuju Mobilnya.


Sedangkan Lia terdiam sebentar kemudian menepuk pipinya. "Ini bukan mimpikan, OMG Arkan mau anterin aku? Huaaaaaa, Aku harus gimana dong? Nangis? Ketawa? Senyum? " Batin lia sambil senyum -senyum sendiri.


Arkan yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, "apa dia gila? " Batin Arkan.


"Nggak jadi? " Tanya Arkan datar, pada Lia yang masih saja melamun, sambil menampar pipinya sendiri.


"Eh.. Ehh jadi dong, " Kata Lia berlari memasuki Mobil Arkan.


...........


Saat perjalanan pulang, Keheningan terjadi antara keduanya. Arkan yang tengah sibuk meyetir, dan Lia yang masih Tidak percaya jika ia diantar pulang oleh seorang Arkan.


Sampai Arkan berdehem.


"Dimana? " Tanyanya datar. Tanpa ekspresi.


"Apanya? " Beo lia, yang tak mengerti Bahasa Arkan


"Rumah lo" Sambung Arkan.


"Oh makanya ngomong jangan singkat banget kek gitu, kan susah orang rendah Iq kaya aku buat paham. Di jln merpati blok C. " Jelas Lia panjang lebar.


"Ohh" Sahut Arkan singkat.


"bunuh Lia sekarang"


Batib lia frustasi dengan manusia kutub disampingnya ini.


........


"Nggak mau mampir dulu? Didalam ada Mama mertua loh" Goda Lia


"Nggak" jawab Arkan, seperti biasa dengan muka datarnya.


"Yakin? " Tanya lia sekali lagi.


Tanpa menjawab Lia, Arkan melajukan mobilnya.


Lia mengumpat dalam hati.

__ADS_1


........


__ADS_2