Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 25


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Liliana juga sudah bersekolah TK setiap pagi ia diantar oleh Nisa dan dijemput oleh Deon, dan hari ini adalah hari terpenting dalam hidup Deon dan Nisa, karena dua orang yang saling mencintai itu akan segera menikah malam ini, pagi hari mereka tengah di sibukkan oleh aktifitas mereka, dan kedatangan MUA untuk merias Nisa, ia telah membeli cincin dua hari sebelum pernikahan mereka, dan mereka juga fiting baju pengantin sehari sebelum menikah, Lilian pun juga ikut dengan mereka karena anak kecil itu terlalu senang dengan pernikahan mereka, ia juga ingin ikut dalam acara tersebut sebagai putri mereka.


Pagi itu setelah Nisa siap dan para tamu undangan sudah datang tibalah acara ijab kabul mereka, Nisa menantinya di kamar tamu dan Deon ada di ruang tamu beserta para penghulu dan tamu undangan sedangkan Lilian ia menemani Nisa dikamar sambil ia bermain boneka kelinci yang ia beli satu bulan yang lalu


" Baiklan pak Deon apakah anda sudah siap " Tanya bapak penghulu tersebut, dan paman dari Nisa juga ada di sana karena di undang oleh Deon untuk menjadi saksi bagi Nisa, awalnya ia tidak mau setelah beberapa kali ia meminta izin dan restu untuk menikahi keponakannya Nisa ia pun setuju dengan syarat mahar yang di berikan padanya adalah uang yang jumalahnya lumayan menguras kantong Deon tetapi setelah ia menikahi Nisa Deon juga mengajukan syarat agar paman dan bibinya serta saudara tiri Nisa untuk berhenti mengganggu Nisa dan mereka pun setuju


" Sudah pak bisa kita mulai sekarang " Jawab Deon mantap


" Baik nanti silahkan di ikuti ya pak ucapan saya " Ucap pak penghulu dan di angguki oleh Deon, walau ia sebenarnya merasa gugup dan deg degan ia mencoba untuk biasa saja dan menyembunyikan nya


" Saya nikahkan engkau Deon Pramudya Angkasa dengan ananda Nisa Faradilla binti Machmud Aziz dengan mas kawin sejumlah uang lima juta rupiah di bayar tunai "


" Saya Terima nikahnya Nisa Faradilla binti Machmud Aziz dengan mas kawin tersebut dibayar tunai "


" Bagaimana saksi sah "


" Sah" Jawab saksi dan di ikuti boleh para tamu undangan, di dalam kamar bibinya yang mengetahui bahwa ijab kabul sudah selesai dan Nisa sudah sah menjadi istri Dari Deon Pramudya Angkasa


" Nisa kau sudah sah menjadi istri dari Deon, ayo kita keluar ijab kabul nya sudah selesai " Ucap sang bibi dari Nisa, kemudian mereka keluar bersama dengan Lilian juga, Nisa memakai kebayak warna putih dan Deon dengan kemeja putih dan jas hitam sangat cantik dan tampan sedangkan Liliana ia memakai gaun cantik berwarna biru dan putih dengan ikat pinggang berwarna pink fanta


" Mari pengantin wanita silahkan duduk di samping pengantin Pria " Ucap pak penghulu dan setelah Nisa duduk di samping Deon kemudian keduanya pun menandatangani surat dan mendapat surat nikah mereka, setelah mereka selesai mendatangani lalu proses tukar cincin pun di lakukan


" Baik sekarang pengantin Pria akan menyematkan cincin untuk pengantin wanita nya " Lalu Deon meraih tangan Nisa dan memakaikan cincin dengan mata cincin yang berwarna merah seperti batu rubi ke jari manis Nisa


" Sekarang giliran pengantin wanitanya yang menyematkan cincin pada pengantin pria " Kemudian Nisa pun juga memakai kan cincin ke jari manis Deon, setelah itu tepuk tangan pun menyambut mereka dengan meriah


" Sekarang penyerahan mahar nya " Ucap pak penghulu tersebut, lalu Deon menyerah kan maharnya kepada Nisa dan di foto oleh beberapa tamu, juga foto grafer yang mereka sewa untuk foto pengantin mereka dan foto pengantin yang akan mereka pajang di ruang tamu ruang mereka

__ADS_1


Lalu setelah serah Terima tersebut kemudian Nisa pun mencium tangan Deon suaminya, setelah Nisa mencium tangan suaminya Deon pun juga mencium kening Nisa dengan mesra dan lembut, keduanya pun mendapat tepukan dari tamu yang mereka undang, setelah itu do'a mereka panjatkan.


Sekarang keduanya telah resmi menjadi suami istri yang sah dimata hukum dan agama, setelah selesai memanjatkan do'a para tamu undangan pun di persilahkan untuk memakan makanan atau masakan yang sudah di siapkan serta buah tangan di berikan saat mereka pergi pulang


Pernikahan mereka cukup sederhana karena tidak mengadakan resepsi pernikahan, hanya ijab kabul dan mengundang tamu mereka dan orang-orang sekitar


Deon dan Nisa menyambut para tamu yang datang Sedangkan Liliana ia asyik menikmati kue dari pernikahan orang tuanya yang sudah mereka siapkan untuk para tamu dan pengunjung


" Selamat ya broo akhirnya kamu nikah juga, gimana rasanya " Ucap Gilang memeberikan selamat pada Deon dan juga Nisa


" Rasanya kau akan tahu saat kau akan menikah nanti, ya sama sama semoga kau segera menyusul ku " Jawab Deon seraya menjabat tangan temannya serta sahabatnya itu,


" Hmm dan untuk mu selamat semoga cepat di beri momongan " Ucap Gilang juga mengalami Nisa


" Terimaksih " Jawab Nisa sembari menerima ukuran tangan Gilang


" Mungkin ia bermain atau memakan kue di sana, di sini juga ada anak anak, kau tenang saja " Ucap Deon untuk menenangkan Nisa agar tak khawatir


Sampai malam menjelang dan para tamu undangan pun juga sudah berakhir dan pulang, kini hanya tersisa paman dan bibi dari Nisa serta saudara tiri Nisa di sana, sedangkan Liliana ia menempel pada Deon karena ia lelah bermain dengan anak anak dari tetangga mereka


" Deon aku sudah menyerahkan Nisa padamu Jaga dia baik baik, aku bukan paman yang baik untuk nya tapi aku menyayangi nya " Ucap paman Nisa


" Pasti anda tenang saja saya akan menjaganya dan membuatnya bahagia " Jawab Deon, lalu Nisa pun berpelukan pada bibinya, pamannya dan saudara tirinya, setelah mereka berpelukan dan mengucapkan salam perpisahan mereka pun pergi.


Acara pernikahan pun selsai dan kini mereka membereskan semuanya sampai tengah malam mereka baru selesai membereskan nya, sedangkan Liliana ia sedang tidur setelah ia merengek mengantuk, lalu sekarang keduanya berada di kamar Deon


" Nisa kau mandi saja dulu " Ucap Deon pada Nisa

__ADS_1


Dan di setujui oleh Nisa, lalu setelah Nisa melepaskan aksesoris nya ia pun melepaskan pakain kebayaknya, dikamar mandi dan ia pun mulai mandi dan membersihkan dirinya, setengah jam berlalu akhirnya Nisa keluar dari kamar mandi mengenakan jubah mandinya, Deon yang melihat itupun menatapnya tanpa kedip karena baru kali ini ia menatap Nisa se intens itu, jantung nya berdebar dengan kencang


" Mas jangan melihat ku seperi itu, mandilah cepat ini sudah malam, " Ujar Nisa yang malu karena di tatap Deon dengan sangat intens apalagi ia hanya mengenakan jubah mandi


Tanpa berkata Deon langsung mengambil handuknya dan melesat ke kamar mandi, sedangkan Deon manis Nisa memakai pakain tidur nya, karena ia kelelahan akhirnya ia tidur terlebih dahulu setelah memakai pakaian tidurnya dan merebahkan dirinya di ranjang kasur besar milik Deon tak lama ia sudah tertidur.


Tak lama Deon keluar dari kamar mandi mengenakan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya, ia melihat Nisa tidur setelah membersihkan dirinya, lalu dengan cepat Deon pun memakai pakaian tidurnya dan ikut merebahkan dirinya di samping Nisa, ia mencium kening Nisa lalu ikut tidur dengan memeluk perut Nisa.


.


.


.


.


.


.


.


.


berikan pendapat kalian ya gaiys bagaimana bagain yang ini, dan akhirnya mereka nikah juga teman teman,memang pernikahan mereka sederhana tetapi kebahagian mereka tidak bisa di ukur... 🥰🥰😍😍😍😊😊😊💞💞💞💞


selanjutnya adalah cerita setelah pernikahan mereka bagaimana kisah selanjutnya, berikan saran kalian untuk author ya , salam hangat dari author untuk kalian semua 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2