
Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim mereka bertiga mengumpul di ruang keluarga atau ruang tengah sambil menonton TV tetapi tak lama Deon ketiduran ketika ia menemani Nisa dan Lilian menonton acara TV.
Saat Lilian melihat sangat ayah tidur ia pun mengatakan pada Nisa
" Bunda ayah tidur " Ucap Lilian setengah berbisik pada Nisa
" Benarkah, biarkan saja Lilian, ayah capek " Jawab Nisa
Selama beberapa menit mereka menonton TV Lilian pun juga tertidur karena mengantuk, setelahnya Nisa menggendongnya untuk tidur di kamar nya, lalu ia kembali keluar saat Lilian sudah nyaman dengan tidurnya, Nisa menghampiri Deon untuk ia ajak tidur di kamar saja
" Mas, mas Deon bangun mas tidur di kamar, nanti sakit kalo tidur di sini " Panggil Nisa pada Deon
Wahh perhatian sekali kamu Nisa sama suamimu, iya kan teman teman, emang sih semua istri gitu Nisa cuman mau bangunin Deon aja kok untuk tidur di kamar eeaaa....
Deon pun bangun karena merasa terganggu ada yang yang menggoyangkan lengannya dan memanggil dirinya , masih setengah sadar Deon pun menjawab
" Hmmm ya ada apa " Jawab Deon dengan suaranya yang serak khas orang bangun tidur dan capek sehingga suara serak Deon mampu membuat Nisa menelan ludahnya suara itu mengalun sangat lembut walaupun serak
Dengan kasar Nisa menelan ludahnya karena tenggorokannya tiba tiba saja kering setelah mendengar suara serak Deon tersebut
" Mas bangun tidur di kamar " Ucap Nisa kembali membangunkan Deon sambil menggoyangkan lengan suaminya itu
Dengan malas Deon pun membuka matanya dan bangun dari tidurnya lalu ia pun dengan cepat menggendong Nisa ala bridal stayl dan membawanya masuk ke dalam kamar, Nisa yang masih terkejut hanya bisa diam seperti patung sampai ia di baringkan oleh suaminya di ranjang kasur kamar mereka
" Mas ngantuk neng, kita bahas besok aja ya " Ucap Deon tiba tiba, seperti Deon sudah tahu ia akan bertanya banyak hal padanya pikir Nisa lalu ia pun menuruti perkataan suaminya itu, Deon yang sudah membaringkan tubuhnya di samping Nisa tertidur kembali, sedangkan Nisa ia tidak bisa tidur,
Nisa membolak balikkan badannya yang kadang telentang, tengkurap, miring kanan, miring kiri, lalu ia duduk dan tak lama tidur lagi, memejamkan matanya pun percuma karena ia sama sekali tak bisa tidur, hingga ia kesal tetap saja Nisa tidak bisa tidur, Deon yang merasa terusik pun bangun dari tidurnya lalu duduk dan menyandar di tembok ranjang melihat semua tingkah istrinya yang sedang kesal karena tak bisa tidur .
Adakah dari kalian yang susah tidur atau kadang gak bisa tidur, kadang sih aku juga gak bisa tidur sampai ngantuk baru tuh tidur
Saat Deon membuka suaranya yang serak hampir habis karena memang Deon jika ia kelelahan suaranya akan serak
" Neng Nisa sayang " Panggil Deon dan di dengar oleh Nisa , Nisa yang merasa terpanggil pun menolehkan kepalanya ke samping kiri untuk melihat Deon yang memanggilnya
" Iya " Jawab Nisa singkat
" Sini peluk mas " Ujar Deon lagi sambil merentangkan tangannya, dengan cepat Nisa pun memeluk suaminya itu dan menempelkan kepalanya di dada bidang suaminya yang nyaman
" Kenapa hmm gak bisa tidur " Tanya Deon pada Nisa
__ADS_1
" Iya gak bisa tidur, banyak pikiran " Jawab jujur Nisa
" Cerita sayang, bilang sama mas apa yang kamu fikirin " Ucap Deon sambil memeluk istrinya lalu ia mencium kening istrinya itu
" Soal butik, terus kamu juga, semuanya " Jawab Nisa
Ia semakin menenggelamkan wajahnya ke dada bidang suaminya itu tak lama ia merasakan hangat dan nyaman lalu Nisa pun tertidur
" Neng, Nisa " Panggil Deon tapi tak ada respon dan jawaban dari istrinya itu dan saat Deon melihat ternyata istrinya itu sudah tidur di pelukannya, ia membiarkannya saja dan mengelus kepala Nisa , ia juga tertidur dengan posisi itu karena sudah sangat lelah sekali.
Keesokan harinya, Lilian bangun dan ia ingin membangunkan orang tuanya , biasanya saat ia bangun Deon atau Nisa sudah berada di dapur, tetapi ia hari ini tak melihat nya Lilian pun akhirnya berjalan
kekamar Deon dan membuka pintu nya untuk membangunkan orang tuanya
" Ayahh, bunda... " Panggil Lilian pelan lalu ia masuk ke dalam kamar dan mendapati orang tuanya tidur sambil berpelukan
" Hihi ayahh peluk bunda saat tidur, ihh lucunya bunda kalo tidur kayak putri tidur aja gak gerak sama sekali " Gumam Lilian yang masih berusia 6 tahun itu lalu ia pun naik ke tempat tidur dan ikut tidur di tengah mereka,
Deon yang semula tertidur pun terbangun saat merasakan ada yang bertambah satu di tengahnya, ia membuka matanya setengah dan melihat ada Lilian yang ikut bergabung dengan nya dan ikut tertidur juga di tengah nya dan Nisa , ia tersenyum tipis lalu memejamkan matanya lagi pura pura tidur
Lilian senang ia sekarang sudah mempuanyainkekuarga yang lengkap walau terkadang ia masih sedih dan sedikit takut juga trauma tetapi tak memungkiri bahwa sekarang ia bahagia bisa bersama mereka.
" Iya Lilian sayang ada apa " Jawab Deon masih dengan suaranya yang serak seperti kemarin dan bertambah serak karena bangun dari tidurnya
" Suara ayah kenapa " Tanya Lilian karena ia baru mendengar suara ayahnya yang sangat serak itu, biasanya suara ayahnya itu tak serak dan bisa menirukan suaranya juga
" Tidak papa sayang ayah hanya lelah dan suara ayah serak ini " Jawab Deon
" Mas udah pagi " Gumam Nisa bertanya dengan matanya yang masih terpejam
" Iya bunda udah pagi, ayo bangun " Bukan Deon yang menjawab tetapi Lilian yang menjawabnya
Seketika mata Nisa terbuka lebar ia terkejut mendapati liliana ada bersama mereka sedang tersenyum manis di tengah mereka
" Astaga Lilian kamu di disini nak " Tanya Nisa terkejut dan di angguki oleh Lilian lalu matanya melirik dan menatap Deon bahwa suaminya sudah tahu sejak tadi tapi ia hanya diam lalu memejamkan matanya lagi
" Ayah, bunda ayo bangun hari ini ambil rapot " Ucap Lilian mengingatkan keduanya, ya hari ini memang pengambilan rapot di sekolah nya dan setelahnya akan libur panjang,
" Ohh iya sayang bunda lupa, kalo gitu kamu sama ayah dulu ya bunda mau mandi " Ucap Lilian lalu langsung melesat menuju kamar mandi
__ADS_1
Sedangkan Deon ia membuka matanya kembali dan mendapati putrinya masih ada di sampingnya dan tiduran di sebelahnya
" Ayahh tadi bunda kenapa " Tanya Lilian karena tak biasanya bunda nya seperti itu
" Bunda tidak papa, sayang bunda hanya malu, pipinya merah makanya bunda pergi " Jelas Deon
" Suara ayah jelek " Celetuk Lilian yang tak suka suara ayahnya yang serak itu
Deon tergelak mendengar ucapan Lilian yang mengatakan suara nya jelek
" Hahaha Lilian suara ayah kayak kodok ya, serak banget " Tanya Deon setelah ia tertawa karena perkataan Lilian
" Iya serak banget kayak kodok Lilian gak suka " Jawab Lilian, ia memang tak suka jika suara ayahnya itu serak seperti sekarang
" Nanti juga sembuh, Lilian udah siap ya dari tadi " Ujar Deon ia baru melihat bahwa putrinya udah rapi dan cantik untuk pergi ke sekolah mengambil rapot nya
" Udah " Jawab Liliana
Tak lama Nisa pun keluar dari kamar mandi dengan pakai inya yang sudah rapi lalu ia turun kebawah tanpa menghiraukan mereka yang masih di tempat tidur karena Nisa masih merasa malu ia tidur di pelukan Deon dan ketahuan oleh putrinya itu
" Bunda " Panggil Lilian tapi tak mendpaati jawaban dari Nisa lalu ia menatap ayahnya dan tersenyum padanya
" Kejar bunda sayang, bunda hanya malu tadi, sekarang bunda pasti buat sarapan, ambil punding yang kita bawa kemarin dikulkas ya, kasihin ke bunda biar bunda gak marah dan malu lagi " Ucap Deon pada Lilian, cara ampuh untuk meluluhkan Nisa agar tak kesal atau marah pada nya, yaitu memberikan makanan manis pada Nisa,
" Baik ayahh dadah ayah " Ujar Lilian lalu mengejar bundanya yang keluar dari kamar, sesampainya di bawah Lilian mengikuti perkataan Deon untuk memberikan puding susu yang di bawanya kemarin saat pulang dari villa yang ada dikulkas, sementara Deon ia bersiap siap , melesat ke kamar mandi melakukan ritual paginya , tak sampai lima menit ia pun keluar dari dalam kamar mandi, Deon dengan cepat memakai pakaian nya kali ini ia mengenakan kaos putih berlengan pendek dengan jas biru navi sangat pas di badan atletis nya , setelah selesai ia pun keluar dari kamarnya menuju ruang kerjanya untuk mengambil tas kerjanya dulu.
Selanjutnya ia menghampiri mereka berdua yang sudah memakan sarapannya tanpa menunggu nya, iya tahu bahwa Nisa masih kesal padanya karena tak membangunkannya saat Lilian datang dan ia juga malu, karena ketahuan putrinya bahwa ia tidur di pelukan nya, meskipun ia sudah tak malu dan sudah asik mengobrol bersama putrinya itu , tetapi Nisa seakan mengabaikannya masih ada rasa kesal di hati nya .
.
.
.
.
Deon si serba tahu, siapa di sini yang kayak Deon si serba tahu belum juga bicara udah tahu duluan ..
berikan pendapat kalian dan saran kalian ya bagaimana tentang bagian yang ini, jangan lupa beri like dan komentar kalian di bawahnya....
__ADS_1
dalam. hangat dari author untuk kalian semua... 😊😊🥰🥰💞💞💞