Mr. Perfect

Mr. Perfect
Gue nggak suka diacuhin


__ADS_3

Arkan mendumel dalam hati! Sejak kapan Id line nya ada pada Lia. Sudah berpuluh-puluh pesan yang dikirim Lia, namun tak satupun yang dibalas Arkan. Ia malas menanggapi gadis itu. Ponselnya tak henti² berdering, ia pun memutuskan untuk membalas Pesan Lia. Mungkin dengan ini bisa mengehentikan aksi gadis itu


Gajelas


Asslamualaikum calon imamku


Kok nggk dibales?


Arr


Arkannn!!


Aku ngambek nih!


Arkan bales dong!


Arkan Pradipta Leonidas.


Calon suami Aprilia Pratama


Arkan iih ngeselin


Dan masih banyak lagi chat dari Lia, yang sengaja diabaikan oleh Arkan.


Apaan?


Setelah mengirimkan itu, Arkan berusaha fokus belajar.


Namun tak lama kemudian dering di Ponselnya berbunyi kembali. "Sial, ganggu aja sih ni cewe" Batin Arkan.


Ternyata bukan chat dari Lia, melainkan chat dari sahabatnya.


**Kenzo**


Woy


Ngumpul yuk, kita lagi di basecump nih!


Gue lagi belajar


Aelahh, elu mah. Nggak ada penolakan!


OTW!


Cepetan bang Arkan, dedek kenzo udah nungguin nih dari tadi.


Jijik bego!!!


Setelah megirimkan pesannya pada kenzo, Arkan memakai Hoodie nya dan segera melesat ke basecump tempat ia nongkrong bersama sahabat²nya.


............


Disisi lain, Lia sangat kesal. Ingin sekali ia membanting Ponselnya. Bagaimana tidak pesannya, hanya dibalas singkat oleh Arkan.

__ADS_1


"Untung Lia sayang, kalau nggak ogah aku nge spam kamu ar" batin lia.


Ia kembali membuka room chatnya bersama Arkan.


**My Husband**



Assalamualikum calon imamku


Kok nggak dibales?


Arr


Arkannnn!!


Aku ngambek nihh!!


Arkan bales dong!


Arkan Pradpta Leonidas


Calon suami Aprilia Pratama


Arkan iih ngeselin!


Apaan?


Kamu di mna? Habis dari


*read*


"Lia kamu seharusnya sadar dong, sampai kapan kamu kaya gini? Hhh " Lia menghela nafas memikirkan nasib percintaannya yang tak kunjung dibalas oleh Arkan.


............


Besoknya, Lia berjalan lesuh menuju kelasnya. Ia masih memikirkan kata² mamanya tadi malam.


Flashback on


"Kenapa nilai kamu gini banget sih nak? " Kata Rina menanyai anaknya.


"Nggak tau mah, padahal Lia, udah berusaha"


Ujar Lia seraya menundukkan kepalanya, ia takut mamanya akan marah.


Hal ini tidak akan terjadi jika saja gurunya, tidak menelfon mamanya, dan memberi tahu nilai anjloknya.


"Mama nggak maksain nilai kamu buat bagus kok sayang, setidaknya jangan merah kaya gini" Kata Rina lembut, sambil mengusap kepala Lia.


"Iya mah, Lia bakal berusaha lagi kok"


Seru Lia menunjukkan deretan giginya.

__ADS_1


"Nah gitu dong, yang semangat. Mama bakalan kasih guru Privat ke kamu" Kata Rina sukses membuat Lia melototkan matanya.


"Yah mah, nggak usah, Lia bisa kok belajar sendiri. " Ujar Lia merengek pada Rina.


"Nggak, keputusan mama udah bulat, kamu harus Les privat, lagian Guru kamu seumuran kamu kok" kata Rina tegas, tak terbantahkan.


"Hufft ya udah deh" Pasrah Lia pada akhirnya.


Flashback off


Bahkan Lia lupa membuatkan Arkan bekal untuk hari ini.


..........


"Eh Ar, liat tuh silia, lesu banget" Ujar kenzo menatap Lia yang sedang berjalan kearah mereka.


"Bukan urusan gue" Datar Arkan, namun matanya menoleh pada Lia. Ya, gadis itu nampak berbeda, Lia yang biasanya Ceria, kini hanya terrunduk lesu.


"Dia kenapa yah? " Batin Arkan. Tersadar, Arkan menggelengkan kepalanya.


"Gue ngapain sih mikirin dia? Nggak penting juga" ucap Arkan dalam hati.


Lia melewati Arkan begitu saja, tanpa menoleh sedikit pun. Ia tidak sadar jika Arkan sedang memperhatikannya, jika ia sadar mungkin ia akan melompat kegirangan.


"Lah neng, udah nggak suka lagi sama Arkan" Canda Kenzo, yang dihadiahi jitakan keras dikepalanya pelakunya adalah Arkan.


"Apaan sih Lu ar? Sakit nih pala gue" Keluhnya


"Bodoh amat" Sarkas Arkan, Kenzo hanya berusaha sabar menghadapi manusia datar didepannya ini.


"Eh, Arkan. Maaf yah Lia lupa bikin bekal"


Ucap Lia setelah sadar dari lamunannya.


"Ngapain minta maaf? " Kata Arkan datar


"Hhh terserah kamu deh" Ucap Lia cuek, kemudian berlalu dari hadapan Arkan.


Arkan terdiam, ia tidak menyangka Lia akan bersikap seperti itu.


"Mampus lu, Lia pasti udah nggak suka lagi sama elu" Kata kenzo


"Bener tu, kayanya dia udah capek sama elo ar. " sambung Arka.


" Capek kenapa coba? Emang Lia olahraga? "


Ujar Panji, kemudian mendapat jitakan dari kenzo dan Raka.


"Bego! " kata Kenzo dan Raka bersamaan


Arkan tidak perduli dengan, percecokan sahabatnya. Entah apa yang dirasakannya saat ini, ia tadi hanya sedikit tidak suka dengan sifat Lia yang mulai mengacuhkannya.


"Kenapa luh Ar? " tanya Raka melihat Arkan yang hanya berdiam diri.

__ADS_1


"Entah, gue ngerasa nggak suka diacuhin"


Jawab Arkan.


__ADS_2