
Keesokan harinya setelah mengantarkan Likianan ke sekolah Deon pulang lebih dulu dan mengantarkan Andra ke sekolah nya bersama Nisa ya sekolah Andra dan Liliana tidak satu sekolah Andra sekolah di sekolah yang lumayan dekat dengan rumahnya hanya mungkin beberda jalan dan tidak sampaii satu jam mereka telah sampai di sekolah Andra, setelah Andra masuk ke sekolah Deon dan Nisa menunggunya di kafe depan sekolah Andra.
" Mas beneran kamu gak papa lihat tuh muka kamu masih pucet banget, kalo ketemuannya di tunda besok gimana " Ujar Nisa setelah mereka duduk di dalam kafe tersebut
" Enggak papa sayang nanti juga sembuh, hmm kalo guyu nanti kamu temenin Mas aja mau biar Andra sama Liliana nunggu kita di rumah " Tawar Deon, meskipun ia merasakn badannya sedikit panas namun ia tidak bisa menunda pekerjaannya jika di tunda takutnya nanti ada masalah lagi
" Baiklah tapi jangan capek capek biar aku aja yang omong sama mereka Mas cukup duduk diam aja " Ujar Nisa sedikit tidak senang karena suaminya tetap ingin bekerja meskipun sedang tidak enak badan, hari ini saja ia memakai baju hangat seperti sweeter dan mantel nya ya karena Deon kedinginan ia merasa sangat kedinginan walau badannya panas begitulah ia saat tidak enak badan atau sakit.
" Iya sesuka hati kamu Sayang nya Mas " Ucap Deon
" Dimakan dong masak udah pesen gak di makan sih mumpung masih hangat " Ucap Nisa tadi pagi Deon hanya makan sedikit dengan sayur nya yang ia masak dan setelah masuk kafe Nisa memerankan makanan kesukaan Deon yaitu nasi goreng seafood tetapi tidak ia sentuh sama sekali dan ia juga memesan minuman hangat yaitu teh manis hangat
" Tidak, kamu saja yang makan mas minun aja " Telah Deon lembut
" Haahh sini aku suapin ya " Nisa mengenal napas panjang lalu mulai menyuapi suaminya itu yang manja saat ia sakit, Sedikit demi sedikit Deon mau memakannya dengan di suapin okeh istrinya, orang-orang yang melihatnya pun merasa mereka seperti oe gantinya baru yang baru saja menikah karena kemesraan mereka berdua, tidak tahunya mereka suda membuatnya dua anak yang sangat mereka sayangi sekarang
" Sudah, dikit lagi tinggal satu suapan Mas sayang nanti dapat sesuatu dari aku ayolah Mas Deon sayang " Bujuk Nisa tidur ggal satu suap Deon sudah merasa tidak kuat karena kenyang tetapi apalah buat dengan nada manja istrinya yang lembut itu akhirnya Deon menerima satu suapan terakhir dari sang istri tercintanya
" Bangus sekarang minum dulu ya " Ujar Nisa laku menyerahkan segelas teh hangat nya pada Deon, dan Deon pun meminumnya hinga setengah dari gelas tersebut
Muahhh....
Nisa mencium pipi Deon kanan dan kiri setelah suaminya selesai minum teh hangat nya, mendapat ciuman dari istrinya Deon pun tersenyum dan tidak lama ia menarik pelan tangan istrinya dan memindahkannya menjadi ia memangkunya sekarang.
" Ihh Maaass banyak orang tahu kamu tuh ini di depan umum lepas ahh aku mau duduk sendiri " Kesal Nisa tapi apalah buat ia tidak bisa melawan suaminya karena tentu saja ia kalah kekuatannya dan kekuatan suaminya itu lebih besaran kekuatan suaminya daripada dirinya
" Udah gak papa sekali aja, bentar kagibkutaboergu bukanlah sebentar lagi jam pulang sekolahnya Andra " Ujar Deon tenang dan santai sambil memeluk istrinya yang ada di pangkuannya itu.
Tidak lama setelahnya mereka memang benar benar pergi dari sana karena menjemput Andra, sebelum pergi Deon membayar makannya terlebih dahulu lalu barulah mereka pergi meninggalkan kafe dan menuju sekolah Andra yang ada di dapan kafe tersebut.
Setelah menjemput Andra mereka mampir di butik lebih dulu sekalian menunggu jam pulang putrinya Liliana , ketiganya berada di ruangan kerja Deon untung saja tadi saat berangkat mengantar Andra ke sekolah Deon membawa baju ganti untuk jaga jaga seandainya ia tidak kembali ke rumah dan mampir di butik menunggu jam siang agar tidak bilak balik dari rumah ke sekolah dan dari rumah ke kafe, juga karena Deon lagi tak enak badan makan ia sekalian saja nanti istirahat full di rumah setelah selesai juga dengan pekerjaannya .
Setelah menunggu lama akhirnya jam siang pun tiba dan kini mereka menjemput Liliana di sekolah, setelah menjemput Liliana Deon pulang kerumah lebih dulu untuk mengambil tas kerjanya dan menunggu Nisa berganti pakaian sedangkan Deon ia tetap memakai baju hangatnya itu.
" Bunda kalian mauboergi lagi " Ujar Liliana yang sekarang telah bergabtibpakain dan sedang makan siang bersama Andra meskipun terkadang Andra minta di suapin makannya
" Iya, Bunda nemenin Ayah kerja sebentar di kafe, kalian di rumah dulu ya kalo mau apa apa bilang sama Bunda " Jelas Nisa pada putrinya tersebut
" Oky Bun, kalo pulang aku mau tortilini daribkagenya Ayah Bun " Ujar Liliana ia lama tidak makan itu dan ia kepingin itu
" Nanti Bubda bilang sama Ayah "
" Bunda Aku juga mau Bun " Ucap Andra yang juga ingin seperti kakaknya itu
__ADS_1
" Ohh Andra juga mau, kamu mau apa sayang " Bals Nisa sambil mencium pipi gembul Andra dan juga Liliana
" Aku mau churros Bun " Ucap Andra
" Iya, nanti Bunda bilangin ke Ayah oky sekarang kalian disruh dulu ya baik baik, kakak jagain adek ya "
" Iya, siap Bun " Jawab mereka
" Pintu di kunci kalo ada apa apa telpon Bubda atau Ayah " Ingat nya lalu Nisa ke luar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobil sebab Deon sudah menunggunya di dalam mobil sambil tiduran
" Mas udah ayo berangkat " Panggilnya dan tak alama Deon terbangun lalu melakukan mobilnya, di dalam perjalanan tidak ada percakapan kanya ada keheningan juga tangan Deon yang satunya memegang tangan Nisa selama perjalanan berlangsung hingga mereka sampai di depan kafe.
" Udah sampai yuk turun, tolong kamu bawakan tas nya Mas ya " Ujar Deon pada Nisa dan di angguki oleh Nisa, lalu mereka berdua pun turun dan keluar dari mobil, selanjutnya mereka berjalan masuk ke dalam kafe.
Deon mencari orang yang akan mereka temui hari ini dan melihat ada laki laki dengan kemeja abu abai sedang menatap nya dengan sesekali ia menyesap minumannya itu
" Sepertinya di sana Neng " Ujarnya lalu Deon juga Nisa menghampiri laki-laki tersebut
" Salam apakah anda dengan Tuan Zarion dari PT ×× yang akan bertemu dengan pemilik kafe ini " ucap Nisa sedangkan Deon hanya diam sambil memeluk pinggang Nisa dan menatap datar ke arah laku laki tersebut.
" Ya, Anda... "
" Istri ku, lama tak jumpa Rion kau lupa dengan ku " Jawab Dekn cepat, ternyata Zarion adalh klien yang sempat membatalkan kerjasamanya saat dib perusahaannya dulu walau mereka sempat berteman karena menghadiri konferensi pers bersama di acara acara perusahaan namun ia tidak jadi bekerja sama karena mengetahui bahwa perusahaan Deon mengalami masalh dan akhirnya bangkrut
" Hmm " ucap deon ia hanya membalas dengan deheman saja
" Duduklah, sepertinya kau sedang tak enak badan , kenal kau tidak tunda saja "
" Tidak biar aku bisa istirahat setelahnya " jawab Deon datar dan cuek
" Kau tak berubah sedikitpun tetap dingin dan cuek dengan ku "
" Langsung ke intinya, kau mau apa bertemu dengan ku, jangan bilang kau mau menyewa atau bekerja sama dengan kafe ju di acara perusahaanmu sebentar lagi "
" Ya kau tahu itu, baiklah aku hanya ingin menyewa untuk acara ulangtahun keluarga ku satu minggu lagi apa kau bisa "
" Buat istriku yang menjawabnya " Ucap Deon
" Mas kenapa aku " Bisik Nisa
" Tidak papa nanti Mas jelaskan di rumah sayang " Ujar Deon lembut dengan senyum manisnya, seketika Zarion yang ada di hadapannya pun tercengang melihat itu bagaimana bisa teman nya yang berteman sebentar karena sering bertemu di acara oerusahaan waktu dulu saat perusahaan Deon dengan Gilang temannya tetapi lebih sering ia bertemu dengan Gilang karena mereka hanya bertemu beberapa kali jika acara itu penting baik baik saja sebelum ada masalh dengan perusahaan milik Deon dan dirinya menjadi sibuk jalan itu menjadi manja dan lembut di depan istrinya yang di peluknya tersebut sedangkan dirinya sampai sekarang belum menemukan tambatan hatinya.
" Baiklah, jadi anda ingin menyewa lage kami "
__ADS_1
" Benar apakh bisa "
" Tentu, tema dan semuanya akan di atur sesuai kemauan anda dengan uang muka yang dibayar langsung dan sisanya akan di tranfer saat satu hari sebelum acara " Jelas Nisa pada Zarion
" Hmm tema aku tak tahu dengan tema seperti itu, jika masalh makanan dan minumannya aku mempunyai daftarnya temanya kalian daja yang menentukannya "
" Boleh saya lihat daftar menunya " Ucap Nisa harap harap takut
" Silahkan ini daftarnya " Ucap nya sambil menyerahkan daftar menunya pada Nisa
" Mas, ini " Ucap Nisa pada Deon saat mereka bersama sama melihat daftar menu nya ternyata Zarion memesan makanan yang mahal di kafe nya dan minumannya juga serta camilannya atau makanan penutup dengan kue manis yang jarang di pesan karena harganya yang lumayan mahal
" Baiklah bagaimana dengan tema golden rose " Ujar Deon
" Tema apa itu? " Tanyanya tak mengerti
" Itu adalah tema golden dengan bunga mawar dan sedikit lilin aroma juga lampu untuk menambah kesan seperti di taman mawar " Jelas Nisa pada Zarion menggantikan Dekn yang sekrang sedang bersandar di bahunya sebab Deon merasakan pusing di kepalanya ia hampir tidak kuat hingga akhirnya memilih untuk bersandar di bahu istrinya ya meskipun ia tahu ada klien atau orang di depannya sekarang tetapi ia tidak peduli akan hal itu
" Baiklah untuk transaksinya biar asisten ku yang urus akan ku bayar lunas saat seblum acara " .
" Ya, terimaksih dan maaf aku tak melayani dengan baik aku butuh istriahat " ucap Deon sambil mengangkat kepalanya pelan
" Tidak masalah, kita sudah lama tidak bertemu dan aku tahu itu dengan inibkubharqp kita bisa verteman kembali seperti sebelumnya "
" Terserah apa kata mu " ucapnya, laku tak lama klien itu pergi meninggalkan mereka berdua, dan Nisa setelahnya memanggil perlahan untuk memesan churros dan tortilini yang di pesan kedua anaknya tadi.
.
.
.
.
.
.
.
Cerita masih bersambung ya teman teman bagaimana pendapat kalian tentang ini berikan saran kalian ya..
Dan jangan lupa tinggalkan je nak kalian dengan cara berikan tanda like, dan komentar dibawah ya jika ada masukan atau apapun itu bilang aja ya... 🥰🥰
__ADS_1
Dalam dari author untuk kalian semua dan juga selamat hari Santri ya... 😍😍🥰🥰💞💞💞