
Selanjutnya setelah selesai jadwal Dosen itu mengajar, yang artinya tugasnya sebagai asisten dosen sudah selesai, Liliana berencana untuk ke ka tin karena perutnya yang sakit belum terisi apapun dan masih kosong sejak pagi, dan hanya memakan potongan coklat kecil saja yang biasa bawa dari rumah tadinsaat berangkat ke kampus.
Tetapi sialnya di tengah buat berjalan di belakang dosen ngntuk menaruh kembali materi di ruang dosen ia merasa pusing dan perutnya juga sakit ia tahu jika tidak segera di isi makan ia bisa pingsan ma dia punya sakit magh lagi jika telat makan , dan karena tidak kuat Liliana menjatuhkan map materi itu dengan sedikit keras dan tangannya tak sengaja memegang pergelangan tangan Dosen itu dengan erat karena rasa pusing yang semakin melanda lalu tak ma Dosen itu pun berhenti tatkala merasakan pegangan erat di pergelangan tangannya dan membalikkan badannya dan menyadari bahwa Lilanan terlihat sangat pucat
" Lilian " Panggil Dion, kita panggil Dion aja ya gak udah pakek Dosen lagi
" Li, " Panggilannya lagi namun tak mendapat respon, sedetik kemudian Liliana mengucapkan sesuatu
" Pusing , kepala Lili pusing, " Tak alam setelah mata tak itu dengan suara ya g lirih hampir tidak terdengar namun masih bisa di dengar oleh Dion, Lilianan pingsan dan di tangkap oleh Dion, kemudian Dion memboyongnya dan membawa nya ke uks namun sayangnya tidak ada orang di uks, ia memanggil petugas yang berjaga di uks tetapi mereka sedang tidak ada jadwal jaga dan satunya yang bertugas jaga pun sakit, akhirnya Dion membawa Lilianan ke ruangannya, map materi ya g terjatuh tadi tidak penting lagi Dion melupakannya, namun salah seorang mahasiswa yang melihat itu mengambil materi tersebut dan akan mengembalikannya ke ruang Dosen
" Maaf Pak materi Bapak tadi jatuh " Ucap mahasiswa tersebut kebelutaln mereka bertemu saat Dion membimbing Liliana yang oi gasan he dak masuk dan mahasiswa tersebut juga sampai ingin mengetuk pintu ruangan tersebut
" Ya, ohh iya, bisa tolong bukakan pintunya " Ujar Dion meminta mahasiswa itu bukan tuk mbuakaknointu ruangannya, tak lama ia membuak akn pintu dan ikut masuk ke dalam ruangannya dan menaruh map materi di atas meja dosen di ruangan tersebut, sedangkan Dionembaringkan Liliana di sofa yang ada
" Maaf dan terimakasih, kamu boleh keluar sekarang " Ucap Dion padanya setelah membuat aringkan Liliana
" Ya sama sama pak " Jawab mahasiwa itu lalu ia pamit keluar , tidak lama setelah mahasiswa tersebut keluar Dion juga keluar untuk pergi ke kantin membrli bu utk dan air mineral untuk Liliana, sesaat ua kembali tetapi Liliana masih belum sadar dari pingsannya
" Ia meletakkan nampan yang berisi kan satu mangkok bubur ayam dan satu botol air mi erat di atas meja, Dion mengambil minyak kayu putih yang selalu ia bawa bila ada keadaan yang darurat .
Dion memberikan minyak kayu putih itu dan mengileksannya pada pangkal hidung Lilianan sedikit agar cepat sadar, tidak lama Liliana sadar dan terbangun dari pingsannya.
" Eughh, Pusing " Lenguh Liliana, lalu berusaha untuk duduk sambil memegang kepalanya dan menekannya sedikit
" Berbaring saja " Unar Dion yang membantunya untuk duduk , tetapi mendapat gelengan oleh Liliana
" Kamu sakit? " Tanya Dion to the Poin pada Liliana
" Enggak " Jawab Liliana cuek
" Makan dulu, ada bubur sama air mineral kamu pasti belum makan " Ucap Dion yang masih berjongkok ia tidak duduk di atas sofa tetapi berjongkok di hadapan Liliana yang duduk di sofa padahal ada kursi sofa yang bisa ia duduki aneh kan
" Bubur, bubur apa? " Tanya Liliana tanpa sadar ia melupakan bahwa yang ia ajak bicara adalah Dosen aneh itu yang selalu membuatnya kedalam dan naik darah
__ADS_1
" Bubur ayam, apa kamu tidak suka " Jawab Dion semangkuk mengambil maknkuk bubur dan menyerahkannya pada Liliana
" Heemm " Balas Liliana ia bingung harus bagaiman, perutnya masih melilit sakit karena belum terisi dan ia ingin makan sendiri namun tangannya engan untuk memegang mangkuk tersebut dan ia hanya memandangi nya saja, Dion yang masih memegang mangkuk bubur tersebut, peka dan akhirnya ia menyuap kannya pada Liliana dan Liliana masih memandangi sendok berisi bubur yang di silakan Dion namun akhirnya Liliana mau menerima suapan itu,
Jadi Dion mwngiqpu Liliana bubur sampai habis dan Liliana meminum air meneralnya, tetapi masih merasa sedikit pusing dan leritunya yang belum kenyang , ya satu mangkuk bubur itu membuat perut Liliana berbunyi dan Liliana malu karena masih lapar
" Hahahaha, masih lapar " Ujar Dion dengan tawa ringan, sedangkan Liliana yang sudah malu ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya menahan malu, dan menundukkan kelasnya sedikit, tanpa sadar Dion mengelus picuk kepala Liliana yang terbalut hijab, ya Liliana memakai hijab dari bangku SMP karena bundanya ya g selalu memaki hijab ketika keluar kiamat arah terjang di rumah ia jiga memakai hijab apalagi jika ada tamu , Lilianan juga mengikuti kebiasaan Ibunya atau Bundanya itu .
" Tidak perlu malu saya akan membawakan makanan ke sini atau kamu mau makan di kantin saja, " Ujar Dion ya g berdiri merapalkan mangkuk bubur dan hendak keluar
" Di... di kantin aja " Jawab Liliana gugup dan sekitarnya takut dan juga malu ia masih menundukkan kelasnya walau wajahnya sudah ia tutupi dengan telapak tangan nya
" Baik ayo keluar bentar lagi istirahat, kan "
" Malu... " Jawab Liliana dengan suara lirih , lalu Dion tersenyum ia tidak bisa bersikap kasar atau dingin di hadapan Liliana walau terkadang ia juga bisa bersikap dingin hanya untuk menggertak saja terapi tidak sungguh sungguh hanya untuk menakuti ajalah
" Tidak papa, ada saya , emang kamu mau di ruangan ini terus, kalo ada yang cari gimana, ini kampus lo kamu murid saya di sini " Ujar Dion dengan lembut, Liliana yang mendengar suara lembut dan halus meskipun ada sedikit serak dan berat ia terkesima dan juga aneh biasanya Dion selalu berbicara dengan nada cuek dan dingin tetapi sedikit konyol dan kocak bisa bicara selembut ini jadi ia merasa aneh saja.
" Ya ya tidak, maaf sudah menyusahkan Bapak , saya permisi " Balas Liliana ia berdiri dari duduknya dan hendak berjalan pergi namun terhenti tatkala mendengar ucapan Dosen tersebut
" Apa ya Pak "
" Kamu lupa membawa skripsi kamu, ada du antar map materi tolong di ambil saya tidak bisa membawanya " Ujar Dion
" hah ya " Ucapnya bingung namun ia menuruti perkataan dari diaen tersebut
" sudah Pak ada lagi, bukannya Bapak mau cek ya skripsinya kenapa suruh saya ambil lagi ? " Tanyanya sesusah ia menenangkan dirinya dari kejadian memalukan tadi dan ia sudah tidak kesal lagi ia tidak mau membuang tenaganya hanya karena kesal dena si Dosen aneh itu
" Ya nanti saya cek, sekarang kamu bawa dulu kan saya gak bisa pegang saya menganggap ini nampan Liliana Putri Angkasa " Ujar Dion gemas pada Liliana dan memanggil nya dengan nama lengkapnya
" Haahhh, haiihhh bikin kesel aja kan bisa di cek di ruangan kenapa susah susah di bawa bawa sih " Gerutu Liliana, pelan namun masih di dengar Dion sembari mereka keluar dari ruangan dosen tersebut menuju kantin
" Ya kan tadi pagi kamu sendiri yang bila g saya di suruh bawa skripsinya takut lupa " Jawab Dion enteng dengan senyum tipis di bibirnya namun tidak di sadari oleh Liliana karena ia tidak melihatnya
__ADS_1
" Maaf " Balas Liliana ia merasa tidak enak saja
" Kenapa minta maaf, itu tidak masalh dan bisa jadi saya lupa juga dan jadwal skripsi kamu yang harusnya sudah selesai jadi belum selesai " Jelas Dion pada Liliana dengan senyuman nya, kali ini Liliana melihat senyuman itu .
Dan entah kenapa ia terlihat manis dengan senyuman itu, itulah yang Liliana raskan ketika melihat senyuman milik dosen aneh yang terkadang bikin ia kesel sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cerita bersambung ya teman teman, ikuti terus ceritanya, dan jangan lupa dukung author dengan kalian memberikan komentar dan saran kalian juga like sama vote nya ya....
__ADS_1
Salam hangat dari Author untuk kalian semuanya,... 🥰🥰💞💞💞💕💕