
Beberapa jam pun berlalu akhirnya Dimas sampai di bandara ia menghubungi Deon dan Deon juga Gilang serta liliana yang biasa bawa sekalian karena tak ada yang menjaganya di rumah, mereka menjemput Dimas di bandara menggunakan mobil milik Deon dan Gilang membawa mobilnya sendiri, ia menuju kantor polisi karena ini sudah hampir tengah malam .
" Masuk " Ucap Deon saat melihat Dimas berdiri tak jauh dari ia berhenti melalui jendela mobilnya yang biasa buka untuk memanggil Dimas
" Astaga kaget gue, oky gue masuk " Jawabnya lalu ia membuka pintu mobil dan masuk ke bangku penumpang, di sana ada Lilian yang tertidur , setelah masuk dan menutup pintu Deon melakukan mobilnya menuju tempat Nisa yang ia temukan tadi
" Anak lo, lo bawa juga " Tanya Dimas di perjalanan "
" Iye gue bawa di rumah gak ada yang jagain terus kalo ada apa apa gimana " Jawab Deon
" Iya juga sih ya , terus ini mau ke mana, Gilang juga di mana katanya kalian berdua tadi "
" Gilang gue suruh ke kantor polisi buat lapor sekaligus dateng ke tempat tujuan, kita sedang ke tempatnya dimana mereka culik istri gue "
" Tahu dari mana lo tempatnya " Tanya Dimas tak yakin
" Di cincin pernikahan Nisa yang gue kasih ada gps nya jadi gue tahu kalo Nisa kemana mana saat gue gak ada jadi bisa nemuin nya " Jelas Deon
" Oohhh ini anak lo sma istri lo " Tanya Dimas lagi yang masih penasaran
" Bukan dia anak angkat gue tapi udah gue anggap anak sendiri sih "
" Terus lo udah buat adek belum "
" Cerewet banget ya kamu, itu urusan pribadi " Ujar Deon iya tak mau lagi meladeni Dimas yang banyak tanya tentang nya sebab ia kesal di buatnya, sudah gilirannya kacau karena istrinya di culik dan sekarang temannya banyak tanya gimana gak kesel coba.
Sementara Deon dan Dimas menuju ke lokasi Nisa di sekap, Nisa yang sudah sadar dari pingsannya ia pun menjatuhkan dirinya bersamaan dengan kursi yang di dudukinya karena ia masih terikat, penjaga pun mendegar suara tetapi mengabaikannya
" Brukk " Suara Nisa yang menjatuhkan dirinya untuk membebaskan dirinya dari ikatan yang mengikatnya itu
" Suara paan itu ayo kita lihat " Ucapan suara penjaga yang menjaga Nisa dari luar dan ingin melihat ke dalam
" Paling juga orang yang kita jaga di dalem jatoh udahlah kita jaga disini aja " Jawab teman satunya
" Awww " Suara Nisa menahan sakit saat terjatuh, dan kebetulan di sampingnya ada pecahan kaca ya di sana tempatnya sangat kotor dan berdebu juga ada sisa sisa pecahan kaca dan ada pula kayu jatuh dari atas dan genteng berjatuhan karena sudah lapuk dan tidak terawat, sudah lama kosong dan tidak ada yang menempatinya , setelah itu Nisa mencoba untuk mengambil serpihan kaca tersebut.
Beberapa menit kemudian setelah mencobanya berkali kali Nisa pun mendapatkan serpihan itu, lalu dengan cepat iya menggunakannya untuk memotong tali yang mengikat tangannya
Di tempat lain Deon mendapatkan pesan dari nomor tak di kenal
" Drrtt... drrtt... drrtt... " po del Deon bergetar lalu Deon pun mengambil dan melihat nya
__ADS_1
" Istrimu ada bersamaku, jika kau bisa selamatkanlah, jika tidak makan dia akan, mati.. datanglah ke sini di jalan ×× di dalam cafe × ku tunggu ke dagangan mu "
Isi pesan tersebut dan membuat Deon semakin marah setelah membacanya
" Argghhh... awas ae you ya aku bakal masukkan kau dalam jerusi besi penjara " Geram Deon dengan suara sedikit keras membuat Dimas tersentak kaget
" Ada apa sih lo bikin kaget aja " Tanya Dimas pada Deon
" nih lon lihat aja sendiri " Jawab Deon dengan kesal lalu memberikan ponselnya yang berisikan pesan tersebut kepada Dimas
" Ayaahh " Panggil Liliana yang terbangun dari tidurnya karena suara bising dari Deon dan Dimas ya g sejak tadi mengobrol
" Liliana udah bangun sayang, " Jawab Deon sambil menoleh kebelakang melihat putrinya tersebut
' Kita kemana yah, dan dia siapa " Tanya nya "
" Ohh kenalin ini om Dimas temennya ayah, kita mau Jemput bunda sayang kamu tidur laginya nantinkakinidah sampe ayah bangunin "
" Jemput bunda, iya ayah " Jawabnya lalu Liliana kembli tidur karena ia memang masih mengantuk
" Terus rencana lo apaan "
" hubungi Gilang suruh dia pergi ke alamat nya sama polisi, kita tetap ke lokasi Nisa, bentar lagi sampek itu pesan jawab aja gue bakal dateng "
" Iya gue tau, ya serius lah masak enggak, you tahu gue kan "
" ya ya ya tapi kan lo juga harus jagain anak lo juga jangan ambil resiko besar Deon lo bisa suruh gue untuk njemout Nisa sama Gilang lo temuin dia gimana "
" Enggak, Gilang lebih bisa menghadapi itu orang lo belum tahu gimana kalo Gilang ngamuk Dia lebih dari psiko Dimas dia itu sosiopat gue aja ngeri, sedang kan lo bantu gue jagain anak gue, dan gue selametin Nisa " Ucap Deon memiliki eti penjelasan
" Emang gue gak tahu, lo tahu dari mana kalo Gilang sosio hah "
" Waktu gue kuliah kan kita sekampus ada preman jalanan yang mau ngambil barang gue, waktu itu gue kesalahn ngehindar tu gerombolan preman terus Gilang datang, dengan sadisnya dia tu mbantai preman, dengan mematahkan lehernya sampai tewas lalu beberapa preman yang lihat dia ketakutan dan pergi "
" Kok gue baru tahu ya "
" Gue waktu itu juga kaget kok bisa dari SMA dia gak pernah kayak gitu, pas gue tanya jawabnya itu pribadi dua nya "
" Hah maksudnya apaan gue gak paham "
" Pribadi ke dua Gilang , bukan alter ego juga bukan pribadi ganda dia Gilang yang kita kenal, cuman Dia bisa sangat sadis ketika ada yang membuatnya marah dan amarah itu sudah sampai puncak dan dia gak bisa ngendaliin emosinya jadi keluar deh, Gilang menamainya bribadi nya yang lain atau kepribadiannya yang ke dua kalo udah marah dan gak bisa ngendaliin emosi, tapi kalo emosinya udah stabil dia kembali ke awal lagi gitu " Jelas Deon panjang dan Dimas pun hanya menganggukkan kepalanya
__ADS_1
Di tempat Nisa, ia belum berhasil membuka tali yang mengikatnya dengan kaca itu, tetapi ia tetap mencobanya sampai tangannya berdarah pun tak ia hiraukan sebelum ia berhasil melepasnya
" Hah susah sekali, enggak aku gak boleh nyerah, mas Deon Liliana pasti sedang mencariku, aku aharus busa lepas ini tali " Gumam Nisa memberi terus menggesekkan kaca ke tali agar terlepas
" Akhirnya lepas juga " Ucapnya dalam hati sambil ia tersenyum lalu ia pun melepas semua tali yang mengikatnya , setelah terlepas iaencari cara untuk keluar tapi tak bisa karena pikirannya kosong dan buntu ia tak bisa berfikir dengan ia menjadi panik
Lalu ia membetulkan kursinya dan menegakkan lagi kursinya seperti semula, Nisa pun kembali duduk tetapi dengan mata terpejam ia mencoba tenang agar bisa berfikir dan mencari cara agar ia bisa kabur dari sini .
" Udah lo hubungi belum sih " Tanya Deon pada Dimas
" Udah katanya iya dianjuga udah berangkat ke alamat yang lo kasih sama polisi dan beberapa polisi lain datang ke lokasi dengan alamat yang lo minta gue kirim tadi " Jawab Dimas
" Baguslah, lima menit lagi kita sampek, dan ini hampir pagi you know "
" What, are you kidding "
" No lo lihat aja jam berapa sekarang " Ucap Deon
" Hah yang benar aja udah jam Tiga pagi " Ujar Dimas setelah melihat jam di layar ponsel nya
Lima menit lagi mereka akan sampai di lokasi tempat Nisa berada dan Deon meminta Dimas untuk membuat erikannya tembak makanan yang di bawa Dimas tadi ketika sampai ke mari untuk berjaga jaga saja, menurutnya tembak mainan lebih bisa di andalkan nya daripada pistol beneran karena ketika dia menggunakan tembak mainan, musuh akan mengira itu beneran dan saat bala bantuan tiba mereka yang bersalah akan menerima akibatnya dan dia tidak akan ada masalah sebab membawa maianan saja.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana nih bestie cerita author di bagian ini, bagus gak, apakah kalian suka, terus ikuti cerita author ya , berikan pendapat dan saran
kalian
Dan jangan lupa terus berikan author like dan komentar di bawah ya....
__ADS_1
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞