
Tidak lama, Nisa selesai berganti baju dan Deon juga sudah menyiapkan berkas berkasnya dan ia juga sudah siap dengan baju kantornya, kini mereka berdua ke luar dari dalam rumah dan menuju ke mobil untuk berangkat ke kantor Deon.
" Sabuk pengaman nya Neng jangan lupa " Ingat Deon dan di angguki oleh Nisa, di dalam perjalanan Nisa memilih untuk melihat ke luar jendela, dan Deon fokus uuntuk menyetir, selama lima belas menitan mereka sampai di depan kantor Deon.
Setelahnya mereka masuk ke dalam dan menuju ke kantor ruang kerja Deon untuk menaruh berkas yang sudah selesai din kerjakan di rumah laku tidak lama Samua datang menyerahkan dokumen dan berkas meeting untuk klien yang sebentar lagi akan datang, selanjutnya Deon menerima dokumen dan berkas tersebut, dan bertepatan saat Dekn menerima bekas itu, klien yang ingin rapat atau meeting kerjasama pun datang dan menuju ke ruang rapat atau ruangan untuk meeting.
" Ohh ya, Damian itu berkas saya yang sudah selesai dan kalo ada lagi taruh saja di meja nanti saya ambil sekalian "
" Siap Tuan "
" Ikut Neng " Tawar Deon mengajak Istrinya untuk ikut
" Ikut " Jawab Nisa laku ia langsung mengikuti suaminya yang berjalan ke luar kantor menuju ruang meeting mereka.
" Pagi dengan Tuan Iskandar " Sapa Deon begitu masuk membuka pintu dan menjabat tangan dari kliennya tersebut ia tahu nama klien karena di berkas profil nya ada namanya
" Pagi juga dengan Tuan Deon " Sabut nya menyambut jabatan tangan Deon, setelah itu Deon menyilahkan klienya untuk duduk dan lalu Deon pun juga ikut duduk dibinuti dengan Nisa yang juga duduk di samping Deon karena saat Nisa akan duduk ia mnggeret dan mendekatkan kursi nya ke dekat nya untuk istrinya agar Nisa bisa duduk di sampingnya.
" Ohh perkenalkan dia istri saya Nisa " Deon memperkenalkan Nisa istrinya karena tatapan dari Tuan Iskandar terus tertuju pada istrinya
" I iya, Tuan Deon maaf kan saya, dan ya ini asisten saya Ayu "
" Ya, langsung saja Tuan kedatangan Tuan kesini bukanlah untuk bekerja sama dengan perusahan ini " Ujar Deon yang langsung pada intinya karena Deon yidakningin basa basi ia tidak suka dengan cara Tuan Iskandar menatap ustrinya dengan tatapan memuja karena Nisa yang cantik yuk dan manis
" Ya, Ini berkas dan surat kerja sama nya silahkan dilihat " Ucap Iskandar kalau asistennya yang bernama Ayu pun menyerah kan surat dokumen kerjasama yang sudah mereka siapkan.
Deon pun menerimanya dan melihat berkas tersebut, juga membacanya dengan seksama tanpa ada yang terlewat, Deon merasa tidak ada yang salah juga tidak ada yang aneh darinisi berkas serta surat kerja sama mereka, tetapi berbeda dengan Nisa ya g juga ikut melihat dan membacanya,
" Mas itu keuntungan mereka kok kayak bisa merugikan kita ya " Bisik Nisa pelan pada Deon
" Iya kah, itu mereka menanam saham pada perusahaan kita untuk pengembangan perusahaan mereka sebanyak 30%, itu kalo kita bisa membuat nya dengan kita menang saham dan mendukung perusahan tersebut dan saham yang harus kita tanam ada sebanyak 20% , tetapi kalo gagal saham kita akan hilang dan tidak ada pengecualian " Jelas Deon
" Ya bertugas untung di metrka bisa memiliki saham 20% perusahaan kita Mas , aku gak mau ya kamu kenapa tipu lagi kayak dulu dan perusahaan bangkrut lagi, " Ujar Nisa
__ADS_1
" Hmm, iya Sayang ku, " Jawab Deon sambil mengecup pipi Nisa gemas, adegan itu tidak lepas dari tatapan mata Iskandar yang selalu menatap dan mencuri pandang mereka terutama Nisa.
" Bagaimana pak apakah Anda setuju dengan kerja sama kita " Tanya Iskandar begitunDeon meletakkan map tersebut ke meja
" Maaf Tuan, sepertinya kita tidak isa. bekerja sama dengan perusahaan anda, dari berkas saya membacanya todak ada yang salah dan aneh, tetapi untuk keuntungan dan kerugiannya saya tidak bisa, dan maaf saya belum bisa bekerja sama dengan Anda Tuan Iskandar " Jelas Deon pada klannya tersebut yang nampak tidak suka dengan jawaban yang di berikan oleh Deon padanya.
" Baik kalo begitu saya permisi jika anda berubah pikiran anda usa menghubungi saya dengan nomor di kartu ini " Ujar Iskandar dengan nada yang amat tidak suka dan terdengar sangat kesal dan amarah yang tertahan, sambil meletakkan kartu nama di meja laku bangkit meninggalkan ruangan tersebut dan kantor Deon.
" Mas, " Panggil Nisa pada Suaminya tersebut yang langsubg menariknya dan ia pindah dari duduk di kursi menjadi di pangkuan suami tampanya itu setelah klien tersebut keluar dari ruangan rapat meeting
" Bentar aja Neng Nisa sayang, " Jawab Deon dengan suara serak basahnya menandakan bahwa ia lelah karena baru saja menolak kerja sama yang bisa menguntungkan perusahan mereka
" Hmm Masih ada yang lain Mas sayang yang jauh lebih dari ini "
" Ya kamu benar mungkin masih ada yang lebih bagus dari perusahaan mereka, toh Mas juga masih punya kafe sama butik yang di urus sama Liliana putri kecil kita "
" Ya sudah ayo pulang, bentar lagi Andra pulang sekolah dan Liliana yang pulang dari kampus nya, aku belum masak makan siang lo Mas " Ajak Nisa pada Deon yang meminta untuk segera pulang kerumah dengan alasan masak makan siang padahal ia ingin bersantai sejenak dan merebahkan dirinya di kasur kamar saat sampai di rumah nanti dan Nisa akan menyuruh suaminya itu yang memasak makan siang mereka sebelum anak anak pulang dari kampus dan sekolah mereka.
Sedangkan Deon yang memahami istrinya itu karena terlihat jika Nisa ingin bersantai ya semenjak klien tadi pergi dan Deon memangku nya Nisa selalu bersandar di dada bidangnya yang membuat nya merasa nyaman dan hangat.
Di tempat lain di kampus Liliana ia tengah berada di ruang pak Yoga tetapi Liliana lebih nyaman atau ia lebih suka memanggil Dosen baru tersebut dengan sebutan Pak Dion
" Ini pak silahkan di cek dan di lihat " Ujar Lilianan sambil menyerahkan skripsinya pada Pak Dion
" Hmm, ya " Jawab singkat Pak Dion
" Bagus dan ini sangat rinci dan detail, ya walaupun ada yang kamu singkat dan cuman ada satu lembar yang seharusnya ada dua lembar tetapi penjelasannya cukup jelas dan mencangkup semuanya juga mudah di mengerti " Ucap Pak Dion sambil membaca dan membolak balikkan kertas serta meneliti bagian apa saja yang harus di perbaiki tetapi tidak ada
" Lanjutkan ini sudah bagus tetapi perlu di perhatikan kali dengan tata bahasanya, meskipun bahasa kamu cukup baik, di perbaiki lagi agar lebih baik lagi " Jelas Pak Dion mengembalikan kertas skripsi tersebut pada Liliana
" Terimakasih pak, baik Pak kalo begitu saya permisi "
" Ya silakan, dan ya mulai besok kamu jadi asdos saya untuk mengulang beberapa materi maaf baru kasih tahu sekarang "
__ADS_1
" Hah yang benar aja Pak, saya gak bisa dan masih banyak anak anak yang mampu jadi asdos Bapak kan "
" Tidak saya milihnya kamu karena di beberapa mata pelajaran kamu yang lebih unggul "
" Yaahh ya, baik Pak saya permisi " Selanjutnya dengan menghela nafas panjang Liliana keluar setelah menyetujui permintaan yang menjadikannya asisten dosen tersebut, meskipun ia enggan tapi ia tidak bisa menolak nya, sedangkan di ruangan tersebut Pak Dion tersenyum puas setelah mengatakan hal tersebut dan terlihat senang kala Liliana menyetujuinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cerita masih bersambung ya, teman teman ikuti terus cerita aku...
Dan jangan lupa berikan like serta komentar di bawah ya...
__ADS_1
Dalam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💞💞💞💞