
Setelah kembali dari kafe dan ke butik Deon memanggil Roni yang kebetulan berada di depan kafe untuk masuk ke ruangannya dengan nya dan juga Gilang, lalu sesampainya mereka di ruangan tersebut Deon pun langsung menjelaskan pada mereka alasannya memanggil mereka ke dalam ruangan tersebut.
" Ya jadi yang mengirimi email itu adalah Damian Abram yang waktu lalu mengambil perusahaan Angkasa Corp yang saya dirikan setelah kuliah dan bersama dengan Gilang malaupaun sebenarnya dia bisa menjadi Ceo perusahaannya sendiri dan mengelola perusahaan keluarganya tetapi ia memilih bekerja dengan saya " Jelas Deon pada mereka berdua
" Lanjutkan jangan di potong napa kamu mah gitu bikin penasaran tahu gak sih " Ujar Gilang
" Ye ye sabar napa, kamu tuh jadi tadi saat pertemuan itu, dia ngaku salah dan mau ngembaliin perusahaan nya lagi ke aku alasannya gak bisa ngurus perusahaan karena banyak masalah dan dia mau masuk ruangan khusus yang aku kunci sebelum meninggalkan perusahaan dengan keamanan yang dimana hanya aku yang bisa masuk ke ruangan tersebut. " Jelasnya pada mereka berdua.
" lhah iya bisa bisanya tuh orang, terus kamu Terima gak tawarannya atau kamu tolak? " Tanya Gilang pada Deon
" Yang pasti Pak Bos menerimanya lah Pak Gilang, ada kesempatan emas mana mau nolak dan lagi Pak Damian emang harus belajar dari nol karena kesombongannya waktu itu dan cara kerjanya yang salah membuat perusahaan bisa gulung tikar " Jawab Roni sebelum Deon sempat menjawab pertanyaan dari Gilang
" Napa kamu yang jawab kunyuk kan yang aku tanya Deon bukan you " Gerutu Gilang namun ia tak kesal hanya saja iabeberapa kali gemesh dengan Roni karena tingkahnya itu.
" Oo iya lah aku terima tapi kasian kalo orangnya aku pecat juga, jadi dia bisa jadi karyawan di perusahaan dan Gilang Ceo nya, aku presedirnya dan Roni bisa jadi asisten saya nanti untuk sekertaris kamu bisa atur kan "
" Kok gitu kenapa jadi aku " Kesal Gilang dengan ucapan Deon yang mengatakan bahwa ia akan menjabat menjadi Ceo perusahaan Angkasa
" Emang kenapa itu perusahaan bisa diganti dengan perusahaan produksi pakaian kan jadi nanti bisa lebih mudah klien mengirim email di perusahaan tersebut dan bagian butik menjalankan operasinya setelah konfirmasi dan Roni yang akan mengurus pesananya aku akan meninjau nya dan kafe menjadi tempat pertemuannya bagaimana " Jelas Deon pada mereka berdua
" Ya ya pengaturanmu memang terbaik aku akui itu tapi kerjaan ku di sini gimana elah "
" ya bisa pindah ke sana kan kamu Ceo nya jadi kamu mengatur yang ada di sana, disini kan ada Roni Gilang ihh gemesh aku pengen ku remet tuh muka " Ujar Deon pada Gilang
" Hari kerjanya gimana kalo gitu " Ucap Gilang dengan muka bere sebab ucapan Deon padanya walau itu hanya candaan saja
" Setelah perusahaan kembali dan Dia menyerahkannya ke aku besoknya udah bisa di jalankan dan untuk perubahannya aku akan datang jadi, you gak usah khawatir tenang wae enk aku nek kono " Ucap Deon dan mengakhiri ucapannya dengan bahwa jawanya yang keluar begitu saja
" Pak Bos dari Jawa kah lancar kali bahasa jawanya? " Tanya Roni
" Orang tua ku dari Jawa lalu pindah kesini dan aku besar bersama bibi ku dan sekarang mereka di luar negri tapi jangan salah dulu biasanya aku pakek bahasanya campuran jadi gak perlu kaget gitu lah wajahnya " Ucap Deon sensi
__ADS_1
" Santai lah Yon , udah mau waktunya pulang udah sore gak kerasa aja " Ucap Gilang mengalihkan pembicaraan mereka dan mengatakan sudah mau waktunya pulang kerja
" Ya udah urus sisanya aku mau pulang dulu, udah sana kalian kembali ke tempat kalian urus pekerjaan kalian " Ujar nya dan ia pun dengan segera merapikan lagi meja kerjanya memasukkan berkasnya ke dalam tas kerjanya lalu keluar dari kantor ruangan kerjanya setelah Gilang dan Deon keluar untuk melanjutkan pekerjaan mereka sebelum jam kerja habis.
Beberapa menit berlalu kini Deon telah sampai di rumah dan menuju ke kamarnya lalu membersihkan dirinya, ia melihat bahwa istrinya tertidur di kasur lalu ia merebahkan dirinya dan tidur sambil memeluk Nisa ia merasa hari ini sangat boa jang dan melelahkan karena mengurus bebrapa hal dan itu satu hari sekaligus, jika ia mengerjakan masalh kantor saja makan masih bisa membuatnya santai wali sebentar tetapi ia sekarang mengerjakan tiga tingabya dan ia merasa sedikit tenang karena adanya Roni dan Gilang yang membantunya, untuk Butik dan kafe dan juga perusahaan nya yang akan kembali wali begitu ia masih butuh karyawan lain untuk bisa membantunya maka dari itu saat mengunjungi perusahaan nanti ia akan merekrut pekerjaan lagi.
Walau begitu ia merasa senang dan lega yang awalnya berat menjadi ringan setelah melepaskan perusahaan nya dulu ia bangkit dan menjalankan butiknya, tak lama ia menjalankan dan membangun kafe nya laku ia tidak menyangka bahwa perusahaan nya akan kembali padanya lagi.
Untuk merayakannya ia akan mengadakan syukuran agar apa yang ia kerjakan bisa lancar dan tidak ada masalah lagi.
Keesokan harinya seperti biasanya Deon yang akan memasak sarapan mereka kali ini, ia di bantu boleh Nisa karena Nisa sudah tidak terlalu mulai maka dari itu ia isa membantu suaminya untuk masak sarapan kali ini ia tidak mengidam hanya saja sikapnya sedikit manja dan seperti anak kecil yang permennya di ambil untuk itu Deon harus berhati hati bila membuatnya marah dan menagis maka akan sulit menghentikannya seperti setelah mereka mengantar Liliana ke sekolah Nisa ingin bermain di taman yang harusnya meteka ke butik dan jika tidak di turuti ia akan menangis, setelah itu sesampainya di butik Deon tidak din perbolehkan bekerja maka Deon menyuruh Gilang Dan Roni yang mengurus pekerjaannya serta karyawan lain yang bertugas.
Gilang ingin bertanya pada Deon maksud dari konsepnya yang di bicarakan kemarin itu apa ia juga kurang paham dengan itu termasuk Roni yang juga mengurusnya.
" Yon gimana konsepnya aku gak paham ini , Roni juga itu membingungkan tahu " Tanya Gilang di sambungan telpon karena ia tak ingin gin mengganggu nya , setelah ia melihat Deon dan Nisa tadi pagi, dan Deon memberitahunya bahwa hari ini tidak ada ya g boleh masuk ke ruangannya karena Nisa tidak ingin ada orang lain masuk
" Konsepnya malam berbintang Gilang, kamu berfikir apa saat dengar malam berbintang " Ucap Deon saat ini Nisa sedang asik bermain ponsel maka Dekn bisa membuat jelaskan pekerjaannya
" Nah itu tahu, untuk gaunnya kain biru dan putih dan sedikit di beri sentuhan agar seperti bintang yang kerlap kerlip lalu untuk jasnya warna hitam legam dan kemeja putih dengan sentuhan lembut seperti bulan apapun itu karena bintang juga butuh bulan sinarnya rembulan, you tahu maksudnya kan dan di buat sederhana namun elegan dan terkesan mewah ini pesta perusahaan pasti banyak orang yang dari kalangan atas dan kamu tahu bukan bahwa jalan atas akan semewah apa, di berkasnya perusahaan itu cukup besar dan berpengaruh jadi usahakan untuk membuatnya sebaik mungkin oky " Jelas Deon panjang kalin lebar pada Gilang dan Gilang melokspeker ponselnya agar terdengar ya karena di samping nya ada Roni juga
" ohh oky oky thanks " Jawabnya lalu mereka mengakhiri sambungan telepon nya dan lalu Deon kembali duduk menemani istrinya yang sedang manja padanya saat ini.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Ohh iya tan teman konsep malam berbintang adalah kk sep dengan bagun yang elegan dan juga dewasa namun lembut karena malam yang penuh bintang adalah malam yang di sukai oleh kebanyak orang karena ketenangannya dan semilir angin yang sejuk juga cahaya rembulan dan bintang yang memberikan kesan bagi mereka, jadi bisa di simpulkan untuk konsepnya pakaiannya mereka akan membuatnya seperti malam yang tenang namun elegan dan dewasa juga mewah namun sederhana .
maaf ya kalo ada yang salah karena akhir juga masih belajar ya maklum aja belum terlalu baik untuk masalh desain dan konsep desainer 😊😊
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana bagian yang ini teman teman apakah kalian suka, berikan pendapat dan saran kalian ya
Dan jangan lupa berikan tanda Like, Vote, dan Komentar di bawah ya...
__ADS_1
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞