
Setelah satu jam lamanya akhirnya makan siang pun jadi dan mereka menikmatinya sambil bercerita berbagai cerita, dan Liliana pun juga menceritakan ia ingin sate tersebut karena melihat temannya yang membawa sate untuk bekal saat istirahat di sekolah nya.
" Ayah apa aku juga boleh bawa bekal di sekolah seperti teman ku itu? " Tanya Liliana pada Deon setelahereka selesai makan siang dan sekarang g berada di ruang tengah atau keluarga sambil menonton acara TV
" Boleh dong sayang, " Jawab Deon dan Nisa bersamaan
" kalo gitu besok aku juga mau bawa bekal Bunda " Ucap Liliana
" Ayah yang buatkan ya, Bunda gak kuat kalo mau ke dapur, dedek nya mual " Jelas Nisa kalo dia tidak bisa memasak kannya sekarang karena ia selalu akan mual saat mencium bumbu masakan dan ketika datang ke dapur
" Dedek nya mual, Bunda kalo gitu biar ayah aja yang masak setiap hari " Ucap Liliana ia sangat menyayangi Bundanya dan adiknya yang belum lahir itu
" Hahaha sayang kamu bisa aja, nanti Ayah capek gimana " Canda Nisa
" Ayah kan kuat, ya akan Ayah " Ujar Liliana lagi
" Iya, sayang kalo gitu tugas kamu jagain Bunda biar Ayah yang masak gimana " Jawab Deon ikut menimpali obrolan mereka
" Baik Ayah, Bunda katanya kan dedek nya ada di perut bunda tapi kok perut bunda gak besar gak sama kayak ibunya temen aku yang juga mau punya dedek bayi? " Tanya Liliana ke Nisa
" Masih belum sayang nanti kalo dedeknya udah besar, perut bunda juga besar " Jelas Nisa dan Liliana pun hanya menganggukkan kepalanya antara ia mengerti dan tidak karena masih belum waktunya dan Liliana yang aktif bertanya pun juga membuat Nisa dan Deon kewalahan menjawabnya.
Keesokan harinya Deon mempersiapkan bekal untuk putrinya seperti yang di katakan kemarin saat mereka mengobrol bersama
" Liliana kamu ingin dia buatkan bekal seperti apa nak ? " Tanya Deon pada putrinya
" Apa aja yang penting enak Ayah " Jawab Liliana karena menurutnya apa pun masakan yang di masak oleh Ayah dan Bundanya akan terasa enak menurutnya maka dari itu ia tidak bisa memilih makanan apa yang ingin ia makan kecuali ia sangat menginginkan itu maka ia akan memberi tahu Bunda serta Ayahnya
" Baiklah, bagaimana kalo Ayah menyiapkan bakso goreng dan juga kering tempe dan nasi "
" Kelihatannya enak Ayah " Jawab Liliana, lalu Deon pun membuatkan bakso goreng dengan saus tomat dan juga kering tempe yang di sukai putrinya itu , tak lama bekal makanan nya jadi dan Deon menaruhnya di kotak makan berwarna biru muda lalu memasukkannya di paper bagian kecil dan di masukkan ke dalam tas bagian depan, setelahnya Deon dan Nisa mereka mengantarkan Liliana ke sekolah sebelum mereka ke butik dan Deon akan mengadakan pertemuan di kafe nya dengan Damian Abram yang sudah di atur oleh Gilang dan juga Roni
Sesampainya di gerbang sekolah Nisa dan Deon mengecup Kening Liliana secara bergantian dan memperingati Liliana agar mendengarkan penjelasan guru di depan juga menjadi anak yang baik di sekolah.
" Liliana di sana nanti kamu harus mendengarkan apa yang di terangkan di depan kelas oleh guru ya sayang " Pesan Nisa pada putrinya
" Iya Bunda " Jawab Liliana
" Jadi anak yang baik putri Ayah " Itu pesan Deon dan di angguki Liliana laku Deon dan Nisa melihat putrinya berjalan dan memasuki halaman sekolah setelah menyampaikan pesan mereka, di rasa Liliana sudah tak terlihat barulah mereka memasuki mobil kembali dan menuju ke butik
" Mas terus yang kemarin gimana kamu belum cerita sama aku loh " Ujar Nisa menanyakan masalh yang kemarin yang belum sempat Deon ceritakan pada Nisa
" Itu yang ngirim Damian Abram yang ambil perusahaan waktu itu, nanti kita akan bertemu di kafe, dan akan di pantau oleh Roni sama Gilang Sayang, kamu gak usah khawatir biar aku yang selesain masalah ini, kamu cukup jaga kandungan kamu biar sehat oky " Jelas Deon sambilengisap kepala Nisa lembut dengan senyum yang mengembang, dan di angguki oleh Nisa meskipun ia masih kepikiran setidaknya ia bisa tenang karena Deon sudah menceritakannya padanya.
Sesampainya di butik Deon dan Nisa langsung menuju ke ruang kerjanya yang berada di atas lalu Nisa duduk di sofa sambilemainkan ponselnya, sedangkan Deon ia duduk di kursi kerjanya dan mengecek beberap email yang masuk karena bisnis pakaian nya yang lumayan banyak pesanan dari luar maupun dalam kota.
Tak lama Gilang dan Roni darang untuk mengatakan bahwa mereka sudah persiapkan semuanya untuk pertemuan Deon dan juga Damian yang sebentar lagi itu.
" Deon, aku masuk " Ucap Gilang sembari membuka pintu ruang kerja Deon lalu masuk ke dalam , sementara Roni ia tetap di luar karena ia terbiasa masuk dengan sopan tidak serampangan seperti Gilang yang langsung masuk tanpa diminta sekalipun
" Kebiasaan deh you gak sopan tahu belum juga di suruh masuk, " Gerutu Deon namun ia sudah biasa dengan kelakuan sahabatnya yang satu ini
" Hehehe ya maaf, persiapannya udah selesai kayaknya bentar lagi dia datang deh cepet selesain kerjaan mu lalu ke kafe " Ucap Gilang pada Deon
__ADS_1
" Haahh, kalo gitu gantiin kamu lanjutkan kerjaan aku, Roni pantau cctv nya aku ke kafe sekarang, ohh ya jagain istri ku dia main HP " Ujar Deon lalu menyerahkan pekerjaannya pada Gilang , dan Gilang langsung melotot kan matanya sebab sifat Dekn yang seprti Bos besar pun muncul kembali tetapi ia tetap melaksanakan apa yag di perintahkan padanya itu dengan sedikit kesal
" Neng, Mas ke kafe dulu ya kalo ada apa apa, minta aja sama Gilang kalo gak mau telfon Mas aja " Pamit Deon pada istrinya
" Oky Mas " Jawab Nisa
Lalu Roni pun memantau cctv di ruangan keamanan ya g biasa di jaga oleh sekuriti dan Deon keluar dan masuk kekade kemudian duduk di kursi ujung dengan pandangan pohon pohon yang berada di luar.
" apa ada yang di pesan Mas " Tanya salah satu pelayan ketika ada seorang g datang ke kafe dan duduk ia menghampirinya danemeberukan buku menu itu yang tak lain adalah Deon
" Ahh saya pesan jus jeruk manis dua sama puding pandan nya dua juga chees cake cinnamon nya dua sudah itu saja " Jawab Deon pada pelayanan tersebut dan pelayanan itu pun menuliskan pesanan nya di buku pesanan
" baik silahkan di tunggu " Jawabnya laku pergi meninggalkan Dekn dan mengambil buku menunya yang Dekn lerakkan di atas meja.
Tak lama Damian datang dan melihat Deon yang sedang duduk sambil memandangi luar kafe, lalu Damian pun menghampiri nya
" Ehem salam Pak Deon " Ucap Damuan begitu ia sampai di hadapan Deon ia merasa canggung pada Deon untuk berbagai alasan yang hanya ia yang tahu
" Ohh ohh iya iya silahkan duduk " Ujar Deon mengalihkan pandangannya dan mantap Damian kemudian menyuruhnya untuk duduk
" Silahkan dinikmati " Ujar pramusaji yang menyajikan pesanan Deon yang kebetulan datang bersamaan dengan Damian ya g baru saja duduk di kursi hadapan dengan Deon lalu Deon menganggukkan kepanya dan pramusaji atau pelayan kafe tersebut pergi setelah menghidangkan pesanan yang Deon pesan.
" Apa kabar anda Pak Damian Abram " Ucao Deon memulai percakapan tersebut
" Saya baik, anda sendiri "
" Ya saya juga baik, lalu maksud dari anda mengirim saya pesan dan email tersebut yang mengatakan perusahaan Angkasa apa ya Pak Damian " Tanya langsung Deon pada Samian ia tak ingin berasa basi lagi .
Karena saking gugupnya Damian kemudian meminum jus jeruk itu sedikit untuk melegakan tenggorokannya sebelum ia berbicara pada Deon
" Memang anda menemui masalh seperti apa di sana " Ucap penasaran Deon pada Damian
" Karyawan lama mengundurkan diri dan beberapa yang lain tidak memiliki dengarkan atasan bahkan kerjaan mereka tidak di kerjakan , juga korupsi di berbagai bidang, saya sudah mencoba untuk membereskannya tetapi masalah tersebut tetap datang dan pergi " Jelas Damian merasa malu, ia sebenarnya juga Ceo di perusahaan Abram Corp tetapi itu tidak berjalan lancar lalu ia mengambil alih perusahaan Angkasa milik Deon malah jatuh tak karuan
" Haahh apakah anda menemukan ruangan dengan kunci keamanan yang tidak bisa anda masuki di ruangan kerja saya? " Tanya Deon pada Damian
" Ba bagaimana anda bisa tahu itu " Ucap Damian sedikit terbata karena terkejut Deon mengetahuinya
" Sudah kuduga, ruangan itu berisi data data. perusahaan dan semua orang yang bekerja di sana semua ada di ruangan tersebut, juga ruangan cctv ada di dalam karena untuk memantau setiap pekerjaan dan karyawan yang bekerja, karena anda baru saja mengatakan masalh karyawan dan korupsi juga kantor yang tidak kondisif laku karyawan ka tor yang sesukanya berarti anda tidak di terima di sana, membuat mereka membenci dan membuat keributan, sementara anda tidak cukup kompeten untuk menjadi Ceo perusahaan saya " Jelas Dekn panjang Lebar, hingga membuat Damian merasa malu akan tindakannya yang sudah sangat keterlaluan tersebut
" Maaf, saya benar benar menyesal dan meminta maaf pada anda, dan perusahaan anda akan saya kembalikan kepada anda " Ujarnya sambil menundukkan kepalanya menahan rasa malu yang teramat itu karena ia memang tidak kompenten u tuk menjadi Ceo perusahaan dan tidak becus dalam menangani pekerjaan kantor
" Apakah saya memmbuat anda takut Pak Damian, sehingga saya harus mengambil alih perusahaan saya kembali , dan apakah saya yang meminta atau mengancam anda agar anda mengembalikan perusahaan saya " Ucap Deon karena ia tahu orang di depannya itu sedikit takut dan malu juga gugup serta canggung
" Tidak tidak, anda tidak membuat saya takut, tapi saya malu untuk mengakuinya dan sudah seharusnya saya mengembalikan apa yang bukan milik saya pada pemiliknya " Ucap Damian seraya menatap Deon dengan spontan setelah mendengar ucapan Deon
" Belajarlah dari bawah, kau bisa menjadi karyawan di perusahaan kalo kau mau, jika anda tetap ingin mengembalikan perusahaan saya maka lakukanlah, tapi saya juga perlu bantuan anda untuk mengurusnya "
Jelas Deon ia tahu dengan pasti Damian mengakui kesalahannya dan bersikeras untuk mengembalikan perusahaan miliknya itu tetapi Deon melihat bahwa Damian adalh tipe orang yang bekerja keras walaupun sebelumnya melakukan kesalahan, namun Deon bisa mengerti itu, akhirnya Deon memberikan kesempatan pada Damian dengan menyetujui permintaan Damian maka ia bisa merubah perusahaan yang awalnya perusahaan properti atau barang barang sekarang menjadi perusahaan produksi pakaian dengan adanya Damian ia bisa sedikit tenang
" Benarkah, terimakasih, sekali lagi saya ucapkan terimaksih karena sudah memberikan saya kesempatan ini, segera saya akan mengembaljkan perusahaan nada setelah mengurus surat suratnya " Ujar nya dengan sedikit menyunggingkan senyum senang
" Kau bisa menjadi karyawan di sana dan saya akan meminta Gilang menjadi Ceo nya, kau bisa meminta bantuan pada nya nanti, saya akan menjadi presedirnya, setiap sebulan sekali saya akan datang tuk mengecek perkembangan perusahaan usahakan anda bekerja dengan baik, masalah yang lalu aku tak mempermasalahkannya " Jelas Deon lalu meminum minumannya dan memakan chees cake nya
__ADS_1
" Baik terimakasih Pak Deon " Ujar nya
" Makanlah, anda pasti gugup setengah mati tadi, puding dan cake nya akan menenangkan anda, dan jus nya akan menyegarkan anda " Kata Dekn sambil bercanda walau wajahnya serius dan dingin , membuat Damian mau tak mauemakan dan meminum apa yang ada dan sudah di pesan itu
" Apakah rasanya enak Pak Damian atau ada sesuatu yang kurang? " Tanya Deon ia ingin mengetahui dari Damian bagaiman menunya dan rasa nya mengenai kafe dan makanan kafe nya itu
" Rasanya enak, ini sangat pas Pak Deon " Ucap Damian ia sedikit ragu menjawabnya
" Ada tak perlu ragu dan takut, saya tidak menggigit, santai saja dan katakan bagaiman pendapat anda " Ujar Deon lagi untuk mengurangi ketegangan yang ada
" Untuk Chees cake nya terlalu banyak cinnamon rasanya sedikit aneh dan yang lainnya memang enak Pak Deon saya tidak berbohong " Ujar nya kemudian yang sudah mulai santai
" Baiklah terimakasih sarannya " Jawab Dekn laku ia mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan ya g berjalan dan kebetulan melihatnya laku pelayanan tersebut menghampirinya
" ada yang perlu saya bantu " Tanya sangat oelayan pada Deon
" Koreksi chees cake nya, bilang sama manajernya kalo chess cake nya jangan terlalu banyak kayu manis atau cinnamon rasanya aneh, katakan dari bos besar dia akan tahu " Jelas Deon lalu pelayan tersebit mengangguk mengerti kemudian meninggalkan Deon dan Damian yang kebingungan,
" Maksud anda, bos besar " Ucap Damian tak mengerti
" Saya pemilik kafe, jadi jangan kaget dan lanjutkan saja makannya ini juga sudah mulai siang jika anda ingin memesan sesuatu bisa langsung memanggil pelayan, saya harus pergi terlebih dahulu u tuk menjemput putri saya dan maaf meninggalkan anda di sini " Ujar Deon lalu pergi dengan meninggalkan beberapa lembar uang untuk membayar pesanan nya tersebut dan keluar dari kafe, sementara Damian ia masih mencerna semua yang di katakan oleh Deon.
ini gambar nya ya teman teman
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana bagian yang bini teman teman pakah kalian suka, Deon baik hati sekali kan , berikan saran dan le dapat kalian ya
Dan jangan lupa berikan tanda Like, Vote, dan juga komentar di bawah ya..
__ADS_1
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞