
Siang harinya seperti yang sudah di bilang Deon, setelah ia menjemput Liliana di sekolah ia pulang kerumah dan memasak makan siang untuk mereka, hanya makan siang sederhana karena si kecil sudah tidur, kali ini Liliana tidak ikut memasak dengan Ayahnya karena Nisa harus mengukur badannya untuk di buatkan pakaian pesta pada hari Sabtu malam yang masih satu minggu lagi, waktu tersebut cukup untuk nya membuat Satun pakaian putrinya dan waktu satu minggu itu cukup membuat karyawan butik kewalahan dengan pesanan pakaiannya namun tak urung terkadang pekerja kafe yang bosan ikut membantu dan pekerja butik terkadang juga membantu di kafe, meskipun begitu jika masih di batas normal dan tidak merugikan Deon akan membiarkannya, jika sudah merugikan makan ia akan turun tangan untuk menanganinya.
" Sayang sudah, berikan catatan ini pada Ayah mu bunda akan menyusul sebentar lagi " Ucap Nisa setelah selesai mengukur badan Liliana dengan ukuran atau meteran pakaian
" Oky Bunda, pasti Ayah juga udah selesai masaknya," Jawab Liliana
" Ayahhh... " Panggil Liliana keras seraya menuruni tangga dan menuju dapur melihat ayahnya yang menghidangkan makanan di meja makan
" Jangan teriak teriak putri ku ada apa hmmm "
" Ini dari Bunda " Ucapnya serayaembarikan catatan kecil dari Nisa pada Deon
" Ohh baiklah, duduklah Ayah akan bereskan alat masak Ayah dulu sambil menunggu Bundamu datang " Ujar Deon mengambil catatan kecil itu lalu memasukkannya ke dalam saku celana dan ia beralih meneteskan alat alat masaknya, setelah beres ia menuju meja dapur dan duduk di kursi berhadapan dengan istri dan putrinya
Mereka makan siang bersama setelah itu mereka menjalankan kewajibannya dengan Deon yang menjadi imam mereka, sesudahnya Nisa dan Liliana beralih untuk ke kamar nya masing masing yang dimana Nisa tidur menemani putra kecilnya dan Liliana ia merebahkan dirinya sambil menikmati drakor arah dracin di ponselnya, kalo saja ada ayahnya ia akan meminjam laptop ayahnya untuk melihat drama atau kartun kesukaannya nyang sudah ada din laptop Ayah nya itu namun Deon harus kembali ke butik untuk mengurus pakaian putrinya dan memberikan desain pada Roni untuk pakain putri kecilnya itu .
Sesampai ya di butik jam istirahat sudah habis, dan mereka sudah kembali ke aktifitas mereka lagi, Deon memarkirkan motornya, ya Deon memakai motornya karena ingin saja juga ia hanya sendiri jika bersama Nisa atau Liliana ia akan menaiki mobilnya , Kemudian Deon langsung masuk ke dalam butik dan menuju ruang kerjanya setelah memanggil Roni untuk ikut dengan nya ke ruangan
" Ya Pak Bos ada yang bisa saya bantu lagi? " Tanya Roni pada Deon setelah ia masuk dan Deon duduk finsofa sambil mengeluarkan kertas kecil dan kertas desain dari tas kerjanya
" Ini ikutan Liliana dan ini desain baju nya buatlah se halus mungkin jahitannya dan berikan kesan cantik pada pakaiannya dan jangan lupa aksesoris kalung atau sabuk yang menambah kemanisan cantik dalam pakaiannya apa kau mengerti "
" Saya mengerti Pak Bos, anda bisa menyerahkannya pada saya dan saya akan memastikannya pada anda " Jawabnya tegas sembari menerimanya kertas kertas yang di berikan Deon padanya.
Selanjutnya ia keluar dari ruang kerja Deon dan kembali pada pekerjaannya, dan tak lupa memberikan ukuran, kain dan desain pada karyawan yang sudah ia pilih untuk mengerjakan pakaian Liliana putri dari Bos nya itu .
Malam harinya Liliana yang sedang belajar di kamarnya dengan cepat menyelesaikannya karena ia mendengar orang tuanya akan menyususn menu kafe untuk acara pada hari Sabtu ia juga ingin memberikan pendapat dan usulannya , ia mendengarnya saat sore tadi .
" Mas jadi gimana aku bingung banget tahu sama menunya kan buat kalangan orang atas entar seleraku beda kayak orang desa gimana kan malu " Gerutu Nisa pada Deon dikala mereka berada di ruang tengah sambil menemani Andra bermain dan berceloteh ria dengan mainannya sendiri
__ADS_1
" Tenang aja ada Mas sayang kamu gak usah khawatir oky " Tenang Dekn pada Istrinya
" Ayahh, Bunda kalian sedang apa, hingga Andra sampai kalian biarin main sendirian sama robot mainanya "
" haahh Lili kau membuat kami kaget nak, ya sudah kau temani adik mu bermain gimana " Ujar Nisa dan di setujui oleh Deon
" Boleh aja, Adek kita main yuk " Ucap Liliana lalu ia mengajak adiknya bermain tebak gambar, hingga menata puzzel juga bermain kotak pos ala anak kecil dan lain sebagainya.
" Mas gimana kalo menunya ada sate padang nya terus ada udang krispi nya juga ada daging asam manis nya terakhir nasi goreng atau bakso " Ucap Nisa
" hmmm bisa saja tapi mereka akan ambil udang sama yang asam manis nya, kan kata kamu orang atas mas juga jarang hadirin pesta perusahaan paling kali ada juga Mas suruh Gilang itupun hanya ucapan selamat saja setelah itu pulang " jelas Deon
" Ayahh, pesta nya harus mewah itu orang orang atas sukanya daging kayak stiek atau bistik, juga minuman nya ada kue manisnya juga " Usul Liliana sambil bermain bersama adik kecilnya yang unyuk unyuk itu
" Iya kah, kalo gitu kita siapkan saja nasi goreng seafood kacang polong, bistik ayam sama udang dengan jamur juga sosis dan nasi putih gimana mas " Ucap Nisa setelah mengalahkan dengar isikan dari pitrinya
" hmm moktail buah aja mas di campur soda sama jus dan air lemon atau jeruk manis bisa dengan stroberi atau kiwi yang penting kan seger "
" Kuenya Bun yang manis kan buat pesta " Ucap Liliana menyela perkataan Dekn yang hendak ingin berucap pada Istrinya
" Iya sayang kalo gitu saran kamu kuenya apa aja " kali ini Deon yang bertanya pada Liliana
" hmmm apa ya Andra tahu gak kue manisnya ? " Ucap tanya Liliana pada Andra
" Coklat Kakak Andla cuka coklat cama pelmen yang manis yang biacanya kakak makan ambil di dalam kulkas " Jawab anak kecil itu dengan senang karena Liliana memberikan lolipop buah yang ia ambil di lemari es karena Ayahnya selalu menyediakannya di sana
" Nah kan Andra aja tahu, ada permen buahnya buat ulang tahun kan sama kue nya paling gak yang manis itu sweet taro sama red valved dan kue ulang tahun buat acara ulang tahunnya kan " Usul Liliana
" Bagus putriku, sekarang menu sudah siap laku untuk desain kafe kita akan diskusi besok saja ini sudah malam kamu tidur sana, Ayah sama Bunda juga mau tidur sama Andra " Ujar Deon
__ADS_1
" Ihh Ayah ini kan masih jam delapan malam Yah Liliana gak bisa tidur " Rengek Liliana seperti merajuk saja kini dalam mode manjanya pada Ayahnya
" Hahah, Nisa sayang istriku yang manis kamu ajak Andra tidur ya, Mas mau nemenin tuan putri tidur " Ucap Deon sambil sekali ia mengecup pipi Nisa istrinya
" Mas kita di depan anak anak loh ya.. "
" Kenapa hmm, ihh merah malu malu kucing ternyata " Goda Deon lagi sambil ia tersenyum dan mencubit pelan pipi Nisa yang memerah karena malu di goda oleh Deon sang suami apalagi di depan anak anak mereka
" Mas Deon awas ihh , kalo gitu aku sama Andra ke kamar dulu kamu sama Liliana aja." Ujarnya kesal namun ia malu karena sudah lema tahun tetap saja ia manih merasa malu dan deg deg gan ketika Deon menggodanya seperti tadi.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana menurut kalian bagus gak, jangan lupa berikan saran dan mendapat kalian ya
Juga berikan tanda Like, Vote, dan Komentar di bawahnya..
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💞💞💞
__ADS_1