
Malam harinya Andra membicarakan, menceritakan apa yang tadi ia bicaranya dengan teman temannya di sekolah sedangkan Liliana ia hanya diam, karena ia sedang kesal dengan dosennya, tadi saat ia menjadi asdos tak ayal si dosen memintanya untuk menerangkan semua materinya, sedangkan dosen tersebut hanya duduk di kursi guru sambil menilang dagunya, dan hanya akan berbicara jika ada yang bertanya padanya saja jika tidak semua penjelasan dan pertanyaan Ia yang menjawabnya, Liliana merasa ia sedang di kerjainimeh Dosen aneh itu.
" Yah, Bun Ternyata teman Andra yang namanya Vero dia juga anaknya dari rekan kerjanya Ayah lo yang keluarga Prayoga itu, ku kira ada nama Prayoga lagi selain keluarga Prayoga ternyata gak ada " Cerita Andra kepada kedua orang tuanya dan Likianan hanya diam mendengar cerita adiknya itu
" Ohh iya Ayah lupa, emang sih dia punya dua putra yang satu pernah kerja sama sama Ayah sebelum ke kurang negri kalo gak salah " Jawab Deon
" Nah itu Yah itu Abang nya, dan tadi di sekolah Vero tanya sama Andra dia mau kalo Abang nya itu deket sama kakak " Ujar Andra, Liliana merasa tertarik dan bertanya pada adiknya
" Emang Abang nya namanya siapa sih Dek ? " Tanya Liliana pada Andra
" Kalo gak salah nih ya kak namanya Dion Prayoga "
" Ishhh dosen aneh itu lagi ternyata ishh sebel, sebel, sebel... " Ucap Likianan kesal sambil memukul mukul kan tangannya di bantal yang ia pegang sejak tadi
" Jadi kaka udah kenal "
" Dia dosen aneh yang baru aja dateng kemarin dan keselnya lagi tuh dosen ngerjain kakak mulu udah gitu dia dosen bimbingan kakak lagi ihhh sebel deh ma tu orang satu " Jelas Lilianan dengan cepat sambil sedikit mengerucutkan bibirnya lucu
" Hmm Kayaknya bentar lagi ada yang, jagain nih udah ada pawang nya " Goda Deon pada piyrinya itu dan di anggukiboleh oleh Nisa dan juga Andra
" Ihhh kalian nih mana ada, yang ada Lili stress tau sama itu orang ihh gak ahh " Ujar Liliana lalu ia langsung memeluk Bundanya
" Udahlah Mas jangan di godain mulu biarkan saja namanya juga anak muda "
" Bunda... ihhh " teriak Lilianan manja seperti anak kecil
" Sudah sudah , gih sana pada tidur udah malam juga besok sekolah kan, Andra "
" Besok kampus Lili masuk siang Yah "
" Iya tapikan kita juga harus tidur, siapa tahu ada jadwal mendadak kampus kamu masuk pagi lagi "
" Iya, iya, Yok dek tidur biarin nih Ayah sama Bunda tidur berdua "
" Ayolah kak aku mau tidur sama Ayah "
" Yaudah kalo gitu aku tidur sama Bunda "
" Oky, Yah ayo tidur " Ajak Andra pada Ayahnya
" Iya Bunda, ayo tidur Bun " Ajak Liliana pada Bundanya
" Kalian ini, baiklah Ayo " Ujar Deon dan Nisa bersamaan kemudian mereka pun berjalan ke kamarnya masing masing Nisa tidur dengan putrinya dan Deon tidur dengan Putranya.
__ADS_1
Keesokan harinya, Liliana berangkat lebih pagi karena ia tadi pagi sempat membaca pesan yang dikirim oleh Dosen aneh yang biasa katakan semalam, pesan tersebut berisikan bahwa pagi ini sebelum kelas di mulai Liliana harus sudah ada di kantor nya dan merapikan materi yang akan di ulang, juga membawa lanjutan skripsinya.
" Ya, Bun Lili berangkat duluan "
" Gak sarapan kak " Ujar Andra yang masih sarapan di meja makan bersama dengan kedua orang tuanya
" Enggak Dek, makan di kampus aja kali telat bisa mampus sama si dosen aneh itu "
" Kalo gitu hati hati kamu sayang " Ujar Nisa setelah berpamitan dan menyakiti tangan kedua orang tuanya Liliana pergi ke luar dan langsung mengendarai mobilnya ke kampus.
Anak itu, biasanya kalo gak sarapan dia bawa bekal tapi tadi belum juga bawa bekal udah berangkat, cuman minum air doang, Mas gimana kalo dia sampai sakit perut di sana dia kan belum sarapan pasti perutnya akan sakit nanti kalo telat makan " Ujar Nisa pada Deon
" Ya jangan terlalu khawatir Neng, anak kita kuat, dia pasti makan di sana, bukankah dia tadi ambil coklat di kulkas itu untuk mengganjal perutnya "
" Tapi kan makan manis dalam perut kosong juga gak baik tahu "
" iya iya, nanti aku bicarakan sama Lili biar dia lebih perhatikan kesehatan nya "
" Nah gitu dong , dari tadi kek "
" Kalian nih tebar mesra di sini, Bun, Yah Andra berangkat, udah siang nih entar telat "
" Huss anak kecil bicaranya sembarangan aja "
Sesampainya di kampus Liliana pun langsung bergegas menuju ke kantor Dosen Dion setelah memarkirkan mobilnya di area parkir kampus. Dengan nafas yang membuatmu dan tersengal-sengal Liliananpun mengatur nafasnya beberapa saat sebelum mengetuk pintu kemudian suara dari dalam terdengar dan menyuruhnya untuk masuk.
" Tok.. tok.. tok.. "
" Masuk " Suara itu terdengar, detik selanjutnya Lilianan masuk ke dalam kamtor atau ruangan Dosen tersebut
" Salam Pak, maaf telat " Ujar Lilianan masih mengatur nafasnya yang kadang kala. tersengal sebab ia berlari tadi agar tidak terlambat
" Hmm kau telat lima menit, sekarang bawa materi itu dan kita ke kelas! " Perintah Dosen Dion
" Baik Pak " Jawab Liliana, lalu ia mengambil beberapa materi tersebut, sebelum ia melangkahkan kakinya mengikuti si dosen, Dosen tersebut berkata kembali yang membuat nya sangat kesal hingga tidak sadar ia mengirim dengan suara yang sedikit keras sehingga Dosen Dion dapat mendengarnya
" Ohh ya saya lupa, hari ini bimbingan kamu di tunda sampai nanti istirahat bawa skripsinya ke ruangan saya, jika saya masih ada " Ujarnya
" Brakk " Suara map materi itu Liliana banting ke atas meja kembali, dan ia mengeluarkan map skripsinya
" Dasar dosen aneh, bikin kesel mulu kerjanya persis kayak bunglon udah ihh, biasanya juga kayak es dingin bae kenapa jadi menjengkelkan sih lebih aneh dari Ayah ihhh kesel, kesel..." Gumam Liliana agak keras, Dosen Dion yang mendengarnya pun hanya tersenyum sembari menahan tawanya agar tidak keluar, sebab ekspresi yang di tunjukkan oleh Liliana, murid bimbingannya sekaligus asistennya itu terlihat sangat imut dan lucu juga menggemaskan hingga ia ingin sekali mencubit pipi tembem itu, tetapi ia tahan
" Pak Dosen Dion yang terniat ini skripsi saya silahkan anda bawa saja siapa tahu anda nanti lupa ke sini hingga anda pulang tanpa memeriksanya " Ucap Liliana pada Dosen tersebut, hilang sudah sopan santunnya, ia sangat kesal dibuatnya, semakin hari semakin aneh saja dan tingkah laku dosen yang membuatnya bisa kapan saja naik darah itu.
__ADS_1
" Ohh terimakasih, sekarang bawa. itu materi, atau kamu saya hukum hmm " Ujar Pak Dion dengan nada sedikit menggoda awal ingin mengerjai nya dan menggoda saja tetapi ia malah kena semprot kekesalan Liliana yang sudah tidak bisa ia tahan lagi
" Ihhh bapak jangan bicara dengan nada menggoda itu, gak suka " teruskan Lilianan kencang, untung saja pintu ruangan tersebut masih tertutup dan Dosen itu masih memegang kenop pintunya dan belum membukanya
" Hahahaha kamu lucu, sudah ayo keluar " Tawa tenyah bisa membuat Liliana kehilangan kesadaran beberapa saat karena tawa itu, membuatnya terpesona sedikit, hanya sedikit dan bisa menghilangkan kekesalannya walau sekejap saja.
Lilianan kembali memfokuskan dirinya membawa map yang ia taruh di atas meja tersebut lalu keluar mengikuti si Dosen aneh dari belakang menuju kelas nya, setelah dari kelasnya ia masih setia mengikuti dosen tersebut yang memiliki jadwal untuk mengajar di kelas lain, tak ayal ia juga ikut ke sana karena sebagai asisten dosen juga ikut membantu dalam menerangkan materi tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cerita bersambung ya teman teman, ikuti terus ceritanya, dan jangan lupa dukung author dengan kalian memberikan komentar dan saran kalian juga like sama vote nya ya....
Salam hangat dari Author untuk kalian semuanya,... 🥰🥰💞💞💞💕💕
__ADS_1