Mutiara Di Desa Nelayan

Mutiara Di Desa Nelayan
Delvano Mahawira


__ADS_3

🦋🦋🦋🦋🦋


Setelah Pak Aris dan Pak Sifuh berunding beberapa saat, akhirnya Pak Aris menyetujui keputusan Tiara. Pria paruh baya itu terpaksa ikut, tak mungkin melepas Tiara begitu saja.


"Memang lebih baik Aryan di beri pengobatan secara medis, selama ini pria itu hanya bergantung pada obat ramuan saja." tutur Pak Aris.


Beberapa hari setelahnya, mereka berangkat menggunakan kapal barang sebagaimana yang sudah direncakan Moreo.


Berada di atas kapal seperti ini, Aryan bisa melihat betapa kecilnya desa yang ia tinggali, bahkan hampir lenyap tak terlihat lantaran ditelan gelapnya malam. Menjadi bagian wilayah yang letaknya terpencil, membuat penerangan di sana memang tidak sepenuhnya menggunakan listrik.


"Aku ingat, malam itu..diatas kapal.. seperti ini." gumamnya kecil, yang masih dapat Tiara dengar sebab posisinya yang berada tepat disamping Aryan.


"Benarkah itu?, apa kau juga sudah mengingat namamu Kak?." tanya Tiara seraya mengangkat kepalanya dari bahu Aryan.


Aryan tersenyum tipis, ia menangkup pipi Tiara dengan kedua tangannya. "Aku bahagia bisa memilikimu Ara, kau adalah hidupku, jiwaku, dan napasku, tetaplah di sisiku sayang. I love you."


setelah mengucapkan kalimat itu, Aryan mendekatkan wajah kemudian mempersatukan benda basah dan kenyal itu, ia melu -matnya perlahan, begitu lembut, hingga Tiara terbuai di buatnya.


"Selama itu bersamamu, aku akan tetap bertahan sayang." lirih Tiara disela ciumannya.


Aryan tersentak, ia menghentikan aksinya kemudian menatap manik mata Tiara lekat-lekat. Ia ingin mendengarnya sekali lagi.


"Ulangi."


"Aku akan tetap bersamamu."


"Tidak. setelah itu."


"Apa sayang?."


Blusshhh!!..


"Katakan sekali lagi." pinta Aryan seraya menggigit bibirnya menahan gemas dan gejolak rasa yang membuncah. Ini adalah pertama kalinya, Tiara mengubah panggilan dengan 'Sayang'.


"I love you too, sayang." ucap Tiara dengan mengukir senyum manisnya.


Aryan kembali menyatukan bibir keduanya, kali ini sedikit tergesa, panas, dan liar. Ia menarik tengkuk Tiara untuk memperdalam lu -matannya, le -nguhan tertahan Tiara berhasil lolos tatkala tangan nakal Aryan menyentuh bagian sensitifnya.


"Sayang." cicit Tiara.

__ADS_1


Pandangan keduanya bertemu, saling mengunci. Tiara dapat melihat mata sayu berkabut gairah itu.


"Aku menginginkanmu Ara." ucap Aryan serak.


Pria yang berdiri tak jauh dari sana, hanya bisa tersenyum getir melihat betapa besar cinta keduanya.


'Hanya ini yang bisa aku lakukan Tiara'


...*****...


"Ayo Ra, kita tidak punya banyak waktu lagi." seru Pak Aris dari dalam mobil, menyadarkan Tiara yang masih berdiri diluar yang nampak terlihat kacau dan kalut.


Bagaimana tidak, selama 4 hari berada di tengah lautan. Kondisi Aryan mengalami penurunan, tentu hal itu membuat Tiara kalang kabut diliputi ketakutan dan kecemasan. Bahkan saat ini Aryan tergolek lemah di jok belakang, setengah sadar.


"Kalian bisa menggunakan mobil ini, maaf aku hanya bisa mengantar sampai pelabuhan saja." tutur Moreo yang berdiri di samping mobil SUV hitam jenis BMW.


Sebenarnya Tiara penasaran, ingin bertanya lebih darimana pria itu bisa mendapatkan kendaraan semewah ini dengan mudahnya. Namun situasi sangat mendesak, dan Aryan harus segera dilarikan ke rumah sakit.


"Terimakasih Moreo, aku tidak akan melupakan semua kebaikanmu." Tiara memeluk singkat Moreo, sebagai ungkapan ketulusannya.


Dan pelukan singkat itu mampu membuat darah Moreo berdesir hebat, ingin rasanya ia menahan gadis itu dipelukannya. Kemudian membawanya lari dari kehidupan pria asing itu.


Andai saat ini keadaan tidak segenting ini, sudah pasti Tiara menikmati semua hal yang di lihatnya.


"Kuat sayang, aku tidak ingin menjalani hidup di tempat asing seorang diri." ucap Tiara parau, ia mengusap lembut kepala suaminya yang berbaring di pangkuannya.


Aryan tersenyum tipis, ia mengeratkan belitan tangannya di perut Tiara. Pria itu menelusupkan kepalanya kedalam kaos yang digunakan sang istri, ia mencari kehangatan dari kulit mulus itu.


"Sudah sampai Tuan, Nona." seru sang sopir dengan sedikit membungkuk hormat, ia menurunkan sedikit topi hitamnya tatkala Pak Aris menoleh padanya.


"A-apa harus ke rumah sakit yang sebesar ini?." tanyanya sedikit terbata. Bagaimana ia akan membayar semua tagihan pengobatan nanti?, bahkan untuk sekedar bekal mereka nanti saja, ia harus menggadaikan kapal bututnya pada Pak Mitri. Karna hidup di kota besar, sudah pasti akan membutuhkan banyak biaya.


Tanpa menjawab pertanyaan Pak Aris, sang sopir segera turun dan memepersilakan ketiganya keluar, dengan membukakan pintu belakang terlebih dahulu.


"Mari Nona." ucapnya mengarahkan Tiara.


Tanpa di minta, sopir itu membantu Aryan keluar dari mobil dengan Tiara yang keluar sendiri dari arah berlawanan.


"Kau pikir aku tidak bisa mengenalimu!?." desis Aryan tepat disamping sopir yang berpakaian serba hitam itu.

__ADS_1


Dia tercengang,tubuhnya menegang. Ia mencoba menurunkan topinya kembali, berharap wajahnya bisa lebih dalam bersembunyi.


"Pastikan tidak ada orang yang mengetahui keberadaanku, termasuk Media." lanjut Aryan, suaranya semakin melemah dengan pandangan mata yang mulai menggelap.


Aryan segera dilarikan ke IGD, di bantu oleh sopir misterus itu. Jantung Tiara serasa diremas, melihat kondisi suaminya yang kembali ambruk.


Dan peringatan Aryan sebelumnya sudah terlambat, lantaran sejak pertama ia menurunkan kaki, ada beberapa orang yang langsung menyadari keberadaannya.


"Benar Tuan, aku melihatnya. B-big boss, Big boss ada disini. Dia terlihat tidak baik-baik saja, bahkan sekarang dia kehilangan kesadarannya." Ungkap seorang suster, ia berbicara di telfon melaporkan pada salah satu media terkenal di kota tersebut.


Sang suster bahkan sempat mengambil video beberapa detik, ketika Big Boss yang ia maksud di larikan ke bagian Instalasi Gawat Darurat.


...*****...


Saat itu juga, media tanah air dihebohkan oleh kabar kembalinya sang CEO muda yang beberapa bulan lalu hilang di perairan timur. Media menaikkan topik tersebut secara serempak, bahkan dengan Timeline yang serupa.


BIG BOSS IS BACK


Bukti cuplikan video berdurasi 3O detik yang dimabil suster tersebut, menyebar luas tanpa mampu dicegah.


Siapa yang tidak mengenali Pria tampan dengan sejuta pesona itu, seorang CEO muda dari MHW Company. Pebisnis ulung dengan daya pikat yang kuat, bahkan perusahaannya sudah menggurita ke penjuru negeri.


Delvano Mahawira.


Anak pertama dari pasangan Tuan Gunz Mahawira dan Nyonya Bellena Mahawira, salah satu keluarga paling berpengaruh di seantero negeri.


Prangg!!!...


"Benarkah???." wanita itu begitu terkejut setelah menonton berita di televisi. Gelas kaca yang ia genggampun terjatuh dari tangannya yang gemetar.


"D-delvano?, dia, dia selamat!." lirihnya dengan suara yang tercekat.


Elmira Maurens, wanita cantik yang selama ini dirundung kepiluan. Ia terkejut bercampur bahagia, meski pria itu dinyatakan dalam keadaan yang kurang baik, tapi dia senang sebab Delvano kembali dengan keadaan utuh tanpa kurang suatu apapun.


"Aku harus segera menemuinya."


...Tbc......


Ini novel pertama aku, mohon kritik dan sarannya. 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2