
Saat ini, suasana di mansion utama tampak tegang, sebab tadi Elmira tiba-tiba menarik lengan Tiara dengan kasar.
Elmira juga membenturkan tubuh Tiara ke badan mobil yang sebelumnya wanita cantik itu tumpangi, hingga tas tangan Tiara terlempar begitu saja mengeluarkan seluruh isi didalamnya.
Brak!
"Apa yang sudah kau lakukan pada suamiku ha?!!"
"Karna kau Tiara! Karna kau kami jadi sering bertengkar! Delvano mengacuhkanku karna dirimu!"
Sontak keributan tersebut memancing perhatian para pelayan mansion yang tengah menjalankan tugasnya masing-masing. Mereka ingin tau, berpura-pura tak terganggu namun sebenarnya terus menyimak pertengkaran itu.
"Gadis desa sepertimu hanya jadi benalu di keluarga kami, apa kau memang terbiasa merayu pria kaya agar hidupmu lebih layak?"
Tiara sejak tadi hanya diam, sebab ia tak menyangka akan menerima perlakuan kasar seperti ini dari Elmira.
Dengan tangan yang mengepal, Tiara mencoba untuk menahan diri untuk tidak melawan Elmira dengan cara yang sama.
Tiara sadar bahwa ia tak punya cukup hak untuk mendominasi keadaan. Wanita cantik yang kini sedang ia hadapi adalah Nyonya Muda sebenarnya di gedung megah ini.
__ADS_1
"Apa maksudmu Nyonya, tolong jangan menuduhku seperti itu!"
"Lihatlah! Lihat wajah sok polos ini! Kau bisa menipu semua orang Tiara, tapi tidak denganku!" tutur Elmira yang masih belum puas.
Elmira tersenyum remeh, ia meletakan keduan tangannya di pinggang. Kemudian berkata...
"Dasar wanita murahan! Inikah yang kedua orang tuamu ajarkan? Kau bahkan sudah merusak rumah tangga orang lain!"
Tiara menutup rapat matanya dalam-dalam, rasanya ia sudah tak tahan mendengar hinaan demi hinaan yang dilayangkan Elmira untuknya.
Tapi jika dipikir ulang, apa yang dikatakan Nyonya Muda itu ada benarnya. Tiara hadir ditengah-tengah pasangan yang sudah berumah tangga. Bahkan sudah ada anak yang tentunya jadi korban atas keegoisan dirinya.
"Kau sudah menhancurkan kebahagiaan kami Tiara! Menghancurkan perasaan Aiden yang setiap hari harus melihat Daddynya dekat-dekat dengan wanita lain. Jika dia sampai bertanya, apa yang harus ku jawab, ha?"
"Dasar wanita perayu! Penggoda! Murahan!" bentak Elmira berapi-api.
Setelah puas mencaci maki Tiara, Elmira segera pergi dari sana, tanpa menghiraukan perasaan orang yang sudah ia sakiti dengan kata-katanya.
Selain sakit hati, Tiara juga sangat malu pada para pelayan yang ada di sana. Semua penghuni mansion utama sudah tau siapa dirinya, namun panggilan perebut, penggoda dan yang lainnya menjadikan Tiara serasa wanita paling rendah di muka bumi ini.
__ADS_1
Hingga malam menjelang, Tiara masih saja memikirkan kejadian tadi siang.
Delvano belum pulang, pria itu juga tak mengabarinya sama sekali. Entah kemana suaminya itu pergi. Tiara sendiri tak bisa menghubungi, sebab ponselnya mati total akibat ulah Tiara.
"Kau kemana sayang, mengapa belum juga pulang? Aku ingin kau ada di sini sekarang." guman Tiara seraya menelusupkan wajah sembabnya ke atas bantal.
Perasaan Tiar begitu campur aduk, ini adalah salah satu hari terberatnya. Setelah sebelumnya ia mendapatkan hinaan dari Aryan, ia juga harus kembali menerima hinaan yang kurang lebih sama dari Elmira.
"Benarkah aku egois? Benarkah aku harusnya pergi saja dari sini?"
"Tapi, apakah aku sanggup jauh darimu Kak? Aku sangat mencintaimu."
Tiara terus bertanya, bertanya pada dirinya sendiri tentang apa yang harus ia lakukan. Hingga akhirnya wanita itu lelah sendiri dan tertidur dalam keadaan menangis.
...*...
...*...
Tbc...
__ADS_1