
(FLASHBACK OFF)
Sejak kemunculan Mutiara di depan publik, Tanah Air seketika heboh dan antusias menyambut pasangan sempurna yang sukses membuat iri semua orang.
Nama serta wajah cantik Tiara terpampang di setiap stasiun TV dan juga trending topik di berbagai media lainnya. Tak sedikit yang mengomentari paras dan juga pembawaan santun yang Mutiara miliki. Begitu juga dengan si tampan yang selama ini selalu setia mencuri perhatian banyak kaum hawa.
Ada yang memuja, melempar kata pujian berikut kekaguman pada Delvano. Status yang pria itu sandang sebelum mempublikasikan statusnya dengan sang istri, rupanya menyimpan banyaknya kekecewaan juga di hati para kaum hawa. Termasuk perempuan yg beberapa bulan ke belakang terlanjur berharap bisa bersanding dengan sang CEO.
"Harusnya perempuan itu tidak hadir, apa yang Boss lihat dari dia? Bukankah aku jauh lebih cantik darinya?" Gerutu perempuan berbusana serba minim itu seraya menggebrak meja kerjanya.
Ia tak terima, berkali-kali ia berusaha memikat sang Boss tetapi pria itu terus saja bersikap acuh padanya. Memang di mana kurangnya? latar belakang, rupa, pendidikan bahkan karirnya pun jauh di atas rata-rata.
Hukaira Zilgwen. Gadis yang usianya hampir menyentuh kepala 3 itu selalu mempertahankan penampilan sempurnanya, tak ada yang dapat menandingi aura dingin dan berkuasa yang ia miliki. Hidup sebagai anak dari keluarga berkelas semakin menunjang sosok Kaira yang suka akan pengakuan dan sanjungan.
Kaira begitu senang, saat pertama kali menerima kabar perpisahan antara Delvano dan juga Elmira. Ia yakin betul bahwa setelah masalah perceraian keduanya selesai, ia dapat menggantikan posisi Elmira dengan mudah.
Sejak saat itu Kaira gencar mendekati sang CEO, hampir setiap waktu Kaira akan menemui sang Boss yang ruangannya tak jauh dari ruangan Manager pemasaran, yakni ruangan dirinya sendiri.
Dengan alasan mengajak makan siang, atau hanya sekedar menanyakan pekerjaan yang sejatinya tak perlu dibahas. Hingga beberapa kali Delvano menegur Kaira lantaran sering kali menerobos ruangannya tanpa izin, tapi sayangnya Kaira tak peduli.
Selama ia bisa berdekatan dengan pria pujaannya, Kaira tak masalah jika harus kena sanksi sekalipun. Kaira akan tetap senang selama itu berurusannya dengan pria tampan dan seksi tersebut.
Ya, sekeras kepala itulah Kaira.
Kemudian setelah semua usahanya itu dilakukan, Delvano malah membawa seorang wanita lain dengan status pernikahan yang membuat ia murka mendengarnya.
Belum lagi tanggapan serta reaksi positif dari semua orang membuat hati Kaira semakin panas dan sakit hati. Ia tak suka, ini tidak adil. Susah payah ia melakukan berbagai cara agar bisa menjadi wanita Delvano, namun hal itu gagal hanya karena wanita itu.
__ADS_1
Meski hati kecil Kaira mengakui kecantikan yang dimiliki Mutiara, namun tetap saja ia merasa bahwa dirinya lah yang lebih segalanya.
"Wanita sialan!" Umpatnya kesal.
...*...
...*...
Hari-hari Delvano dan juga Tiara terus dibumbui dengan tawa dan juga kebahagiaan, tidak ada lagi ketakutan serta bayang-bayang masa lalu yang sebelumnya membelenggu Tiara seakan masih terjebak di moment kelam itu.
Tentu hal itu karena dukungan dari semua orang, sebab Delvano tak ingin wanitanya terus terpuruk sehingga berakibat buruk pada hubungan mereka.
Ia ingin kembali melihat senyum indah itu terukir di wajah manis sang istri, ia ingin agar istrinya itu kembali menjadi wanita yang periang dan bahagia. Tak lagi banyak berdiam diri di kamar, bahkan untuk sekedar makan pun Tiara harus berkali-kali diingatkan.
Beruntungnya Nyonya Bellena tak putus memberi dukungan dan upaya agar menantu kesayangannya itu kembali seperti sedia kala.
Biasanya, Nyonya Bellena akan memanggil para pekerja salon dan spa tersebut mendatangi kediamannya untuk melakukan treatment yang diinginkan. Tetapi hari ini Nyonya Besar itu ingin keluar mansion dengan membawa serta menantunya untuk sekalian jalan-jalan.
"Kita harus sering-sering membiasakan diri melakukan perawatan seperti ini sayang. Bukan apa-apa, kau tahu puteraku itu banyak penggemarnya jadi kau harus selalu siaga satu." Cetus Nyonya Bellena di tengah posisinya yang tengkurap lantaran tengah diberikan treatment pijat di area punggung dan lengan.
Berbeda dengan Tiara yang kini tengah duduk saja menunggu Ibu Mertuanya itu, ia sudah selesai dengan segala rangkaian yang dilakukannya.
"Iya Mommy, aku mengerti. Jangan khawatir, aku tidak akan diam saja jika ada perempuan lain yang menggoda suamiku." Sahut Tiara mantap.
"Bagus, memang itu yang harus kau lakukan sayang. Jangan lemah, akhir-akhir ini perempuan penggoda tak melihat status ataupun rupa, mereka hanya ingin memuaskan hasraatnya kemudian setelah ketahuan bersikap seolah jadi korban. Bodohnya, si pria mau-maunya mengikuti keinginan si wanita penggoda." Tutur Nyonya Bellena panjang lebar.
Tiara meringis pelan mendengar ocehan Nyonya Bellena.
__ADS_1
"Kau terlalu banyak membaca novel pegkhianatan Mommy." Sahut Tiara masih dengan sisa kekehannya.
"Hemmm, tidak tidak tidak. Kau tidak tahu saja, ada banyak wanita yang kini mengincar suamimu itu. Kalau sampai ada yang berani mengganggumu lagi, akan aku patahkan tangan dan kakinya. Jika perlu aku akan merobek mulutnya!"
Meski terkejut, namun Tiara semakin meringis dengan niatan kejam Ibu Mertuanya. Itu terdengar sangat mengerikan.
"Sudah Momm, kau jangan terlalu banyak memikirkan hal aneh mengenai hubungan kami. Aku yakin suamiku juga tidak akan tinggal diam jika hal itu sampai terjadi padaku. Jadi kau tenang saja." Ucap Tiara menenangkan.
Tiara merasa tak enak pada beauty therapist yang wajahnya kini terlihat sedikit pucat dan sedikit gugup. Sudah pasti karena mendengar ancaman mengerikan yang terlontar dari mulut Nyonya Bellena.
Hal yang sama juga dirasakn oleh seorang wanita yang beberapa waktu lalu tiba di ruangan itu. Ia juga adalah salah satu tamu VVIP di tempat surganya para perempuan tersebut.
"Dasar Nenek-Nenek kurang ajar!" Bisik Kaira sebal.
Moodnya tiba-tiba saja memburuk, ia akhirnya berbalik badan memilih untu segera pergi dari sana dan membatalkan seluruh rangakaian perawatan yang sudah dipesannya.
Padahal ia sengaja mendatangi salon kecantikan ini agar bisa menemui sang Nyonya Besar. Ia ingin menunjukkan kualitas di dalam dirinya yang jauh lebih unggul dari wanita menyebalkan itu. Tiara tidak sesempurna itu, tidak secantik dan tidak semenarik perkataan orang-orang.
"Anda mau kemana Nyonya Kaira, buakankah..."
"Tidak jadi! Di sini panas!" Jawabnya angkuh. Ia mengambil tas jinjingnya dengan kasar, dan mendorong pintu exit dengan terburu-buru.
Sang Beautician hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia sepertinya sudah terbiasa menerima pelanggan yang tiba-tiba saja membatalkan janji perawatan seperti ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Holla teman-teman dan para pembaca setia Mutiara Delvano, mohon terus dukung cerita ini ya. Karna akan ada beberapa bonus chapter ke depannya. Jadi jangan di unfavorit dulu ya... 😊😊😊
__ADS_1
makasih 🙏🥰