
Penyerangan yang di alami Delvano itu pun terdengar hingga ke mansion utama. Semua orang dibuat panik dan khawatir akan keselamatan Putra pertama keluarga Mahawira tersebut.
Hal itu membuat Nyonya Bellena kembali di liputi kecemasan yang sama seperti beberapa bulan lalu. Namun tidak dengan Tuan Gunz yang terlihat cukup tenang mendengar kabar ini, ia percaya penuh pada sang Putra bahwa penyerangan kecil itu dapat Delvano atasi dengan baik.
Dan benar saja, tak berselang lama Delvano akhirnya tiba di kediaman utama.
Para pengawal serta pelayan mansion bersiap menyambut kedatangan sang Tuan, mereka berjejer rapi membentuk sebuah barisan. Ini adalah pertama kalinya Tuan muda pertama itu kembali menginjakan kaki di mansion utama setelah kepulangannya satu minggu lalu.
"Selamat datang kembali Tuan." ucap semuanya penuh hormat.
Tak ada jawaban dari Delvano, ia fokus melangkah ke depan dengan memangku mesra wanitanya. Meski penasaran, namun tak ada yang berani mengajukan pertanyaan. Semua hanya mampu mereka utarakan dalam hati.
"Siapa wanita itu?."
"Kenapa wajahnya di tutupi jas?."
"Oh, apakah itu wanita cantik yang ada di video?."
Dan masih banyak pertanyaan lainnya.
Delvano terus berjalan memasuki mansion lebih dalam, sementara Nako hanya mengikuti hingga di pintu utama. Kemudian kembali menjalankan tugasnya.
Penyerangan kecil itu Nako anggap peringatan, peringatan akan adanya penyerangan-penyerangan lainnya.
Hanya satu nama yang kini ada dalam benak Nako.
Liam Gilbert .
CEO Gilbert grup yang dulu mengundang Delvano ke acara pertemuan bisnis yang di adakan di atas kapal pesiar, hingga membuatnya terjebak dalam kecelakaan na'as itu.
__ADS_1
Namun Delvano meragukannya, karna ia rasa itu terlalu mudah di tebak. Alhasil, kini Nako harus bekerja lebih keras.
...*...
...*...
Sesampainya di ruang khusus keluarga.
Delvano menarik napas pelan, ia harus segera membaringkan Tiara yang kini masih belum sadar lantaran terlalu shock. Namun sepertinya ia harus menghadapi semua orang dengan banyaknya pertanyaan.
Terlebih disana ada Elmira.
Melihat kedatangan Delvano membuat semua yang ada di sana segera beranjak berdiri. Belum sempat mereka berucap, Delvano sudah memotong terlebih dahulu...
"Aku harus mengurusnya terlebih dahulu. Maaf."
Setelah itu ia kembali berjalan menuju kamar pribadinya yang ia ingat ada di lantai dua.
Delvano meminta izin dengan lembut, saat Tiara sudah ia letakkan di ranjang. Meski tau Tiara tidak bisa mendengarnya.
Sebelumnya Delvano sudah meminta Nako untuk mendatangkan seorang dokter wanita dan kini sedang menuju mansion.
Ia turun ke lantai satu Setelah memastikan Tiara sudah ditangani oleh dokter Prita. Ia adalah salah satu dokter pribadi keluarga konglomerat tersebut.
"Maaf, aku membuat khawatir semua orang."
"Kau baik-baik saja kan Vano." tanya Nyonya Bellena cemas. Ia mengahmpiri sang anak yang masih berdiri di dekat tangga.
Delvano hanya mengangguk kecil, kemudian memgecup pipi Nyonya Bellena sekilas.
__ADS_1
Fokusnya kini pada Elmira yang berjalan mendekat padanya. Raut mukanya begitu keruh, penuh kekecewaan.
"Itukah alasanmu meninggalkanku dan Aiden begitu saja?...."
"Pantas saja kau berubah, ternyata berita diluaran sana memang benar adanya." ucap Elmira sinis.
"Jangan langsung menuduh putraku seperti itu El, bukankah seharusnya kau menunjukan kepedulianmu terlebih dahulu. Suamimu hampir saja kembali celaka." sergah Nyonya Bellena pada menantunya.
Selama ini, hubungan antar mertua dan menantu itu memang tidak terlalu baik. Bahkan Nyonya Bellena sendiri tidak tau apa alasannya.
"Tapi Delvano mengkhianatiku Mom, dengan wanita tidak jelas itu.!!"
"Turunkan nada bicaramu Elmira!." desis Delvano tajam.
"Why?, terus saja kau lindungi wanita itu."
Tuan Gunz yang hanya duduk di sofa sana sudah sangat lelah mendengar perdebatan ini, usianya sudah berada di usia senja dan ia tak berniat ikut menimpali.
"Hentikan!, kalian seperti anak kecil saja." ucapnya seraya berdiri dengan bantuan tongkat.
Sang asisten pribadi pun sigap membantu, memapah bahu Tuan Gunz. Pria paruh baya itu terlihat mengurut keningnya yang tiba-tiba pusing.
Nyonya Bellena yang melihat itu, segera menghampiri suaminya. Ia mengambil alih memapah Tuan Gunz untuk memboyongnya ke kamar, agar beristirahat saja.
"Selesaikan masalah kalian." ucap Tuan Gunz, kemudian berlalu dari sana. meninggalakan Elmira dan juga Delvano yang saling menatap, dengan tatapan yang berbeda.
Elmira dengan amarahnya, dan Delvano dengan wajah datarnya.
...*...
__ADS_1
...*...
Tbc...