Mutiara Di Desa Nelayan

Mutiara Di Desa Nelayan
Pengintai Misterius


__ADS_3

"Ada berbagai macam jenis amnesia menurut ilmu kedokteran. Amnesia anterograde, amnesia retrogade, amnesia global sementara dan ada beberapa jenis yang lainnya,"


"Pada sebagian orang, amnesia anterograde dapat menyebabkan kehilangan ingatan secara sementara, atau bahkan permanen,"


"Sedangkan amnesia retrogade sendiri adalah kebalikannya. Penderita amnesia retrogade akan kesulitan dalam mengingat peristiwa yang terjadi sebelumnya,"


"Gejala tersebut biasanya dimulai dari kehilangan ingatan yang baru saja terbentuk, dan kemudian berlanjut dengan kehilangan ingatan lainnya,"


"Apa yang terjadi pada Tuan Delvano sekarang adalah salah satu dari jenis amnesia yang saya jelaskan sebelumnya." terang dokter Tama panjang lebar.


Pagi ini, diam-diam Nyonya Bellena membawa Tiara untuk menemui dokter ahli yang menangani kasus Delvano.


Mereka penasaran, tentang apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa sampai saat ini Delvano belum juga mengingat keseluruhan rentetan kejadian yang di alaminya sebelum kecelakaan nahas kala itu.


"Lalu, apa yang harus kami lakukan untuk membantu proses penyembuhannya dokter Tama?" tanya Tiara dengan wajah seriusnya.


Dokter Tama mengukir senyum lembut, pria yang usianya baru menginjak kepala tiga itu begitu takjub akan kecantikan Nona Muda yang sempat jadi pembicaraan banyak pihak tersebut.


Ia kini sudah tak penasaran lagi, dengan sosok molek yang sudah berhasil membuat pasien sekaligus sahabatnya itu kalang kabut.


Delvano bahkan nekat meninggalkan ranjang rumah sakit, hanya untuk menemui wanitanya sebelum pemeriksaan menyeluruhnya selesai.

__ADS_1


"Cukup memberinya waktu, sampai ia mampu mengingatnya sendiri. Jangan pernah memaksanya, karna itu akan menyakiti bagian memory di dalam otaknya,"


"Adapun alasan mengapa hingga saat ini Tuan Delvano belum mengingat sebagian ingatannya, itu bisa jadi alam bawah sadarnya menolak untuk mengingat bagian peristiwa yang menyakitkan, atau bahkan melukai harga dirinya,"


"Bisa dikatakan itu adalah bentuk pertahanan diri yang dibangun secara tidak sadar oleh otaknya."


"Apa putraku ada luka dalam?" timpal Nyonya Bellena cemas.


"Jangan khawatir Nyonya, saya dan tim sudah memastikan semuanya baik-baik saja."


Nyonya Bellena menarik napas lega, berbeda dengan Tiara yang masih belum puas dengan jawaban dokter Tama.


Ia merasa ada yang di tutup-tutupi dari kondisi Delvano yang sebenarnya. Namun ia tetap berdo'a, semoga keterangan dokter Tama memang benar adanya.


...*...


...*...


"Tidak sayang, Mommy tidak pernah mau lagi ikut campur masalah internal perusahaan. Daddy Gunz juga sudah lama tidak ikut mengurusnya karna semuanya sudah ia serahkan pada Delvano."


Obrolan mereka berlanjut, hingga tiba di lobi utama salah satu rumah sakit terbesar pusat kota tersebut.

__ADS_1


Berjalan beriringan, membuat kedua wanita berbeda generasi itu tak ayal menjadi pusat perhatian. Nyonya Bellena sengaja tidak menggunakan jasa bodyguardnya, lantaran ia bermaksud diam-diam mencari informasi.


Mereka tidak tau, bahwa itu adalah kecerobahan yang tak seharusnya dilakukan. Sebab sejak tadi pria yang sebagian wajahnya tertutup masker itu terus mengintai tak jauh dari posisi mereka saat ini.


Tidak hanya saat di dalam rumah sakit, dia juga terus mengikuti hingga ke basement, dimana kendaraan yang mengantarkan Nyonya Bellena dan Tiara di parkirkan di sana.


Wajahnya tidak begitu jelas, sebab hoodie yang ia kenakan melengkapi penampilannya hingga terkesan misterius.


"Terus awasi mereka! setelah ada kesempatan, kau bisa menghabisi keduanya!" perintah seseorang di seberang sana.


"Baik, Tuan."


Dengan pergerakannya yang halus, ia mulai mendekati targetnya. Berlindung di balik tiang penyangga basement, ia mulai memperhatikan kedua targetnya yang beberapa langkah lagi tiba di mobil.


Terlihat sang sopir yang sigap menyambut para Nyonya yang hendak memasuk mobil, namun ledakan dari peluru yang melesat kilat tiba2 mengagetkan semua orang.


"Aaa!!!"


Semua yang berada di sana menjerit ketakutan! sebab ledakan timah panas tersebut mengenai bahu seseorang hingga tergolek lemas tak berdaya.


...*...

__ADS_1


...*...


Tbc...


__ADS_2