My Bastard Ex Boyfriend

My Bastard Ex Boyfriend
Bab 1 Pertunangan dan Kekecewaan


__ADS_3

Bab 1


Pertunangan dan Kekecewaan


Hari ini


adalah hari dimana seorang wanita bernama Stefani Agatha akan melangsungkan


acara pertunangannya dengan kekasihnya bernama Marshal Elouis Baraq.


Pertunangan


itu sudah direncanakan sejak beberapa bulan yang lalu, semua rencana itu sudah


di susun secara matang oleh keduanya. Stefani baru saja selesai di rias oleh


Make Up Artist profesional yang sudah lama ia kenal sebelumnya.


Jam


terus berjalan, detik demi detik sudah terlewat. Waktu semakin dekat menuju


acara pertunangan itu. Stefani nampak gugup dan gelisah, ini merupakan moment


penting baginya. Tapi kegelisahan dan kegugupan itu kini terasa berbeda.


Ia


merasakan jika sesuatu hal akan terjadi di acara pertunangannya. Semoga saja


bukan hal buruk yang terjadi.


“ Oh


God. Kau begitu cantik, Stefa. “ puji Lianne. Sahabat Stefa yang sudah masuk


nyelonong sesuka hatinya.



Benarkah ? Apa make up ini cocok untukku ? “


“ Tentu


saja. Itu sangat cocok untukmu. Kau begitu sempurna malam ini, dan aku yakin.


Kekasih mu, ah tidak. Calon tunanganmu akan terpesona dengan kesempurnaanmu


malam ini. “ antusias Lianne


Stefani


hanya tersenyum dan pipinya sudah merona mendengar keantusiasan sahabatnya itu.


Ah mengenai calon tunangannya itu, kenapa dia sedari tadi tidak memberikan


kabar ? Apa mungkin dia sedang dalam perjalanan menuju tempat acara pertunangan


mereka berlangsung nanti ?


Jam


sudah menunjukan pukul 19.30 waktu setempat, dan tepat 30 menit lagi acara akan


segera berlangsung. Namun, kekasih Stefa belum juga datang bahkan tidak ada


kabar sama sekali. Kini Stefa semakin gelisah. Apa mungkin terjadi kemacetan


yang parah sehingga membuat kekasih sekaligus calon tunangannya itu datang


terlambat ?


Ting..


Bunyi


notifikasi handphone milik Stefa berbunyi, menandakan ada sebuah pesan yang


masuk ke handphone nya. Stefa langsung membuka pesan itu, dan rupanya itu


sebuah pesan dari nomor yang tidak ia kenali.


Dengan

__ADS_1


ragu, ia segera membuka pesan itu. Mata Stefa langsung melotot, melotot sempurna.


Ia terkejut dengan isi pesan dari nomor tak dikenalnya itu. Sebuah photo. Photo


kekasihnya yang sedang berpelukan dengan seorang wanita.


Stefa


mengenal siapa wanita yang ada di dalam photo itu. Seorang model Internasional,


yang sudah pasti semua orang mengenal wanita itu. Tak terkecuali dengan Stefa


sekalipun.


Jantungnya


berdegup sangat kencang, tangannya mulai berkeringat dingin dan gemetar.


Tangannya *** kuat handphone miliknya. Tak lama, sebuah notifikasi lainnya


muncul kembali. Pesan dari nomor yang sama.


Kali ini


bukan hanya sebuah photo berpelukan lagi, melainkan sebuah photo dimana


kekasihnya sedang berciuman dengan panasnya. Jantungnya semakin berdegup


kencang, nafasnya mulai berat. Ia tahu, ini semua salah. Siapa yang


berani-beraninya mengirim pesan seperti itu ? Ini pasti sebuah lelucon dan


sebuah editan.


Ya


betul. Ini pasti editan, pasti ada pihak yang tidak menyukai kabar gembira


tentang pertunangan ini. Sehingga orang itu nekat untuk melakukan hal licik


seperti ini. Ya betul, seperti itulah. Pikir Stefa.


Tak lama


Stefa ragu untuk membuka video itu. Tapi Stefa begitu penasaran.


Stefa


mengunduh video yang dikirim ke handphone miliknya. Klik. Stefa membuka video


itu, dan menontonnya dengan diam. Diruangan itu hanya ada Stefa sendiri.


Betapa


terkejutnya Stefa, saat ia sedang menonton video itu. Awalnya di video


gambarnya tidak terlalu jelas dan tidak fokus. Cahaya di dalam video itu tidak


cukup terang. Tapi di detik berikutnya, semuanya nampak jelas dan sangat


terang.


Stefa


melihat kekasih sekaligus calon tunangannya itu sedang bercumbu dengan wanita


yang ia kenali. Mereka melakukan adegan itu dengan sangat panas, dan seperti


sudah biasa. Karena setiap adegan itu terlihat sangat lihai.


Dari


ciuman panas, sampai adegan dimana ia melihat sang kekasih dengan wanita di


dalam video itu telanjang bulat tanpa satu helai benang yang menempel di tubuh


keduanya. Stefa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia tak perlu menonton


sampai video itu berakhir.


Ini


cukup. Cukup untuk membuktikan bahwa selama ini kekasihnya telah

__ADS_1


mengkhianatinya. Entah sejak kapan. Tapi Stefa cukup yakin, kalau ini tidak


terjadi hanya kali ini saja. Pasti mereka sudah melakukannya berulang kali


dengan baik.


Stefa


mematikan video itu, handphonenya ia matikan pula agar tidak ada pesan masuk


lagi dari siapapun itu. Cukup sudah. Cukup ia merasa hancur di hari spesialnya.


Tidak. Seharusnya ini memang hari spesial untuknya, untuk kekasihnya juga.


Entah


siapa yang mengirim pesan itu. Tapi Stefa sedikit berterima kasih kepada orang


itu. Ia tidak perduli dengan motif orang yang mengirimkan bukti kebejatan


kekasihnya di luaran sana. Beruntung karena pertunangan itu belum terjadi.


Ekspresi


Stefa langsung berubah. Wajahnya berubah menjadi dingin. Rona kebahagiaan


hilanglah sudah. Tidak ada lagi Stefa yang ceria, ramah, hangat, penuh kasih


sayang dan mudah bergaul dengan siapapun. Tidak lagi.


Mulai


saat ini, Stefa memutuskan untuk menutup akses untuk siapapun. Termasuk itu


wanita ataupun pria. Ia lelah, lelah dengan semuanya. Ternyata kebaikkannya


selama ini, tidak akan terbalaskan dengan hal baik pula.


Krek..


Pintu


terbuka. Sahabat Stefa masuk ke dalam ruangan itu, dan menghampiri Stefa yang


sedang duduk dengan wajah... dingin.


Lianne


menghampiri Stefa, dan duduk di sampingnya. Lianne menyentuh bahu Stefa dengan


lembut. Entah apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.


“ Stefa,


kamu baik-baik saja ? 30 menit lagi acara akan segera dimulai. Tapi Marshal


belum juga datang, apa dia memberi kabar kepadamu ? Keluarganya sudah datang


terlebih dahulu, hanya tinggal Marshal saja yang belum hadir. “


Stefa


mengangkat wajahnya. Masih dingin, raut wajahnya masih dingin.



Batalkan ! Batalkan acara malam ini, dan beritahukan kepada keluarga Marshal


untuk menemuiku disini! “


Lianne


mengernyitkan dahinya, ia tidak mengerti kenapa sahabatnya ingin membatalkan


acara pertunangannya sendiri. Apa terjadi sesuatu ? Lianne tidak ingin bertanya


panjang lagi, ia yakin bahwa Stefa memiliki alasan yang kuat.


Lianne


segera berjalan keluar untuk memberi tahukan kepada seluruh hadirin yang sudah


hadir untuk menyaksikan acara pertunangan itu.

__ADS_1


__ADS_2