My Bastard Ex Boyfriend

My Bastard Ex Boyfriend
Bab 65 Biological Needs


__ADS_3

Baca juga cerita "BRENDA HEATHER" di sebelah, yg mau tau di mana langsung komen atau join chat group aja ya!! Ceritanya gak kalah seru meskipun bergenre dark romance,,,



***


            Semua berjalan dengan lancar dan semestinya. Semua orang kembali kepada urusan mereka masing-masing setelah semua permasalahan menemui titik temu yang memang sebelumnya mengalami sedikit perdebatan. Revaldo kembali ke negara asalnya setelah memantapkan hatinya untuk membiarkan Stefa memilih kebahagiaannya sendiri, begitu pula dengan Lianne dan juga Johannes yang ikut kembali ke negara asalanya. Terkecuali David yang memang memutuskan untuk tetap berada di Jepang sampai proses persalinan Stefa berjalan dengan lancar atau mungkin lebih sampai mereka mengurus pernikahan yang telah mereka sepakati. Memantau pekerjaannya dari jarak jauh, dan sesekali akan melakukan rapat melalui streaming video.


            Sementara itu, Marshal sudah tak terdengar lagi kabarnya sampai mana atau bagaimana. Mungkin pria yang satu itu sudah mendapatkan titik terang beserta hidayah yang Tuhan berikan kepadanya agar tak mengganggu hidup sang mantan kekasih yang memilih untuk mempertahankan kehamilannya dan menikah dengan ayah kandung dari si bayi itu. Atau mungkin saja pria itu disibukkan kembali dengan urusannya dengan Deborah. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan pria itu.


            Selain itu, Ken memutuskan untuk menerima David sebagai calon suami dari keponakan istrinya itu. Mau


bagaimanapun Ken menolaknya, tetap saja David lebih berhak atas masa depan keponakan dan juga anaknya. Memberikan kesempatan kedua untuk David tidaklah salah, Ken akan bersalah jika ia berusaha untuk memisahkan sosok ayah dari bayi itu.


            Beberapa syarat diajukan oleh Ken kepada David. Syarat pertama yaitu untuk tetap tinggal satu rumah dengan Stefa dan dalam pengawasan penjagaan ketat dari beberapa orang suruhan milik Ken, meminimalisir agar David tidak melakukan hal-hal di luar batas yang Ken berikan kepadanya. Syarat kedua yaitu untuk tidak menyentuh Stefa sebelum terjadinya upacara pernikahan yang akan dilaksanakan setelah Stefa melahirkan bayinya.


            Syarat ketiga yaitu membiarkan Stefa melakukan apa pun yang diinginkannya tanpa ada bantahan atau perdebatan alot selama itu tidak membahayakan Stefa dan juga bayinya. Dan syarat yang paling penting adalah jika David sampai menyakiti Stefa kembali, maka dengan itu Ken berhak mengambil Stefa dari kehidupan David dan tidak akan membiarkan David untuk mampu menemui anaknya sendiri.


            Memang persyaratan itu terdengar kejam untuk David. Bagaimana bisa Ken memberikan persyaratan bahwa ia tidak boleh menyentuh Stefa, tentu saja maksud yang ditujukan oleh Ken adalah dalam urusan kebutuhan biologis atau urusan ranjang. Semua orang mengetahui jika ibu hamil memerlukan urusan ranjang dengan rutin demi tumbuh kembang dan juga kesehatan si bayi.


            Tentu saja David mengetahui hal itu bukan karena ia yang begitu berpengalaman, hanya saja semenjak David mendapatkan kesempatan kedua dari Stefa maupun Paman dan juga Tantenya. David mencari berbagai artikel dan juga pengetahuan tentang kehamilan juga bayi. Beberapa artikel mengatakan bahwa berhubungan intim disaat sang istri sedang hamil sangatlah penting, selain kebutuhan biologis kedua orang tuanya tentu saja itu penting untuk si bayi.


            Seperti melancarkan sirkulasi darah, mempermudah proses persalinan atau memperbesar kesempatan untuk melahirkan normal, memperkuat otot dasar panggul, meningkatkan sistem imun ibu hamil yang memang sering terjadinya penurunan daya tahan tubuh selama proses kehamilan, menguatkan bonding dengan suami. Yang dimaksud dengan menguatkan bonding yaitu aktivitas seksual selama masa kehamilan dapat melepaskan hormon endorfin yang mengurangi tingkat stres. Pelepasan hormon ini juga membantu menciptakan lingkungan yang sehat kepada janin dan juga ibunya.


            Terlepas dari itu, berhubungan intim juga dapat meningkatkan produksi oksitosin, hormon yang bertanggung jawab untuk keterikatan dan cinta. Mencegah preeklampsia dan yang terakhir untuk meningkatkan kepercayaan diri. David tidak bermaksud untuk melampaui pengetahuan dan juga pengalaman milik Ken, hanya saja persyaratan itu terlalu berat untuknya dan juga Stefa.


            Sepertinya David harus benar-benar menahan kebutuhan biologisnya itu selama Stefa mengandung, atau mungkin saja David akan mencuri-curi alasan agar mampu mendekati Stefa dan menyentuhkan tangannya ke bagian tubuh Stefa yang membuatnya seakan mabuk kepayang setiap kali membayangkan bagaimana rasa dan juga bentuk Stefa. Tidak bisa dipungkiri bahwa David memang menyukai bentuk tubuh Stefa. Sedangkan mengenai tentang persyaratan yang paling penting, tentu saja David tidak akan pernah menyakiti wanita itu lagi setelah susah payah ia mencoba untuk mendapatkannya dan hampir saja kehilangan sepenuhnya.


            Selain tubuhnya yang begitu diidolakan oleh wanita lainnya dan merasakan keirian yang terpahat di benak


mereka secara permanen, David juga begitu mengidolakan tubuh Stefa. Sangat wajar untuk kaum pria jika menginginkan pasangan yang memiliki bentuk tubuh yang begitu sempurna dengan beberapa tempat yang pas dan menonjol. Seketika tubuh David terasa panas dan bergairah hanya dengan membayangkannya saja.


            “Arrghh. Sial! Aku tidak bisa menahan ini lagi terlalu lama. Aku juga memerlukan pelepasanku, dan aku tidak mungkin melakukannya dengan wanita selain Stefa.” David mengumpat karena tubuhnya merasa bergairah tak terkendali.


            Dan dewi keberuntungan sepertinya sedang berpihak kepadanya. Suara ketukan di pintu kamarnya membangunkan David dari rasa frustasinya karena tidak bisa mendapatkan pelepasannya dengan Stefa. Sudah beberapa bulan ini David tidak melakukannya, tentu saja Ken akan selalu mengawasi dan membatasi kedekatan antara dirinya dengan Stefa.

__ADS_1


            Bukannya David tidak bisa membangkang atau melawan secara fisik kepada para penjaga yang ditempatkan oleh Ken. Hanya saja ia berusaha untuk selalu menghargai pendapat orang lain, menghargai keluarga Stefa satu-satunya yang masih tersisa untuknya. Jadi David berusaha dengan keras agar tidak membangkang semua persyaratan yang Ken berikan.


            “Dave, kau sudah tidur?” suara yang begitu terasa lembut di telinga David membuatnya secepat kilat berjalan ke arah pintu dan membukanya dengan gerakan cepat tak terkendali.


            “Kenapa kau ke sini? Kau bisa meminta pelayan untuk memanggilku jika kau memerlukan sesuatu.” Tentu saja kemunculan David di depan Stefa telah menjawab pertanyaan Stefa bahwa pria itu belumlah terlelap di balik mimpinya itu.


            “Aku tidak bisa tidur. Perutku terasa keram beberapa hari ini.” Stefa mengucapkan dengan pipi yang merona. Entah karena hormon kehamilannya atau karena alasan lainnya.


            Kehamilan Stefa yang sudah memasuki trimester kedua itu sering sekali membuatnya kewalahan, bayi yang mendapatkan julukan bayi berkualitas itu terasa begitu aktif di dalam sana. Sering kali Stefa merasakan tendangan di perutnya yang sudah membuncit itu, dan sering kali pula Stefa menginginkan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya walau sebentar saja.


            “Apa kita perlu ke dokter?” David bertanya dengan paniknya mendengar Stefa mengalami keram di bagian perutnya itu. Ia khawatir terjadi sesuatu hal yang buruk terhadap kehamilan Stefa yang nantinya dapat membahayakan keduanya.


            Stefa menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang terlihat malu-malu.


            “Sepertinya kita tidak perlu ke dokter.”


            David mengangkat alisnya sebelah dan menunggu Stefa menyelesaikan ucapannya.


            “Sepertinya anakku memerlukan Ayahnya.” Dengan sepenuh hati Stefa mampu menyelesaikan kalimatnya meskipun rona merah di pipinya terlihat dengan jelas. Dan itu tak luput dari perhatian David yang merasakan kegemasannya tersendiri.


            Astaga. Betapa manisnya dan menggemaskannya saat Stefa sedang merona seperti itu. Seolah David sedang melihat Stefa yang begitu polosnya.


            “Bisakah kau mengatakannya dengan jelas? Oh iya, jangan pernah mengatakan bahwa bayi itu hanya anakmu saja, sweety! Itu adalah bayi kita, anak kita.” David meralat kata anakku yang diucapkan Stefa sebelumnya.


            Stefa mengusap tengkuknya sesaat, kemudian mengusap perutnya yang sudah membuncit itu pelan-pelan. Ada keraguan di wajah Stefa saat Stefa berusaha untuk mengatakan keinginannya dengan jelas.


            “Umh... Bi-bisakah kita melakukannya?” tanya Stefa malu-malu dan terasa canggung. Ia tak berani menatap mata David saat ini karena rasa malunya yang terlalu kuat yang ia rasakan. Selama masa kehamilannya itu, baru kali ini Stefa benar-benar merasakan ingin melakukan penyatuan dengan David.


            Tanpa diduga, David langsung merengkuh tubuh Stefa dan membalut tubuh itu dengan tubuh besar David. Stefa sempat berpikir jika ia mengutarakan apa yang ia inginkan maka ia akan mendapatkan penolakan dari David. Nyatanya, pria itu justru malah membaluti tubuhnya dengan tubuh pria itu yang terasa besar dan hangat.


            David menangkupkan kedua telapak tangannya di sisi wajah Stefa dan menatapnya dengan mata yang berkilat penuh dengan... gairah? Apa David juga merasakan apa yang Stefa rasakan? Jawabannya tentu saja iya. Bahkan pria itu sedari tadi sudah berdoa kepada dewi keburuntungan agar segera datang menghampirinya, dan sekarang doanya terkabulkan. Stefa juga menginginkannya.


            “Sepertinya kita memerlukan ranjang untuk melakukannya. Mau bergabung?” tawar David dengan senyuman yang begitu menggoda. Stefa tersipu malu mendengarnya tetapi tak urung ia menganggukkan kepala menyetujui ajakan David.


            “DAVE!” Stefa memekik saat David tiba-tiba menggendong tubuhnya dan menendang pintu kamar itu dengan kakinya sampai terdengar suara bedebum yang cukup nyaring. Ia melangkah menuju ranjang tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Stefa yang begitu cantik, David begitu memuja wanita yang kini sedang mengandung hasil dari benih berkualitas yang ia tanamkan di ladang berkualitas milik Stefa. Auranya terasa berbeda, tidak seperti sebelumnya. Mungkin aura kehamilannya-lah yang membuat Stefa terlihat begitu semakin cantik, sangat cantik.

__ADS_1


            Kedua tangannya merengkuh leher David, memegangnya dengan kuat agar tubuhnya tidak merosot dan terjatuh dari gendongan kuat lengan David yang berotot.


            “Berhenti menatapku seperti itu, Dave!” peringat Stefa yang merasa malu karena terus-terusan ditatap oleh David.


            Pria itu menurunkan tubuh Stefa di atas ranjang, kedua lengan Stefa terpaksa harus berpisah dari leher David.


            “Jadi kau sudah memutuskan untuk terus memanggil namaku dengan panggilan itu?” tanya David masih dengan nada penuh godaan.


            “Apa kau keberatan?” Stefa dengan memasang mata polosnya. Sementara yang ada di pikiran David adalah bahwa saat ini Stefa sedang menatapnya dengan mata yang menggoda, suara yang terdengar seksi melambai mengajaknya untuk segera menyentuhkan sentuhannya di sekujur tubuh Stefa. David memejamkan matanya dan menggeram rendah.


            “Jangan menatapku dengan mata yang seperti itu!”


            “Memangnya kenapa?” tanya Stefa. Lagi-lagi dengan mata polosnya itu.


            “Bisakah kau tidak berdebat denganku, sayang?! Suaramu membuatku frustasi dan mulai kehilangan kesabaranku.”


            Setelahnya, David langsung mempertemukan bibir Stefa dan menyentuhnya penuh dengan tuntutan balasan yang sama dari Stefa. Mencecap setiap sudut dari bibir Stefa, menautkan lidah mereka berdua saling memanjakan dengan cara mereka. Desahan rendah yang lolos keluar melalui sela-sela bibir Stefa terdengar begitu indah menyapa pendengaran David, memacu semangat David untuk terus memanjakan Stefa.


            Tangannya menyeimbangkan dengan cara kerja bibirnya, membuka kancing piyama yang saat ini dikenakan oleh Stefa dengan perlahan penuh perhitungan. Menyentuhkan tangannya di tempat yang tepat membuat Stefa mengerang nikmat merasakannya.


            “I need you inside me, make you mine forever. I will not let other men have you, you! You were created only for me!”


            Stefa merasakan desiran aneh yang menyulut gairah di dalam dirinya setelah mendengar pengakuan yang penuh dengan godaan dari mulut David. Stefa menyentuh rahang tegas David dengan mata yang menyorot penuh damba.


            “Then make me yours forever, and now. I think you should enter me right away!”


            David tersenyum dengan kilatan menggoda, api gairah di dalam tubuhnya tidak bisa lagi dibendung lebih lama. Ia menginginkan dirinya berada di dalam diri Stefa secepatnya. Menyatukan keduanya dengan percintaan yang terjalin karena sama-sama menginginkan. Entah Stefa sadar atau tidak saat meminta David menyatukannya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana mereka saling menyatakan cinta dengan tindakan dan juga sentuhan yang saling merindukan penuh damba itu.


            David menciumi wajah Stefa dengan penuh cinta dan mendamba. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa David memang benar-benar telah jatuh ke dalam pesona dan kecantikan Stefa. Mencintai Stefa adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepadanya, dan kesempatan yang diberikan oleh Ken adalah sebuah jalan untuk mendapatkan Stefa seutuhnya. Mencintainya sampai ia merasa rela mati karena terlalu mencintai Stefa.


            Malam ini mereka melakukannya dengan saling mendamba, menyentuh dengan cinta, mendesah menyebutkan nama dengan cara paling terindah yang pernah terjadi di dalam hidup mereka. Mengerang nikmat saat mendapatkan puncak kenikmatan yang mereka dapatkan, saling memberikan kekuatan saat puncak itu akan tiba.


            “Mine, you’re mine!” klaim David dengan suara menggeram rendah tatkala ia menghujam lebih dalam beberapa kali membuat Stefa melenguh penuh dengan kenikmatan tak terkendali.


            “I’m yours.” Balas Stefa dengan mata yang memuja David.

__ADS_1


***


Author pengen tau dong, hal apa saja yang bisa kalian dapatkan dari cerita ini? Hal positif apa yang bisa kalian tangkap dari cerita ini? Tulis jawabannya di kolom komentar ya !!


__ADS_2