My Bastard Ex Boyfriend

My Bastard Ex Boyfriend
Bab 3 Menutup Akses


__ADS_3

Bab 3


Menutup Akses


Pagi


harinya, Stefa siap untuk kembali ke aktivitas yang sesungguhnya. Ia sudah siap


dengan pakaian kerjanya, makeup natural yang selalu ia pakai setiap harinya.


Dengan kemeja putih dengan aksen pita sedang yang melingkar di bagian lehernya,


serta rok span selutut berwarna cream. Membuat bentuk tubuh Stefa tercetak


dengan jelas.


Sebenarnya


Stefa memiliki payudara yang cukup besar untuk ukuran tubuhnya yang kecil.


Dengan bokong yang bulat, padat dan sempurna. Membuat sebagian wanita merasa


iri dengan aset tubuh Stefa. Tak ayal juga, para pria akan meneteskan air


liurnya jika melihat bentuk tubuh Stefa.


Stefa


berjalan meninggalkan apartment miliknya, saat membuka pintu apartment. Stefa


dikejutkan dengan sosok sahabatnya yang memang tinggal di apartment yang sama,


hanya berbeda lantai saja.



Morning, dear? “ sapa Lianne


“Hay,


morning. “ jawa Stefa


Jangan


lupakan raut wajah dinginnya Stefa yang sudah terpasang disana. Tidak ada lagi


Stefa yang ramah, oke.


“ Sudah


siap? Ayo kita berangkat! “ ajak Lianne


Stefa


hanya mengangguk dan  tersenyum tipis,


nyaris tidak terlihat jika Stefa sedang tersenyum kepada Lianne.


Mereka


berdua meninggalkan Royal Apartment. Hari ini, Lianne membiarkan Stefa tidak


membawa mobil miliknya. Lianne tahu jika kejadian semalam sungguh sangat berat


bagi Stefa, jadi Lianne berinisiatif untuk menyenangkan hati Stefa dengan


menjadi supir cantik yang suka rela untuk sahabatnya itu.


Butuh


waktu 35 menit untuk sampai di The Fritz Group, perusahaan yang bergerak hampir


diseluruh bidang usaha.  Mereka sampai di basement dan Lianne sudah memarkirkan


mobilnya disana. Mereka berjalan ke salah satu lift untuk mencapai lobby


perusahaan dimana mereka bekerja.


Saat


mereka berjalan di lobby, semua mata tertuju ke arah mereka. Ah tidak. Tapi


tertuju ke arah Stefa yang memasang wajah dinginnya. Semua sibuk dengan


berbisik untuk membicatakan pertunangan yang dengan sengaja dibatalkan oleh


Stefa kemarin malam.

__ADS_1


Stefa


tidak memperdulikan semua orang yang sibuk membicarakannya. Ia tetap berjalan,


dan pandangan yang lurus serta sorot matanya yang tajam. Sebelumnya, tidak


pernah Stefa menunjukkan sisi dinginnya seperti ini.


“ Jangan


biarkan omongan orang-orang mengganggumu! Mereka tidak tahu apa yang kamu


rasakan. “ ucap Lianne yang sedari tadi berjalan di samping Stefa.


Stefa


melirik ke arah Lianne, dan menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya,


Lianne tidaklah bekerja di tempat yang sama dengan Stefa. Dia hanya ingin


menemani Stefa sampai dengan selamat di tempat kerjanya. Mengantar Stefa sampai


ke ruangan dimana Stefa biasa bekerja. Stefa bekerja sebagai manajer yang


menangani bagian Hubungan Internasional.



Bekerjalah dengan baik, aku akan pergi bekerja. Jika kamu membutuhkan ku,


jangan sungkan untuk menghubungiku! “ pamit Lianne.


“ Terima


kasih. Aku akan bekerja dengan baik. Hati-hatilah di jalan! “ Lianne mengangguk


kemudian meninggalkan Stefa.


Sepeninggalnya


Lianne, Stefa memulai harinya dengan bekerja. Mempelajari beberapa dokumen yang


beberapa hari yang lalu tidak disentuhnya karena persiapa acara pertunangannya.



Judith, tolong urus nomor handphoneku. Aku ingin mengganti nomorku dengan nomor


yang baru, terima kasih! “ Stefa menutup panggilannya via interkom.


Ia


memutuskan untuk mengganti nomor handphonenya dengan nomor yang baru, segala


akses yang berhubungan dengan mantan calon tunangannya itu ia akan blokir


sepenuhnya. Termasuk mengganti nomor itu.


Tok..


tok.. tok..



Permisi Ms. Agatha. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda! “ Judith yang


merupakan seorang sekretaris pribadi Stefa memberitahukan jika dirinya tengah


kedatangan seorang tamu.



Baiklah. Biarkan dia masuk. Terima kasih, Judith! “


Judithpun


mengangguk paham. Segera ia meninggalkan ruangan atasannya itu. Dan begantian,


muncullah seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah wanita yang pernah


ia lihat di photo serta video yang pernah ia terima kemarin malam.



Selamat pagi menjelang siang Ms. Agatha. Apa aku mengganggu waktu anda? “ sapa

__ADS_1


wanita itu



Selamat pagi. Oh tidak. Silahkan duduk! “ Stefa berdiri dan bersalaman dengan


wanita itu. Stefa mengajak wanita itu untuk duduk di sofa yang tersedia di


ruangan miliknya.


Dengan


angkuhnya wanita itu duduk di hadapan Stefa, dengan menyilangkan kakinya.


Membiarkan pahanya terekspos karena mengenakan rok span yang super ketat itu.


“ Jadi


ada yang bisa saya bantu Ms. ? “ tanya Stefa dengan wajah dinginnya


“ Ah


perkenalkan, saya Deborah. Deborah Anastasia. “


“ Saya


Stefani Agatha. Anda bisa memanggil saya dengan panggilan Stefa! Jadi ada yang


bisa saya bantu Ms. Anastasia? “


Deborah


tersenyum sinis, entah apa yang di rencanakan wanita itu dengan beraninya hadir


di hadapan wanita yang telah direbut kekasihnya itu.



Sepertinya Ms. Agatha sangat tidak sabaran. “ kekeh menggelikan


“ Just


Stefa, just call me Stefa! “ sela Stefa untuk menghentikkan kekehan wanita


menjijikkan itu.


“ Ah


baiklah, Stefa. Saya rasa anda sudah tahu saya, bukan? Saya harap dengan hadiah


yang saya berikan kemarin malam membuat anda untuk menjauhi kekasih saya. Ah


bukan, lebih tepatnya calon suami saya. Karena saya sedang mengandung anaknya.



Stefa


bergeming. Tak memberikan respon berlebih, dia hanya diam dengan ekspresi wajah


yang masih dingin. Tidak ada ekspresi keterkejutan darinya. Jauh di dalam


hatinya, ia begitu shock mendengar


pengakuan dari wanita di hadapannya saat ini.


Sebelum


wanita itu berbicara terlalu jauh, Stefa menjelaskan bahwa dirinya sungguh


berterima kasih atas hadiah yang telah wanita itu berikan. Dan Stefa


mengingatkan, jika wanita itu tidak perlu khawatir tentang dirinya.


Tanpa


dimintapun, Stefa sudah pasti akan mundur dari kehidupan Marshal. Tidak sudi


berhubungan lagi dengan pria brengsek.


Deborah


meninggalkan tempat Stefa setelah terjadi perbincangan yang cukup memakan waktu


20 menit. Selama terjadi perbincangan, Deborah terus melontarkan


kalimat-kalimat untuk memprovokasi Stefa. Namun Stefa, sama sekali tidak

__ADS_1


terpancing dengan perkataan yang menurutnya sangat menjijikan.


__ADS_2