
INFORMASI PENTING !!!
CERITA INI BAKALAN TAMAT DALAM SATU BAB BERIKUTNYA DAN TIDAK ADA EKSTRA BAB DI SINI... CERITA INI AKAN LEBIH LENGKAP DALAM VERSI CETAKNYA... MESKIPUN BEGITU, JANGAN LANGSUNG DI HAPUS CERITA INI DARI CERITA FAVORIT KALIAN KARENA SEGALA INFORMASI BERKAITAN DENGAN PRE-ORDER AKAN DIUMUMKAN DI SINI !!!!
***
Dunia kembali diguncangkan dengan berita pernikahan Stefa dan David yang akan berlagsung sekitar dua hari lagi. Berita-berita terhangat lainnya langsung digeser oleh berita pernikahan mereka. Para kalangan pebisnis bergonjang-ganjing membicarakan berita yang terlampau hangat itu. Para kalangan pebisnis itu jelas mengenal siapa David. Mereka berlomba-lomba menarik perhatian David agar mendapatkan undangan pernikahan dari David yang tak mungkin sembarang orang mendapatkan undangan itu, sekalipun orang itu adalah sesama pebisnis. Menjadi penjilat tidaklah sulit bagi orang-orang yang sudah terbiasa melakukannya, yang tadinya tidak dekat dengan David, yang tadinya menolak pebisnis sekelas David, kini telah berbalik arah merongrong David hampir setiap menit meminta kerja sama.
Semua itu dilakukan bertujuan agar mendapatkan undangan pernikahan David yang memang tidak mengundang terlalu banyak orang. Hanya orang-orang terpilihlah yang mendapatkan sebaran undangan pernikahan David dan Stefa. David yang terkenal akan kebolehannya dan kehebatannya dalam berbisnis menjadi santapan empuk para pebisinis lainnya. Menjelang hari pernikahan pun David masih saja dihadapkan pada tawaran-tawaran kerja sama dari berbagai jenis perusahaan.
Perusahaan yang bekerja sama dengan David sudah terkenal dengan mendapatkan keuntungan yang tak sedikit nilainya. Berbeda dengan perusahaan lainnya, David selalu memperhitungkan keuntungan yang menarik untuk rekan bisnisnya itu. Perusahaan lain mungkin akan lebih memikirkan seberapa besar keuntungan perusahaan miliknya dapatkan. Tetapi itu tidak berlaku dengan David. Hanya saja, orang-orang yang berani berbuat curang pada David akan dengan mudahnya di depak dari dunia bisnis bahkan dibuat bangkrut sebangkrut-bangkrutnya oleh David.
Bahkan untuk memulai kembali bisnis dan usaha mereka, akan sangat sulit mereka lakukan. Sehebat itulah David. Dan sekarang, mengenai persiapan pernikahan David dan Stefa sudah rampung sekitar 95%. Hanya tinggal melakukan finishing saja sebagai penyempurna persiapan pernikahan mereka.
Desainer kenamaan Renee Strauss dan pengusaha perhiasan Martin Katz adalah dua orang yang berkolaborasi untuk merancang gaun pernikahan yang akan dikenakan oleh Stefa. David memilih orang tersebut untuk membuatkan gaun secara khusus untuk Stefa agar wanita itu terlihat semakin sempurna saat pernikahan mereka berlangsung nanti. Mereka menggunakan 150 karat berlian untuk menghias gaun indah berwarna putih, dengan benang-benang yang terbuat dari mas asli. Gaun pengantin bertahtakan berlian ini pun terlihat benar-benar mewah walau hanya sekilas mata memandang. David harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membayar hasil karya kedua orang tersebut, ditambah biaya tambahan karena pengerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu kurang dari satu minggu.
Jika ditotalkan dalam mata uang rupiah, David harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp 258,46 miliar. Segelintir orang mungkin akan sangat menyayangkan tindakan David yang terbilang menghamburkan uang, berbeda dengan David yang menganggap semuanya tidaklah memiliki arti yang berarti. Baginya, semua yang ia lakukan untuk pesta pernikahannya tidaklah ada apa-apanya sama sekali.
Dan gaun pengantin yang sudah jadi itu baru saja di antarkan ke kediaman David siang ini dengan pengawalan ketat dari para bodyguard yang disewa oleh David untuk mengawal sebuah gaun mewah tersebut. Meskipun hanya sebuah gaun, tetap saja orang-orang yang memiliki otak kriminal bisa saja melakukan segala
macam cara agar merusak rencana pernikahan David dan Stefa dengan cara mencuri gaun itu. Maka dari itu, David melakukan hal yang dinilai berlebihan oleh segelintir orang-orang itu.
David tidak peduli dengan perkataan orang lain, mereka hanya mampu mencibir. Baginya, orang-orang seperti itu hanya mampu menilai tanpa mau melakukan. Dan orang-orang seperti David, akan selalu dinilai buruk meskipun David melakukan hal terpuji sekali pun.
***
“Bagaimana dengan persiapan pernikahanmu?” Lianne dan yang lainnya saat ini sedang menemani Stefa melakukan perawatan. Stefa dan David tidak diperbolehkan tinggal dalam satu rumah selama menjelang pernikahan. Yang mana, David jika ingin bertemu dengan keduanya harus berusaha keras menemui secara diam-diam tanpa diketahui oleh siapa pun.
Stefa menggeser sedikit tubuhnya, mencari kenyamanan. “Sudah rampung 95%. David juga tadi bilang, kalau gaunku sudah di antar ke rumahnya. Salah satu dari kalian diminta untuk mengambilnya.”
Brianna berdecak. “Ck! Aku tahu itu alibi calon suamimu saja. Kalian sering bertemu secara diam-diam tanpa diketahui oleh siapa pun ‘kan?! Jadi, katakan pada calon suamimu itu untuk mengantarnya sendiri. Kalian hanya dilarang untuk tidak tinggal satu rumah, bukan dilarang untuk tidak bertemu.”
Stefa dan Lianne terkekeh mendengar gerutuan tak suka dari Brianna. Sedangkan Caitlin, wanita itu sedang disibukkan dengan urusan pekerjaannya sehingga ia tak bisa hadir di sana. Berbeda dengan Judith, ia tak bisa hadir di sana dikarenakan ia yang harus mengurusi suami dan juga putranya itu. Menjadi seorang istri sekaligus ibu memang tidaklah mudah, mereka harus pandai-pandai membagi waktu agar salah satunya tidak terabaikan.
“Baiklah, nanti aku bilang.” Tandas Stefa cepat menyudahi tawanya bersama Lianne.
“Tapi, ngomong-ngomong. Setelah kalian menikah, mau kalian apakan itu gaun? Kalian menyewa dua orang penting hanya untuk membuat sebuah gaun untuk kau pakai satu hari, lalu setelah itu bagaimana?” Lianne jelas penasaran dengan gaun yang hanya dapat dipakai satu kali itu.
Para pelayan yang melakukan perawatan sudah selesai, jadi Stefa dan yang lainnya sudah bisa mengobrol
__ADS_1
dengan leluasa.
“Aku masih memikirkannya. Mungkin bisa saja aku kirim ke museum atau dijual.” Jawabnya enteng.
Lianne dan Brianna sama-sama berdecak sebal mendengar jawaban tidak memuaskan dari Stefa.
“Terserah kau saja!” jawab Lianne ketus.
“Kau mengirim undangan untuk mantan kekasihmu?” pancing Brianna.
Stefa mendelik tak suka. “Tentu saja aku tidak mengirimkannya. Tapi, David yang memaksaku untuk mengirimkan undangan itu.”
Lianne dan Brianna mengangguk, tetapi mereka langsung terdiam seolah ada yang salah dengan ucapan Stefa barusan.
“Kau! Kau apa barusan? Aku tidak salah dengar ‘kan?!”
Stefa menggeleng dengan bibir yang tersenyum lebar.
“David ingin Marshal melihat bahwa aku dan David bisa berbahagia. Membiarkan si pengganggu hadir di pernikahan kami, tidak jadi masalah. Justru reputasiku dan David akan semakin terkenal dengan kehadiran mantan kekasih dari pasangan wanita.” Stefa tergelak melihat tampang kedua sahabatnya itu. Baiklah. Ini memang sedikit gila. Siapa pun yang mengundang mantan sekaligus pengganggu datang ke pernikahan sendiri adalah orang yang tidak waras. Dan orang tidak waras itu adalah David dan Stefa.
“Kau gila!” pekik Lianne tak percaya.
Stefa menepis tangan Lianne yang mencengkeram kedua bahunya karena terlalu terkejut. “Aku serius. Marshal tidak segila itu untuk merusak pernikahanku dengan David, ditambah, di sana juga ada awak media yang akan meliput pernikahan kami. Jadi tenanglah! Dia tidak akan senekad itu.” Stefa menepuk-nepuk bahu Lianne dengan tersenyum seolah tak ada beban di hidupnya.
***
Tinggal satu hari lagi menjelang pernikahan Stefa dan David. Semua keperluan dan kebutuhan telah rampung 100%. Gaun sudah dikirim ke rumah Stefa, lebih tepatnya rumah yang dibelikan oleh David untuk Stefa yang nantinya akan menjadi rumah berlibur di musim panas. Rumah itu jaraknya tidak terlalu jauh dari laut, sehingga Stefa dan Alice dapat menikmati suasana laut saat menghabiskan waktu di musim panas.
Berbagai kesibukan masih berlanjut, padahal waktu sudah sangat dekat sekali. Hilir mudik para pegawai di kediaman David mempersiapkan segalanya, mencoba menyelesaikan sebelum waktunya habis. Meskipun acara pernikahan dilakukan di hotel, tetap saja kediaman David dan rumah musim panas Stefa dipenuhi dengan banyak orang serta kesibukan yang hanya terhenti jika mereka berisitirahat saja.
David dan Stefa benar-benar sudah tidak sabar ingin segera menjadi suami istri yang sah setelah banyak drama di kehidupan mereka yang telah mereka jalani. Bayangan masa depan, bagaimana David, Stefa dan Alice, dan mungkin anak-anak mereka berdua yang akan menyusul hadir sudah tergambarkan di benak keduanya. David akan menjadi seorang ayah dari anak-anaknya dengan Stefa yang menjadi ibu dari anak-anaknya. Rumah yang biasanya sunyi sepi, pelayan-pelayan dan penjaga yang menjadi penghuni rumah besar itu, sebentar lagi akan terasa riuh ramai karena suara tawa anak-anak David dan Stefa.
Suara tangis, jeritan manja, lengkingan bocah-bocah nakal yang sedang tumbuh aktif yang akan mengembalikan kehangatan rumah itu yang sudah sangat lama terasa sepi. David tinggal sendirian di rumah itu semenjak kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan perjalanan bisnis ke luar negeri. Semenjak itu pula, rumah itu bagaikan tak bernyawa meskipun banyak pelayan dan penjaga yang membantu menemani David di tengah kesunyian dan kesepiannya.
Selama ini David tidak pernah menunjukkan betapa ia sangat kesepian, merindukan kedua orang tuanya yang meninggal saat David masih berusia sangat muda. Beruntung saudara-saudara David bukanlah orang yang akan memperebutkan harta warisan atau apa pun itu. Justru merekalah yang membantu David untuk menjalani kembali kehidupannya dengan seharusnya, mengajarkan David arti kehidupan yang sesungguhnya meskipun keluarga besar David tidak pernah tersorot dunia publik.
Mengajarkan bagaimana cara mengelola perusahaan yang tidak kecil itu dari awal setelah perusahaan besar milik orang tua David terombang-ambing tak jelas. Bisa dikatakan perusahaan yang saat ini berada di tangan David adalah hasil jerih payahnya sendiri. Tetapi kini semuanya akan berubah, kehidupannya akan berubah sepenuhnya. Kehadiran Stefa di kehidupannya dan kehadiran Alice di tengah-tengah mereka, akan mengubah bagaimana David yang dulu sangat kesepian. Tidak akan ada lagi David yang kesepian. Akan ada keluarga kecil yang bahagia yang selalu menemani seumur hidupnya.
Semua keluarga besar David sudah berkumpul di kediaman David sejak kemarin sore. Mereka turut membantu pekerjaan David yang harus segera diselesaikan, padahal besok David sudah akan melangsungkan pernikahannya dengan Stefa. Pria yang memang gila kerja itu masih saja disibukkan dengan pekerjaannya. Beruntungnya, saudara-saudara David yang sama-sama terjun di dunia bisnis membiarkan David untuk tetap berada di rumahnya tanpa harus menyentuh pekerjaannya. Cukup memberikan instruksi pada saudara-saudaranya itu, atau mengoreksi jika ada yang kurang atau yang perlu ditambahkan.
__ADS_1
Seperti kata pepatah yang mengatakan, menjelang hari pernikahan pasti akan banyak sekali godaan yang
Tuhan kirimkan. Baik itu godaan dari pasangan, keluarga, karir, atau bahkan dari orang luar sekalipun yang tidak kita kenal. Inilah kehidupan yang sebenarnya. David dihadapkan pada pilihan di mana ia harus memilih di antara dua pilihan. Memilih menemui Stefa padahal jelas mereka besok akan bertemu di altar, atau menemani putrinya bermain karena terus-menerus merengek meminta bertemu dengan David, dan jelas-jelas Stefa hanya ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengannya.
Itu konyol. Stefa dan Alice adalah paket komplit di mana David tidak bisa memilih salah satunya. Yang ada di otak David adalah menemui Stefa di rumahnya, bertemu dengan putrinya, kemudian memanjakan keduanya. Sial! Wanita itu begitu sulit dipahami. David bukanlah superhero yang bisa melakukan apa saja. Terlebih ia harus memilih di antara pilihan yang begitu sulit baginya. Padahal, Stefa dan Alice sudah jelas satu rumah. Tetapi permintaan aneh dari Stefa itu seakan paket komplit itu berada di tempat yang berbeda.
Apakah pria lain juga mengalami hal serupa dengan David? Rasa-rasanya David ingin menyerah saja jika mengabulkan permintaan wanitanya seribet ini dan setidak masuk akal ini.
“Aku pergi dulu sebentar, kau awasi para pekerja itu!” titah David pada asistennya itu.
“Kau mau pergi?” tanya Michael dengan tangan yang menahan kepergian David.
Pria itu mengangguk seraya menipiskan bibirnya. “Wanitaku memintaku menemuinya, tetapi aku disuruh menemani putriku bermain.”
Michael mengangkat alisnya tidak mengerti.
“Lalu, apa masalahnya? Kau menemui Stefa, yang berarti kau akan bertemu dengan putrimu. Jadi kau bisa menemui Ibunya sekaligus mengajak bermain putrimu. Gampang ‘kan?!”
David menggeleng tidak setuju.
“Masalahnya bukan seperti itu.”
“Lalu, apa masalahnya? Kau membuat dirimu susah sendiri.” Tukas Michael tepat menyentak otak David yang mendadak tumpul itu.
“Dia ingin bertemu denganku, hanya berdua saja. BERDUA SAJA! Itu artinya, tidak ada Alice, tidak ada pelayan, tidak ada siapa pun yang berdiri di antara kami. Sial! Dia memintaku mengajak Alice bermain. Kau mengertikan maksudku?”
Michael berdecak, rupanya hanya karena hal sepele, David jadi mendadak tidak bisa memiliki otak waras. Pikir Michael.
“Itu urusan gampang. Kau temui Ibunya Alice, rayu dia agar kau bisa menghabiskan waktu bersama putri kalian sekaligus menemaninya apa pun yang ingin dia lakukan padamu.”
David terdiam. Kenapa ia tidak memikirkan itu dari tadi?! Sial! Sial! Sial! David mendadak seperti orang idiot
yang tidak bisa berpikir.
“Paling-paling juga alasan Stefa ingin menghabiskan waktu berdua denganmu karena dia ingin merasakan bagian dirimu yang sudah satu minggu ini tidak memasukinya.” Ucap Michael begitu frontal.
“Damn! Ucapanmu menjijikan.” David melengos meninggalkan Michael yang sedang terpingkal-pingkal karena mentertawakan David. Manusia bodoh sekalipun bisa mengerti dengan maksud permintaan Stefa. Selain melakukan keintiman, lantas apa lagi yang wanita itu inginkan jika sudah berduaan.
“Jatuh cinta memang mengerikan.” Gumam Michael bergidik ngeri membayangkan jika dirinya jatuh cinta akan berubah menjadi idiot seperti David.
__ADS_1