My Bastard Ex Boyfriend

My Bastard Ex Boyfriend
Bab 18 Kebaikan Revaldo


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya, Revaldo kembali mengantarkan Stefa ke Hotel sebelumnya. Setelah Judith datang


di kediaman pribadi milik Revaldo, tanpa perlu basa basi lagi Revaldo langsung


mengantarkan mereka kembali. Judith yang tidak tahu asal ceritanya, dia menatap


heran pada Stefa untuk meminta penjelasan dan di balas dengan gelengan kepala.


Revaldo sengaja tidak membawa kendaraan pribadinya, sehingga saat ini mereka bertiga berada dalam


satu mobil yang sama. Mobil yang biasa sering mengantar jemput Stefa dan


Judith, kini bertambah satu penumpang, Revaldo.


Untuk memecah keheningan diantara mereka bertiga, akhirnya Revaldo membuka suara terlebih


dahulu.


“Aku akan menyiapkan Hotel baru untuk kalian tinggal selama beberapa bulan lagi disini.”


Stefa yang notabenenya duduk di samping Revaldo langsung menolehkan kepalanya ke arah Revaldo.


“Tenang saja, Hotel itu juga masih milikku. Kali ini tidak akan ada lagi kejadian yang sama dengan


sebelumnya. Aku akan menyuruh beberapa orang untuk menjaga ketat di area sana.”


Ucap Revaldo yang kali ini membuat Stefa dan Judith malah mengangakan mulutnya.


“Tidak perlu seperti itu, Mr. Revaldo. Kami tidak perlu penjagaan seperti itu, semua akan baik-baik


saja.” Jawab Stefa dan diikuti anggukkan kepala Judith yang sedang duduk di


samping sopir. Meskipun anggukkan kepalanya belum tentu bisa di lihat oleh


keduanya, tapi setidaknya Judith menyetujui dengan apa yang Stefa ucapkan


barusan.


“Aku tidak jamin bahwa orang itu tidak akan kembali lagi. Jadi aku lebih baik memberikan penjagaan


ketat untuk kalian.”


“Tapi....”


“Tidak ada penolakkan, Ms. Stefa!” ucap Revaldo penuh penekanan dengan kalimat terakhirnya yang


menyebutkan nama Stefa.


Stefa hanya bisa menghembuskan nafasnya berat. Dia merasa tidak perlu untuk mendapatkan


penjagaan ketat. Stefa sangat yakin jika pria sialan itu tidak akan mencarinya


kembali. Dia seorang bos, seorang pemimpin dari sebuah perusahaan yang cukup


besar di London. Tidak mungkin dia akan meninggalkan perusahaannya untuk


berlama-lama di Indonesia.


Sampai mereka tiba di Hotel, mereka dikejutkan dengan kedatangan seseorang. Pria tampan dengan lekuk


tubuhnya sempurna, dibalik baju yang di kenakannya sudah pasti ada perutnya


yang kotak-kotak sempurna disana.


“Mr. David?” gumam Stefa pelan saat melihat pria itu adalah bosnya sendiri. Bos besarnya sedang


berada di Indonesia. Untuk apa?


David berjalan mendekati mereka bertiga. Mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan


Revaldo.


“Selamat siang, Mr. Revaldo. Saya David, David Fritz.” David memperkenalkan dirinya pada Revaldo

__ADS_1


dengan mengulurkan tangannya.


Ulurran tangan itu disambut baik oleh Revaldo.


“Selamat siang, Mr. David. Saya Revaldo Gunawan. Senang bertemu dengan anda!” balas Revaldo dengan


memperkenalkan dirinya dengan bibirnya yang tersenyum ramah.


“Mr. David, kapan anda datang?” tanya Stefa mewakili pertanyaan yang ingin di tanyakan oleh Judith.


“Oh, Stefa, Judith. Aku baru saja sampai.”


Awalnya, David memang berencana berangkat ke Indonesia keesokkan harinya saat Judith memberitahukan


bahwa telah terjadi sesuatu dengan Stefa. Namun karena rasa tidak sabarannya


sudah mengalahkan dirinya, akhirnya David memutuskan untuk berangkat pada hari


yang sama setelah menerima panggilan telepon dari Judith.


“Dimana anda akan menginap, sir?” tanya Judith kali ini.


David diam seolah sedang memikirkan dimana dia akan menginap. Sampai akhirnya dia mengatakan


untuk menginap di Hotel yang sama dengan Stefa dan juga Judith. Mau tidak mau,


mereka harus memesan Hotel berbintang 5, karena tidak mungkin seorang bos besar


harus menginap di Hotel bintang 4 yang sama seperti mereka.


Setelah memasukkan baju-baju dan barang lainnya ke dalam koper, Stefa segera meninggalkan kamar


itu. Mengetuk pintu kamar Judith yang berada di samping, dan ternyata Judith


pun sudah selesai dengan barang-barangnya.


Mereka segera turun ke bawah, karena David dan juga Revaldo sedang menunggu mereka di restaurant. Terlihat dua pria yang memiliki kadar ketampanan di atas rata-rata sedang terlibat obrolan ringan.


David sempat menanyakan perihal kejadian yang menimpa Stefa, namun Revaldo yang


“Maaf, kami terlalu lama.” Ucap Stefa memotong pembicaraan kedua pria tampan itu saat dirinya dan Judith


sudah sampai di dekat mereka.


David dan Revaldo sama-sama menganggukkan kepalanya berbarengan. Jangan lupakan senyuman Revaldo


yang selalu terlihat menawan.


“Silahkan, kalian duduk! Kalian bisa memesan makanan terlebih dahulu!” Revaldo mempersilahkan


kedua wanita itu untuk duduk bergabung bersama mereka.


“Tidak perlu, Mr. Revaldo. Kami akan langsung ke Hotel yang baru, dan sepertinya Mr. David butuh


istirahat secepatnya.” Jawab Stefa.


“Oh, baiklah. Kalau begitu aku akan mengantarkan kalian semua ke Hotel yang baru, aku sudah meminta


salah satu karyawanku disana untuk menyiapkan kamar yang pantas untuk kalian.


Dan untuk Mr. David, kamar anda sudah kami aturkan juga.” Terang Revaldo. Dan


david hanya mengangguk saja.


“Kalau begitu, mari kita berangkat!” ajak David.


Mereka berempat segera meninggalkan Hotel itu, dan memasuki mobil. Judith dan Stefa menaiki mobil yang


biasa mereka gunakan, sementara David dan Revaldo di mobil mewah yang sama.


Sebenarnya, Revaldo tidak rela berpisah mobil dengan Stefa. Hanya saja untuk


menghargai David, jadi dia memutuskan untuk menggunakan mobil yang sama dengan

__ADS_1


David.


Setibanya di Hotel yang baru, mereka disambut baik oleh seluruh petugas Hotel disana. Barang-barang


milik David, Stefa dan Judith sudah di antar ke kamar masing-masing. Setelah


semuanya sampai di Hotel itu, Revaldo segera berpamitan untuk kembali ke perusahaan


utamanya karena harus menghadiri rapat yang tidak bisa ia tinggalkan.


“Stefa, aku harus segera ke kamarku untuk membereskan semua barang-barangku. Karena lantai kita


berbeda, jika kau memerlukan bantuanku jangan lupa untuk menghubungiku, oke!”


ucap Judith yang kenyataannya kamar miliknya dan Stefa ternyata berbeda lantai.


“Oke. Aku akan menghubungimu jika aku memerlukan bantuanmu. Kau segera lah beristirahat! Aku


akan naik juga.” Balas Stefa.


Judith meninggalkan Stefa dan David berdua yang masih berada di dekat meja resepsionis. Stefa yang


menyadari bahwa dirinya telah satu lantai dengan David, hanya bisa menghela


nafasnya saja. Akan sangat canggung jika mereka harus satu lantai yang sama. Meskipun


mereka tidak tinggal di dalam kamar yang sama, tapi mendengar bahwa seorang


bawahan dan atasan berada di lantai yang sama nantinya pasti akan membuat


sesuatu lebih canggung.


Stefa dan David segera memasuki lift dan menuju lantai dimana kamar mereka telah disiapkan. Di lantai


itu, hanya ada dua pintu saja yang terlihat setelah Stefa dan David sampai.


Rupanya Revaldo memilihkan tipe kamar yang paling mahal disana, President Suite.


Di lantai itu, hanya ada dua pintu kamar yang masing-masing di balik pintu kamar itu memiliki


fasilitas yang sangat mewah dan lengkap. 1 pintu yang menunjukkan disana adalah


kamar milik David, dan yang satunya lagi merupakan milik Stefa.


Kamar yang akan Stefa tempati posisinya cukup dekat dengan lift dan berada di depan, sementara kamar


milik David berada di ujung lorong besar itu. Keduanya berpisah setelah Stefa


memasuki kamar miliknya. Ia merasa terkejut dengan segala bentuk fasilitas yang


ada di dalamnya.


“Waaah, rupanya dia rela menghamburkan uangnya untuk menyewakan kamar ini untukku. Dasar orang


kaya.” Gumam Stefa sambil menarik kopernya masuk ke dalam.


Sebelum Revaldo meninggalkan mereka bertiga di Hotel baru, Revaldo sudah mengatakan bahwa


tagihan kamar di bebankan kepada perusahaan milik Revaldo. Dia mengatakan


sebagai bentuk permintaan maafnya atas kejadian yang menimpa Stefa.


Awalnya David menolak, karena itu adalah tanggung jawabnya. Tapi Revaldo tetap memaksakan


keinginannya. Meskipun Judith tidak di tipe kamar yang sama dengan kedua


atasannya, tapi tetap saja kamar yang ditempatinya termasuk ke dalam tipe kamar


yang cukup mahal dan mewah.


Sepertinya Revaldo benar-benar pria tampan yang kaya dan suka membuang-buang uangnya hanya untuk


sebuah kata maaf. Baiklah, jangan dibuang sia-sia kebaikan Revaldo begitu saja.

__ADS_1


Nikmati saja selama itu tidak merugikan mereka.


__ADS_2