My Bastard Ex Boyfriend

My Bastard Ex Boyfriend
Bab 25 Ratu


__ADS_3

            Stefa begitu terlihat sangat cantik, anggun dan seksi secara bersamaan. Vivianne dan


beberapa asistennya benar-benar telah menyulap Stefa seperti seorang wanita


yang berkelas tinggi. Dress yang ia kenakan sangat cocok dan pas melekat di


tubuh Stefa.


            X Strap Dress adalah dress yang saat ini Stefa kenakan. Dress dengan tali tipis yang menggantung di bahu dan berupa huruf X di bagian belakang punggung, membuat punggung cantik dan mulus Stefa


bebas terkespos.


            Dengan belahan dada sedikit rendah, membuat dada sekal Stefa seperti sedang di pertontonkan. Dress itu menjuntai ke bawah sampai menutupi mata kaki Stefa dan memiliki belahan panjang sampai


setengah paha Stefa.


            Rambut yang di gelung sedikit ke atas dibuat sedikit berantakan, sentuhan make up semi matte semakin membuat Stefa cantik, anggun dan seksi secara bersamaan. Bahkan Vivianne pun di buat takjub dengan kecantikan Stefa.


            Vivianne merasa bahwa dirinya dan asistennya hanya menyapukan sedikit make up, tidak terlalu berlebihan. Namun hasilnya, malah membuat Stefa seperti orang lain. Bisa di katakan seperti Ratu


Kecantikan Internasional.


            “Kau benar-benar cantik sekali, dear. Aku baru menemui dan melihat


wanita secantik dirimu. Kau seperti Ratu Kecantikan Internasional yang sering kutonton


saat berada di New York.” Puji Vivianne atas kecantikan Stefa.


            Stefa tersipu malu dan pipinya sedikit merona. “Terima kasih, Vivianne. Ini berkat kau dan juga asistenmu.


Tapi kau terlalu berlebihan jika kau mengatakan bahwa aku seperti Ratu


Kecantikan Internasional!”


            “Oh, dear. Aku harus mengabadikan kecantikanmu, aku akan mengambil


beberapa fotomu.”


            Vivianne langsung mengarahkan kamera handphonenya untuk mengambil foto Stefa. Beberapa di ambil dengan keadaan selfie bersama. Vivianne merasa bangga dengan keahlian tangannya yang membuat


Stefa semakin cantik.


            “Permisi, Nona. Tuan David sudah datang.” Salah satu asisten Vivianne memberitahukan bahwa David sudah datang dan sedang menunggu di ruang tamu.


            “Sebaiknya kau segera kesana, sayang. Angkat dagumu dan percaya dirilah!” Vivianne sedikit mendorong tubuh Stefa untuk segera keluar dari kamar dan menemui David di ruang tamu.


            Stefa beberapa kali nampak menghembuskan napasnya karena gugup. Bagaimana tanggapan David saat melihat dirinya berpenampilan berbeda jauh dari kata biasanya?!

__ADS_1


            “Sir?!” sapa Stefa saat jaraknya sudah tak cukup jauh dengan David.


            David langsung membalikkan tubuhnya dan menghadap Stefa. David langsung terdiam tak bisa berkata-kata saat melihat Stefa begitu sangat cantik dan memukau. Matanya mengedip beberapa kali seperti


sedang membersihkan kotoran matanya agar penglihatannya benar-benar jelas.


            “Apakah aku terlihat aneh?” tanya Stefa sembari menelisik penampilannya sendiri.


            “No. Kau sempurna.” David langsung berjalan mendekati Stefa dan meraih pinggang Stefa. Stefa begitu terkejut saat David tiba-tiba meraih pinggangnya.


            “Kau benar-benar sempurna. Kau sangat cantik.” puji David lagi.


            “Terima kasih, sir.” Balas Stefa dengan pipi yang sudah merona.


            “Tuan David, kau beruntung memiliki pasangan yang sangat cantik. Bahkan, aku sebagai wanita pun merasa iri karenamu.” Sela Vivianne yang ikut mendekati Stefa dan David.


            “Kau memang benar. Kau harus iri kepadaku, Vivianne. Dan terima kasih karena telah membuat pasanganku begitu sangat cantik malam ini.” jawab David dengan mengembangkan senyumannya semakin


lebar.


            Vivianne dan beberapa asistennya langsung berpamitan untuk pulang karena tugas dan kewajiban yang diberikan David sudah selesai. Mereka buru-buru meninggalkan tempat itu untuk memberikan


kesempatan Stefa dan David untuk berduaan di dalam.


            David tak henti-hentinya memperhatikan Stefa dari jarak sangat dekat. Lengan kokohnya masih setia


yang menyentuh punggungnya yang memang terbuka itu.


            “Sir?”


            “Hmm.”


            “Bisakah kita pergi sekarang?”


            David tak lagi menjawab, namun. Tangan yang melingkar di pinggang Stefa sedikit menyentak dan membuat Stefa semakin dekat dengan David. Hembusan napas David  bisa dirasakan Stefa menerpa


wajahnya. Napas David begitu terasa hangat di wajahnya.


            David mengikis jarak diantara mereka berdua. Sedikit mencondongkan wajahnya ke wajah Stefa yang sedikit menunduk karena malu di tatap sedemikian dekat oleh David.


            “Kau seperti ratu bagiku.” Bisik David tepat di depan telinga Stefa.


            Seketika Stefa langsung memalingkan wajahnya ke samping dan menatap David. Tatapan mereka saling terkunci satu sama lain. Detak jantung Stefa begitu tak beraturan saat ini. Sepertinya Stefa besok


benar-benar harus pergi ke rumah sakit khusus jantung.


            “Kenapa, hm?” tanya David masih menatap Stefa.

__ADS_1


            “Anda berlebihan, sir.” Elak Stefa dan segera mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tak bertemu dengan pandangan David.


            David menarik dagu Stefa untuk mensejajarkan wajahnya, kembali menatap Stefa begitu lekat.


            “Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Panggil saja David!” ucapnya.


            “Da-david?!” Stefa mengulang nama David dengan sedikit gugup. Suaranya seolah tercekat di dalam tenggorokannya. Sulit sekali untuk mengatakan nama David dengan lancar.


            “Ya, seperti itu. David.”


            Stefa mengangguk dan kembali mengalihkan pandangan matanya. Ia tak sanggup berlama-lama di tatap David sedekat ini. Sialannya, David seperti sedang menguji keimanan Stefa.


            David menarik kembali dagu Stefa, rengkuhan tangan di pinggang Stefa semakin erat bahkan dada Stefa kini telah menempel di dada bidang David yang terasa begitu keras. David melepaskan


tangannya dari dagu Stefa dan berpindah ke belakang tengkuk leher Stefa.


            Detak jantung Stefa semakin tak karuan dibuatnya. Apa yang akan dilakukan David saat ini?!


            Stefa merasakan benda kenyal dan lembut dengan rasa yang manis menempel di bibirnya. Berulang kali Stefa mengerjap ‘kan matanya tak percaya. David benar-benar menmpelkan bibirnya di


atas bibir Stefa.


            Awalnya hanya saling menempel. Tapi di detik berikutnya, David sedikit melumat bibir Stefa. Barulah saat itu Stefa mencoba melepaskan rengkuhan David, namun tak berhasil. David benar-benar


melingkar ‘kan tangannya begitu kuat seperti gurita.


            Entah setan dari mana. Stefa kini tak lagi berontak untuk melepaskan diri dari David. Dia mulai menutup matanya dan menikmati lumatan-lumatan bibir David. Stefa membalas ciuman yang David


berikan. Ciuman itu sedikit menuntut untuk lebih memperdalam pagutan ciuman


mereka.


            Decapan suara dari ciuman mereka memenuhi ruangan itu. Untung saja make up dan lipstik yang Stefa pakai tak mudah luntur sehingga saat David melepaskan pagutan bibirnya dengan bibir


Stefa. Lipstik dan make upnya masih tetap sama dan tidak berantakan.


            Napas mereka sedikit terengah karena ciuman yang sedikit dalam dan sedikit menuntut itu. Stefa merasakan wajahnya mulai memanas karena sadar telah membalas ciuman dari David.


            “Ya, Tuhan. Aku seperti wanita jalang karena membalas ciuman bos besarku sendiri.


Wajahnya yang tampan dan kelewat sempurna ini membuat aku lupa diri siapa aku sebenarnya.” Batin Stefa.


            David mengelap bibir Stefa yang sedikit basah dengan ibu jarinya. Kemudian mengecup sekali lagi.


            “Sebaiknya kita pergi sekarang. Aku takut jika kita berlama-lama disini, aku tidak bisa menahan diriku lagi.” Ucap David terdengar lirih karena menahan hasrat kelelakiannya agar tak memangsa


Stefa saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2