
Para readers-ku yang tersayang, jangan lupa untuk Follow, Like dan Comment ya!!
Kalian juga bisa follow instagram aku @rhesirahaku, kalian bisa bertukar pikiran denganku disana. Dan aku butuh pendapat kalian mengenai Cast para pemain yang cocok. Karena sampai sekarang aku masih belum bisa menemukan yang cocok untuk Cast para pemain...
Thanks guys...
***
3 bulan kemudian
Akhirnya Stefa dan Judith sudah menyelesaikan pengawasan langsung dari proyek yang sedang berlangsung. Hari ini adalah hari terakhir dimana mereka tinggal di Indonesia. Mereka berdua menyelesaikan tugasnya dengan baik, berkat bantuan dan bimbingan Revaldo dan yang lainnya, Stefa dan Judith tidak mengalami kesulitan yang terlalu rumit.
Setelah peristiwa penghinaan yang David lakukan kepada Stefa, pria itu tak lagi menunjukan batang hidungnya di depan Stefa. Pria itu meninggalkan Indonesia tiga hari setelah peristiwa itu berlangsung tanpa mengatakan sepatah kata pun atau mencoba untuk meminta maaf atas penghinaan yang dirinya terima darinya. Setidaknya Stefa mampu menghela napas dengan bebas dengan tidak adanya David di negara yang sama.
“Besok kalian akan benar-benar meninggalkan Indonesia, huh?” tanya Revaldo pada kedua wanita yang saat ini sedang menyantap makan malamnya di salah satu restaurant terkenal di Jakarta.
Revaldo sengaja mengajak kedua wanita itu untuk makan malam bersama di luar.
“Ya, kau benar, sir. Besok kami akan kembali ke London.” Jawab Judith setelah mengelap mulutnya dengan serbet.
“Aku akan merindukan kalian berdua disini. Kalian benar-benar tega meninggalkan aku sendirian disini.” Revaldo membuat wajahnya seolah-olah sedang bersedih dan merajuk dengan dibuat sedramatisir mungkin. Itu berhasil membuat Judith tertawa. Kecuali Stefa, wanita itu hanya tersenyum simpul mendengar lelucon Revaldo.
__ADS_1
Sebenarnya, Judith dan Revaldo menyadari perubahan yang drastis dari diri Stefa. Benar-benar dingin, untuk senyum pun rasanya susah sekali. Tak ada yang mengetahui penyebabnya, bahkan sampai saat ini pun Stefa masih menutup rapat apa yang telah terjadi padanya belakangan ini.
“Kau bisa mengunjungi kami disana jika kau mau.” Kali ini ucapan Stefa membuat Judith dan Revaldo melongo tak percaya.
Akhirnya si ratu es mengeluarkan suara. Setelah sekian purnama, Stefa yang mendapat julukan si ratu es dari Judith itu pun mengeluarkan beberapa kata yang digabungkan menjadi sebuah kalimat. Perlukah Judith merekam ucapan Stefa barusan dan mengabadikannya? Kemudian mendengarnya berulang kali untuk meyakinkan bahwa pendengarannya masih berfungsi dengan baik.
“Ya, kau benar. Aku rasa aku bisa mengunjungi kalian disana.” Revaldo terkekeh disusul dengan kekehan Judith.
“Setelah ini kalian akan kembali bekerja seperti biasanya?” tanya Revaldo lagi. Stefa yang sedang memainkan gelas anggur merahnya terhenti, kemudian menatap Revaldo.
“Tidak. Aku akan mengajukan cuti panjang dan akan pergi ke Jepang. Tapi entahlah, lihat nanti saja.” Jawab Stefa datar dan terkesan dingin kemudian meneguk anggur merah itu sampai habis.
“Kau akan ke Jepang? Kenapa kau tak memberi tahuku? Kau tega sekali.” Rengek Judith yang baru mendengar bahwa Stefa akan pergi ke Jepang.
Stefa mengangguk. “Aku akan berlibur beberapa waktu disana, kebetulan aku sudah lama tidak bertemu tanteku dan juga suaminya.” Stefa kembali meneguk anggur merahnya lagi dari gelas yang sama dengan sekali teguk dan menghabiskannya, yang sebelumnya sudah dibantu Judith untuk menuangkan anggur merah itu ke dalam gelasnya.
Judith dan Revaldo hanya mengangguk bersamaan. Selebihnya, kembali hening. Terasa canggung di suasana makan malam ini. Mereka terlalu sibuk dengan pemikiran masing-masing.
“Sebaiknya aku kembali ke Hotel duluan.” Ucap Stefa memecah keheningan.
“Aku akan mengantarkanmu kembali ke Hotel.” Balas Revaldo.
__ADS_1
“Aku juga harus kembali ke Hotel. Terima kasih atas makan malamnya Mr. Revaldo.” Timpal Judith.
Revaldo mengantar kedua wanita itu untuk kembali ke Hotel. Besok pagi-pagi sekali mereka harus ke bandara dan kembali ke negara asalah mereka. Memulai kembali rutinitas seperti biasanya, bekerja, bekerja, dan bekerja.
Sesampainya di Lobby Hotel, mereka saling mengucapkan salam perpisahan satu sama lain. Sebenarnya Revaldo begitu berat harus melepaskan kedua wanita itu untuk kembali ke negara asalnya. Revaldo merasa senang dengan keberadaan kedua wanita itu. Baru kali ini Revaldo menjalin kerja sama dengan perusahaan lain dibarengi dengan banyak drama-drama seperti di film-film yang sering sepupunya tonton itu.
Stefa mulai memasukkan kembali barang-barangnya ke dalam koper, dan hanya menyisakan satu stel pakaian untuk besok ia kenakan saat ke bandara. Begitu pun dengan Judith, wanita itu sudah selesai dengan barang-barangnya.
Setelah hubungan One Night Standnya dengan Cordy, hubungan mereka malah berlanjut. Tidak seperti hubungan satu malam biasanya, mereka malah menjalin hubungan dan semakin dekat. Cordy sering mengunjungi
Judith di kamar Hotelnya, dan sebaliknya. Judith sering menemui Cordy di kediamannya atau pun kantornya.
Bahkan Judith sudah mengenal kedua orang tua Cordy dengan baik. Judith di sambut dengan baik oleh keluarga besar Cordy. Ibu dan Ayah Cordy melebarkan sayap yang begitu hangat saat menyambut kedatangan Judith di kediaman orang tua itu. Sepertinya nasib Judith lebih baik dari pada Stefa, meskipun berawal dari ONS.
Stefa yang tahu perkembangan hubungan Judith dan Cordy sempat merasa iri karena keberuntungan Judith yang mendapatkan hati Cordy dan keluarganya. Wajar saja jika ia merasa iri atas kebahagiaan Judith, setelah disakiti dua pria sekaligus. Siapa yang tak iri melihat orang terdekat seberuntung itu?
Mengingat dua pria yang pernah menorehkan luka di hatinya. Stefa jadi teringat dengan mantan kekasih
brengseknya itu. Dia tak menunjukan batang hidungnya sama dengan David. Bahkan Marshal pun, tak mencoba untuk menemui dan menghubunginya lagi. Oh mungkin dia sudah sadar diri karena dia sudah memiliki wanita yang mengaku hamil benihnya.
Stefa mengambil handphonenya dan mengetik pesan untuk Lianne.
__ADS_1
‘Besok aku akan kembali ke London. Bantu aku untuk mengepak beberapa baju dan barangku yang lainnya dan masukkan ke dalam koper yang aku simpan di dalam lemari baju! Setelah aku sampai disana, aku akan ke Jepang menemui tante dan juga suaminya. Ku harap kau bisa ikut denganku!’ pesannya terkirim dan hanya menunggu respon dari si penerima pesan di negara sana.
Baiklah. Semua sudah selesai. Sekembalinya dari Indonesia, semua akan benar-benar berakhir sesuai dengan semestinya. Dia akan memulai hidup baru tanpa harus terlalu berharap kepada yang namanya cinta. Dia harus melanjutkan hidupnya, patah hati dan disakiti oleh dua orang pria tidak mengharuskan dirinya tidak melanjutkan hidup. Ini hidupnya, miliknya. Jadi dia akan mengaturnya dengan sedemikian rupa.