My Bastard Ex Boyfriend

My Bastard Ex Boyfriend
Bab 13 Gara-Gara Stefani


__ADS_3

Deborah sudah sampai di perusahaan milik kekasihnya, Marshal. Sebenarnya kekasih hasil dari kerja


kerasnya menjadi pengganggu hubungan orang lain.


Dengan angkuhnya, Deborah melewati Lobby perusahaan. Hampir seluruh karyawan di perusahaan itu


mengetahui siapa Deborah. Dan hampir semuanya tahu bahwa wanita itu baru saja


menggeser Stefa dari posisi kekasih bosnya.


Deborah masuk ke dalam lift khusus, dan langsung menekan tombol angka yang menunjukkan lantai kantor


Marshal.


Saat tiba disana, Deborah langsung keluar dari lift. Berjalan seolah sedang di atas red carpet, meliuk-liukkan tubuhnya seperti sedang melakukan pertunjukan fashion show.


Deborah langsung membuka pintu ruangan Marshal. Membuat si pemilik ruangan itu langsung mengalihkan


pandangannya dari komputer pada dirinya. Dengan santainya ia duduk di atas


pangkuan Marshal yang masih setia berada di atas kursi kebanggaannya.


“Aku merindukanmu, sayang.” ucap Deborah dengan nada menggodanya serta tangan yang sedang menyentuh


rahang Marshal.


“Aku juga merindukanmu.” balas Marshal sambil melingkarkan lengannya di pinggang ramping


milik Deborah.


Mereka melakukan ciuman panas yang singkat. Deborah mengusap perutnya yang kini tengah mengandung.


Rahimnya kini sedang menampung sebuah janin hasil dari benih bercintanya.


Marshal menyusul untuk mengusap perut itu yang masih terlihat rata.


“Oh baby, cepatlah lahir ke dunia ini.. Mom dan dad sudah tidak sabar bertemu denganmu..”


Mendengar itu, Marshal langsung menjauhkan tangannya dari perut Deborah. Seolah ada sesuatu yang


membuat dirinya tidak suka dengan kalimat yang baru saja Deborah ucapkan.


“Kenapa?” tanya Deborah saat Marshal melepaskan tangannya dari perutnya.

__ADS_1


Marshal langsung berdiri, membuat Deborah yang berada di atas pangkuannya hampir tersungkur


jatuh ke bawah karena tindakan Marshal yang tiba-tiba saja berdiri tanpa


aba-aba.


“Kau ingin aku keguguran, huh?” pekik Deborah.


“Pulanglah!” ucap Marshal yang tidak menghiraukan ucapan kekasihnya.


Deborah terbelalak mendengar kalimat yang menunjukkan bahwa Marshal baru saja mengusirnya dari


sana.


“Kau mengusirku?”


“Aku bukan mengusirmu.. aku hanya ingin kau pulang!”


“Kenapa? Bukankah kau juga merindukanku?” Deborah melunak, ia kembali mendekati kekasihnya dan mulai


membuat lingkaran-lingkaran abstrak di dada bidang milik Marshal.


Marshal menghempaskan tangan milik kekasihnya dengan sedikit kasar. Ia tidak suka, entah kenapa kini


ada perasaan tidak suka dan tidak nyaman saat Deborah ada di sampingnya. Tak


Membuat amarah Deborah kembali tersulut yang sempat mereda. Putaran adegan saat mereka tengah bercinta


dan tidur bersama saat Marshal berulang kali menyebut nama Stefa membuatnya


semakin marah.


Pertengkaranpun tak terhindarkan. Segala caci maki dan berbagai kalimat pedas di layangkan oleh


Deborah. Marshal memijit pelipisnya, kepalanya mendadak terasa pening karena


mendengar amukkan kekasihnya itu.


“Aku sedang mengandung anakmu, dan kau masih saja menginginkan wanita sialan itu hah?”


“Aku tidak menginginkannya! Tapi kau terus saja menyudutkan dan menuduhku kalau aku terus


saja menginginkannya. Bahkan saat bercinta pun, kita menikmatinya berdua.”

__ADS_1


“Ya kau memang menikmatinya. Menikmati dengan membayangkan kau sedang bercinta dengan mantan


kekasih sialanmu itu kan?” sinis Deborah.


“Kau! Sudahlah. Kamu sebaiknya pulang. Aku sibuk..” Marshal meninggalkan Deborah sendirian di dalam


ruang kerjanya.


Perubahan sikap Marshal membuat Deborah sedikit ketakutan. Ia takut jika Marshal berubah dan pergi


meninggalkannya dan mulai berbalik arah kembali pada wanita yang bernama Stefa.


Dengan berat hati, Deborah meninggalkan ruangan Marshal yang sudah di dahului


oleh si pemilik ruangan.


Tidak ada salahnya kita mencintai seseorang, bahkan jika orang itu pun telah memiliki pasangan. Tapi


semua itu akan salah jika kita berani mengusik milik orang lain. Jangan


salahkan takdir yang akan datang menghanpirimu, membalaskan apa yang sebelumnya


kita perbuat kepada orang lain.


Itulah yang dirasakan Deborah, ia tidak salah mencintai dan ingin memiliki Marshal yang sebelumnya


memiliki kekasih, Stefa. Tapi merebut Marshal dan merusak hubungannya dengan


kekasihnya sudah jelas salah.


Dan kini takdir seolah sedang membalaskannya kepada dirinya sendiri. Dulu, jauh sebelum Deborah


menjadi kekasih Marshal. Ia begitu yakin akan bersanding selamanya dengan


pujaan hatinya. Tapi kini, ia kembali menyalahkan Stefa sebagai pengganggu


hubungannya.


Padahal sudah jelas bahwa pengganggu sekaligus perusak hubungan orang lain adalah dirinya. Bahkan


Stefa pun, tidak tahu menahu sejak kapan dan dimana Deborah dan Marshal


mengenal dan menjalin hubungan gelap di belakangnya.

__ADS_1


“Aku tidak akan membiarkan wanita jalang itu merebut kembali priaku..” gumam Deborah dengan


seringai menakutkan.


__ADS_2