My Bastard Ex Boyfriend

My Bastard Ex Boyfriend
Bab 4 Hari Yang Menyebalkan


__ADS_3

Bab 4


Hari Yang Menyebalkan


“ Ms.


Agatha, ini sudah jam makan siang. Apa anda ingin makan bersama di kantin? “


ajak Judith


“ Oh


astaga, Judith. Aku hampir saja melupakan jam makan siangku. Baiklah, ayo kita


makan bersama. Rasanya hari ini aku membutuhkan asupan makanan yang banyak. “


Judith


terkekeh mendengar ucapan Stefa, menurutnya itu sangat lucu. Sebenarnya, Judith


sempat mendengar sedikit pembicaraan atasannya itu dengan wanita yang mengaku


sebagai Deborah Anastasia.


Dan


tentu saja Judith tercengang mendengar itu, betapa kasihannya Stefa saat ini.


Tapi Judith lebih kesal dengan wanita yang bernama Deborah itu. ‘ Dasar wanita


ulang’ batin Judith.


Mereka


pergi ke area kantin karyawan. Di perusahaan The Fritz Group, yang dinamakan


kantin karyawan adalah surganya makanan. Tidak seperti kantin karyawan


kebanyakan, disana semua jenis makanan dan minuman tersedia.


Cukup


menunjukkan ID Karyawan maka mereka


bisa memakan sepuasnya setelah pembelian pertama. Mereka diperbolehkan untuk


mencicipi atau memakan semua yang ada disana. Memang perusahaan itu lebih


mengutamakan kesejahteraan karyawan nya.


“ Ms.


Agatha sepertinya disana tinggal sisa satu meja yang kosong. Saya akan


mengambilkan beberapa makanan dan minuman untuk kita, sebaiknya anda segera


duduk disana! “



Baiklah, aku akan kesana. Dan jangan lupa, panggil aku Stefa saat kita berada


di luar jam kerja! “


Stefa


selalu tidak suka di panggil dengan embel-embel Ms. Atau tanda hormat lainnya.


Ia lebih senang di panggil dengan sebutan Stefa. Menurutnya itu lebih


memudahkan dirinya dekat atau akrab dengan orang lain.


Stefa


segera duduk di meja kosong yang sebelumnya ditunjuk oleh Judith. Ia mengambil


handphone nya dari dalam saku rok span yang ia kenakan. Saat ini, Stefa sudah


menggunakan nomor yang baru. Memang sekretarisnya itu selalu bisa di andalkan.


Saat


membuka handphone nya, Stefa mendapati sebuah pesan dari nomor yang tidak ia


kenal. Apakah itu pesan dari orang yang semalam mengirimkan bukti-bukti


menjijikan itu?


Dengan


hati yang penasaran, ia segera membuka pesan itu.


‘ Kau sendirian? Jika kau mau, aku akan


menemanimu makan siang. ‘


Stefa


mengernyitkan dahinya, ia tidak mengerti maksud dari pesan itu. Lebih tepatnya


tidak mengerti maksud dan tujuan si pengirim pesan. Konyol.


Stefa mengabaikan


pesan singkat itu. Baru saja Stefa ingin mematikan handphone nya, sebuah pesan


kembali masuk ke handphone miliknya.


‘ Kau yakin tidak mau aku temani?


Sepertinya kau memang butuh teman mengobrol. ‘



Astagaaaa. Siapa yang mengirim pesan konyol seperti ini? Apa dia tidak memiliki


kerjaan lain? “ gerutu Stefa


Tak lama


seseorang datang menghampirinya, dan membuat Stefa mengalihkan pandangan nya

__ADS_1


dari handphone ke seseorang yang baru saja menarik kursi di depannya.



Bolehkah saya duduk disini ? “ tanya orang itu


“ Oh


tentu. Anda makan siang sendirian ? “ tanya Stefa


“ Ya


begitulah. “ jawab singkat orang itu


Stefa


hanya mengangguk. Dan segera memasukkan handphone nya kembali ke dalam rok span


nya.


Tak


lama, Judith datang dengan membawa beberapa makanan dan minuman. Judith hanya


mengambil beberapa makanan ringan dan manis.


“ Mr.


David ? “ tanya Judith tak percaya


“ Ya.


Anda memanggil saya ? “ tanya orang itu yang dipanggil dengan sebutan David


“ A-apa


yang anda lakukan disini? Ah, maksud saya anda duduk bersama kami? “ tanya


Judith lagi masih tak percaya bahwa si pemilik perusahaan tengan duduk satu


meja dengan dirinya dan juga Stefa.


Sungguh


ini moment yang sangat langka, dan


sangat sangat sangat jarang sekali terjadi. Seorang pemilik perusahaan mau


makan di kantin karyawan. Terlebih lagi, pemilik perusahaan itu mau duduk satu


meja dengan bawahannya.


Stefa


menikmati makanan yang dibawakan oleh Judith, ia mengabaikan si pemilik


perusahaan. Berbeda dengan Judith, ia nampak gugup karena kini di depannya si


pemilik perusahaan nampak memperhatikan mereka makan.


“ Anda


yang sedari tadi dirinya menyadari bahwa David sedang memperhatikannya.


“ Tidak.


Saya masih kenyang. “ jawabnya singkat


Stefa


hanya beroh-ria mendengar jawaban


singkat dari bosnya itu.



Judith, aku pergi duluan. Kau bisa menyelesaikan makan siangmu terlebih dahulu.


Mr. David, permisi! “ Stefa meninggalkan kedua makhluk yang kini tengah


menatapnya pergi menjauh dari area kantin.


“ Kalau


begitu saya juga permisi Mr. David. “ Judithpun berdri, menyusul Stefa yang


sudah beberapa menit yang lalu meninggalkannya seorang diri di kantin dengan si


pemilik perusahaan.


David hanya


memperhatikan Judith yang tengah meninggalkannya. Seringaiannya muncul di


bibirnya. David segera berdiri dan ikut meninggalkan kantin karyawan.


Di dalam


ruangan kerja Stefa, Stefa terlihat sedang murka. Pasalnya, manusia tidak tahu


malu dan menjijikan itu tengah hadir di hadapannya saat ini. Siapa lagi kalau


bukan pria yang bernama Marshal Elouis Baraq.


Pria


yang telah menyakitinya di hari pertunangannya kemarin malam. Pria yang tengah


bercumbu panas dengan wanita yang bernama Deborah Anastasia. Tidak sadarkah


jika semua adegannya tengah direkam? Atau itu memang atas keinginan Marshal?



Bisakah kamu pergi dari ruanganku Mr. Baraq? “ ketus Stefa


Marshal


hanya terkekeh mendengar nada tak bersahabat dari kekasihnya itu. Ah ralat.


Mantan kekasih sekaligus mantan tunangan yang baru saja kemarin malam tengah ia

__ADS_1


campakkan begitu saja karena lebih mengutamakan selingkuhannya itu.


“ Calm


babe! Aku hanya ingin memberi tahumu, jika aku akan menjadi seorang hot daddy, segera. “


“ Chh.


Menjijikan. Tidak tahu malu.


Yaaah,


selamat untuk anda Mr. Baraq. Sebentar lagi anda akan menjadi seorang HOT


DADDY. “ dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.


Dan lagi-lagi


Marshal terkekeh mendengarnya. Ia begitu senang mendengar nada tak bersahabat


dari Stefa. Ia merasa menang karena berhasil mematahkan hati Stefa. Dulu,


pernah beberapa kali Marshal meminta untuk melakukan kuda-kudaan kepada Stefa.


Namun Stefa mengabaikan semua keinginan Marshal.


Berulang


kali Stefa menjelaskan bahwa ia hanya ingin memberikan maskotanya saat sudah


resmi menjadi sepasang suami istri di mata hukum dan agama. Tapi tidak untuk


Marshal. Dan kali ini, mendengar Deborah sang kekasih tengah mengandung


benihnya. Marshal merasa menang.


Marshal


tidak tahu benih siapa yang tumbuh di dalam rahim Deborah. Bisa sajakan, jika


benih itu adakah benih orang lain bukan miliknya?


“ Mr.


Baraq, aku mohon pergilah dari ruanganku! “ Stefa sudah lelah dengan segala


kalimat provokasi yang dilontarkan oleh Marshal. Tidak tahukah Marshal, jika


saat ini Stefa begitu sakit hati? Begitu hancur saat pria yang ia cintai tengah


membanggakan perselingkuhannya?



Baiklah-baiklah. Aku akan pergi, jangan lupa untuk datang ke acara pernikahanku


dengan Deborah! Aku akan mengirimkan undangannya nanti. Sampai jumpa, sayang! “


Marshal pergi meninggalkan Stefa yang sedang mematung disana.


Stefa


menggebrak meja kerjanya. Ia benar-benar sudah murka dengan semuanya.


“ Dasar pria


sialan. Brengsek. “ umpat Stefa


Judith


segera masuk ke dalam ruangan Stefa saat Judith melihat seorang pria yang sudah


tidak asing baginya pergi meninggalkan ruangan Stefa dengan bahagianya. Judith


tahu, Stefa sedang tidak baik-baik saja. Pastinya.


“ Stefa,


are you okay? “ tanya Judith khawatir


“ I’m


okay, Judith. “


Stefa


mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya. Sedangkan Judith, ia lebih memilih


diam seribu bahasa dan meperhatikan tampang dinginnya Stefa.


“ Ada


apa Judith? “


“ Tidak


ada. Jika kau membutuhkan tempat curhat, kau bisa bercerita kepadaku. Itu akan


mengurangi bebanmu. “


“ Aku


baik-baik saja. Terima kasih. “


Judith


melupakan kesopanan nya saat mengetahui bahwa Stefa sedang tidak baik-baik


saja. Rupanya hari ini adalah hari yang menyebalkan untuk Stefa. Di hari yang


sama, wanita yang bernama Deborah datang ke ruangan itu dengan mengaku bahwa


dirinya tengah mengandung anak dari pria yang berhasil ia rebut dari Stefa.


Siangnya,


pria sialan itu datang menemui Stefa guna untuk menambah luka di hati Stefa.


Tidakkah mereka sangat keterlaluan? Tidak cukupkah Marshal meninggalkan bahkan


tidak hadir di acara pertunangannya dengan Stefa kemarin malam?

__ADS_1


__ADS_2