My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 tidak mau mati


__ADS_3

Lalu.., semenjak kapan Bram mulai berani mencium Kylie? Apakah saat Bram mulai berani mencium Kylie- sesungguhnya, tanpa sadar Bram telah mencintai wanita itu?


“ dia benar, Kylie.” ucap sebuah suara.


” Alex!” heran Bram. Alex hanya mengangguk melihat tatapan heran Kylie.


“ aku adalah Alex, sepupu Bram. Salam kenal Kylie.” sapa Alex.


“ aku sudah mengenalmu, Alex. Karena kita pernah menjadi teman semenjak kecil. Sebelum akhinya keluargaku ke LN.” ucap Kylie jujur.


“ begitu?” heran Alex berusaha mengingat. Ia memang seolah mengenal Kylie namun ingatannya tak sebagus Mick. Dan cenderung pelupa seperti Kyara meski kejeniusan Alex tak perlu di tanyakan lagi.


Jika tidak, tak mungkin ia bisa meneruskan Mick menjadi International Police.


“ lupakan! Aku bisa menjamin jika sekarang Bram sungguh- sungguh mencintai mu, Kylie.


Kau tahu? Setelah kau menghilang Bram menggila dan meminta mengerahkan seluruh pasukanku hanya untuk mencarimu!” Ucapan Alex membuat Kylie menatap suaminya.


“Benarkah itu, Bram?” Bram tidak menjawab hanya terus menatap Kylie sambil menangis. Ia lalu mengecup tangan Kylie. Melihatnya membuat Kylie menangis.


“ Bram.” ucap Kylie lirih.


“ ya, sayang?” balas Bram lirih. Namun bagi Kylie itu adalah suara termedu dari pada rayuan gombal yang sering di lontarkan suaminya kepadanya.


Kylie terdiam. Namun matanya telah berembun.


“ kau tahu Bram yang kau lakukan ini membuatku tak mau mati!” ucap Kylie menutup mulutnya dengan punggung tangan yang tidak di genggam Bram.


“ padahal aku sudah menguatkan hatiku, Bram. Yang kau lakukan ini membuatku goyah.” isak Kylie.


“ karena itu, ayo kita berjuang bersama- sama, Kylie. Aku berjanji akan selalu menemanimu.” ungkap Bram.


“ tapi.., apa bisa, Bram?” isak Kylie.


“ tentu saja bisa!” ucap sebuah suara.

__ADS_1


“ uncle Rafael. Uncle Gabriel? Dan..” ucap Bram menggantung.. ia tak menyangka ketiga pamannya akan datang- terutama Lucifer.


“ hai, Bram.” ucap Lucifer dingin. Ia memang menyapa, namun air muka nya yang kaku sama sekali tak berubah.


“ erm.., ya. Hi, uncle Cifer.” ucap Bram kaku.


“ semenjak, kejadian Catherine dan Lucas, kita memang berusaha keras mencari cara menolong orang dengan sakit yang sama dengan yang di derita kedua orang tua Kylie. “ ungkap Gabe.


“aku sebagai dokter, Gabe sebagai ahli robotic dan Cifer sebagai ahli kimia.” ungkap Rafael menjelaskan.


“ aku mengerti jika itu uncle El karena ia seorang dokter atau Uncle Cifer karena ia seorang ahli kima, sedang kan uncle gabe...” ucap Bram ragu.


“ akulah yang membuat alat canggih untuk menscner segala kondisi Kylie. Lalu Cifer yang akan membuat obat untuk Kylie- bekerja sama dengan grandma kalian- grandma Karen.” ucap Gabe.


Mendengarnya, Bram hanya menatap istrinya.


“ ayo kita bejuang bersama, Kylie. Aku berjanji akan selalu mendampingimu.” ucap Bram menyemangati Kylie. Kylie hanya tersenyum meski tangis belum juga surut dari mata indahnya. Ia mengangguk pelan. Berharap jika ia benar- benar akan sembuh dan merasakan cinta suaminya gang baru akan ia rasakan.


......🌸🌸🌸 ......


Sementara itu.


Karena Rafael mengatakan jika selama pasca operasi- Kylie tak boleh terlalu lelah, Alex memutuskan pulang kembali ke negaranya.


Lagi pula kehadiran Alex di sana tak terlalu berguna.


Setelah Alex pulang dari rumah sakit dimana istri Bram di rawat, pria itu akhirnya memilih pulang dan membawa Anna ke suatu tempat.


“ kita akan kemana?” tanya Anna.


Alex menatap Anna, padahal, saat pertama bertemu, Anna sama sekali tak bisa berbicara, kini, bukan saja fasih berbicara, penampilan Anna berubah dengan sangat drastis seperti wanita pada umunya. Apa lagi Alice juga mendadani Anna tadi.


“ kita akan menjenguk mama mu.” ucap Alex akhirnya.


“ mama?” tanya Anna.

__ADS_1


“ ya, setelah di rawat keadaannya sudah lebih baik, ada baiknya jika kau menjenguknya.” ucap Alex.


“ mama.” ucap Anna dengan berlinang airmata. Alex tahu jika wanita ini pasti merindukan ibu kandungnya tersebut.


Alex menghela afasnya sambil tersenyum lalu mengelus rambut Anna yang telah memanjang tersebut.


“ terima kasih.”ucap Anna.


“ untuk?” tanya Alex.


“ terima kasih untuk anda dan keluarga anda, anda sudah membalas apa yang terjadi pada ibu saya juga saya. Terima kasih karena ayah anda telah menyembuhkan ibu saya. Terima kasih karena anda dan sekeluarga telah merawat saya. Padahal saya hanya orang luar, namun anda memperlakukan saya seperti keluarga. Saya sangat bersyukur bertemu dengan anda dan keluarga anda.” ucap Anna tersenyum.


Entah mengapa melihat senyum Anna membuat dada Alex berdebar.


‘ sial! Alex sadarkan dirimu! Ia hanyalah gadis berusia 17 tahun! Bagaimana kau bisa berdebar pada gadis yang terpaut 10 tahun darimu!’ batin Alex memegangi jantungnya.


“ anda tak apa?” tanya Anna.


“ kenapa?” heran Alex.


“ anda memegangi jantung anda, wajah anda juga memerah? Anda sakit?” tanya Anna.


“ tak apa, aku tak apa, mungkin karena sinar matahari.” ucap Alex mengalihkan.


‘ sinar matahari? Ini bahkan masih pagi?’ batin Anna yang melihat jam baru menujukkan 9 pagi.


...🌸🌸🌸...


Yuk bagi kalian yang udah pernah mampir ke karya author


Ninggalin jejak yuk


Berupa like


Atau coment juga ga apa.

__ADS_1


Atau sekedar saran.


__ADS_2