My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 Bram dan Kylie


__ADS_3

Setelah pulang dari pernikahan Diana dan Rafael- Bram memutuskan untuk pulang ke apartment- tempat Kylie dan dirinya tinggal.


“I’m home.” ucap Bram berbasa- basi. Karena biasanya, Kylie selalu menunggunya pulang- entah selarut apa Bram pulang. Namun kali ini, sosok istrinya yang telah mengisi harinya setahun belakangan, entah mengapa absen dalam menunggunya, wanita itu bahkan tak langsung menyambut pria itu saat pintu flat apartment mereka di buka.


“kau sudah pulang?” tanya Kylie tak menunjukkan perubahan apapun.


“ ya, apa kau sakit?” tanya Bram melepas jass yang di kenakannya dan memberinya kepada istrinya.


“ kenapa?” heran Kylie menerima jas yang di berikan Bram.


“ tidak, hanya saja aku sedikit heran karena- tidak biasanya kau tak menungguku pulang.” heran Bram.


“ kau mau aku menunggumu pulang dan menyambutmu?” tanya Kylie.


“ tentu saja tidak! Jangan berharap, Ky. Aku sudah katakan padamu jika pernikahan ini tidak di dasari atas nama cinta!” ucap Bram menunjuk bahu Kylie.


Kylie terdiam, hanya menatap Bram. Membuat pria itu merasa ada perubahan di diri istrinya tersebut.


Biasanya, saat Bram mengucapkan hal itu, Kylie selalu menegurnya dan mengatakan; jika cinta mereka pasti akan tumbuh dengan seiring berjalannya waktu pernikahan.


Sekarang, Kylie tidak saja membalas perkataan Bram- wanita itu bahkan hanya menatap Bram dalam diam.


” apa kau marah?” heran Bram.


” tidak.” ucap Kylie meninggalkan Bram.


“ tunggu!” ucap Bram memegang tangan Kylie.


“ ada apa?” heran Kylie.


Bram terdiam, ia sendiri tak tahu alasan, mengapa ada perasaan mengganjal saat Kylie sedikit acuh padanya. Bram menunjukan Smirk smile nya, berusaha mengenyahkan perasaan menganjal di hatinya.

__ADS_1


“ kau tak merindukanku? Aku pulang ke apartment ini karena merindukanmu.” ucap Bram menarik Kylie dan memeluk pinggang istrinya tersebut.


“ rindu?” heran Kylie.


“ ehem.” jawab Bram sambil tersenyum- ia yakin, istrinya itu pasti sudah akan tersentuh dengan rayuan gombal yang di berikan Bram kepada wanita itu.


“ lalu kemana teman- teman one night sand mu yang biasanya menemanimu itu?” ucapan Kylie membuat Bram kembali merasakan adanya perubaan di diri Kylie. Biasanya, saat wanita itu merajuk, Bram akan memberi rayuan gombal ke pada istrinya tersebut dan Kylie akan langsung luluh. Namun kini, Kylie bahkan mengungkit soal teman one night stand milik Bram.


“ bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku? Aku masih ingat aku memiliki istri dirumah yang butuh aku puaskan. “ ucap Bram mulai menciumi tenguk istrinya. Ia tetap berusaha merayu istrinya dan berusaha mengenyahkan perasaan yang mengganjal dalam diri pria itu- lantaran merasa ada yang berbeda dari isrinya tersebut.


Tak susah membuka baju Kylie mengingat jika istrinya itu hanya menggenakan baju terusan.


“ ini perasaanku saja atau tubuhmu jadi sedikit lebih kurus dari biasanya?” heran Bram.


“ aku sedang diet.” jawab Kylie sekenanya.


Bram tak ambil pusing dengan perubahan yang di alami istrinya dan memilih melanjutkan apa yang ingin di lakukannya.


🌙🌙🌙


Bram menatap ke arah kamar mandi dimana Kylie kini tengah membersihkan dirinya.


Sebenarnya, ia ingin mengenyahkan perasaannya yang mengatakan jika istrinya terlihat berbeda. Namun, Bram tetap saja merasa ada yang aneh dengan istrinya.


Biasanya, meski Kylie sendiri yang menyetujui jika Bram tetap memiliki teman kencan one night stand- wanita itu tetap akan tersinggung jika baju Bram memiliki wangi perempuan.


‘ aku mohon hargai aku.’ begitulah kata yang selalu di ucapkan Kylie ketika Bram pulang dengan wangi wanita semerbak memenuhi bau jas yang di kenakan Bram.


Namun, kali ini- Kylie bukan saja tak peduli akan bau parfum yang menghiasi jas Bram- wanita itu bahkan mengingatkan Bram akan teman one night stand milik pria itu.


Tiba- tiba perkataan Kyara terngiang di kepala Bram.

__ADS_1


‘menyerah? Kylie? Menyerah soal aku?’ batin Bram tiba- tiba merasa kesal.


Dan tepat bersamaan dengan itu- Kylie selesai membersihkan tubuhnya.


“ apa yang kau minum itu?” tanya Bram kala melihat istrinya minum sebutir pil setelah membersihkan tubuhnya.


“ pil KB.” ungkap Kylie- jujur.


“ apa? Kenapa kau minum itu?” tanya Bram.


“ hem? Bukankah kau yang memintaku


meminumnya? Bahkan kaulah yang memaksaku untuk minum ini.” heran Kylie.


“ benarkah?” heran Bram.


“Ya! Kau mengatakan jika kau tak ingin memiliki anak dariku, kau juga mengatakan tak ingin terikat denganku.” Ucapan Kylie membuat Bram terdiam. Ia berusaha mengingat- ingat kembali kejadian yang sudah sangat lama itu.


“Kalau begitu jangan minum lagi.” ucap Bram tiba- tiba.


“Kenapa?” heran Kylie.


“Kenapa?! Meski itu bukan pengugur s****a-obat itu juga akan membuat rahimmu kering!” ucap Bram yang kesal akan perkataan Kylie.


“Kenapa kau memintaku menghentikan meminum ini? Kau ingin memiliki anak dariku?”


“Ten.., tentu saja tidak! Aku mengatakan ini karena tak ingin rahimmu kering, sehingga saat kita berce..,” ucap Bram menggantung.


“Berce- apa? Bercerai, maksudmu?” heran Kylie mendengar suaminya tidak menyelesaikan ucapannya.


“Tidak! Lupakan saja!” Ucap Bram mengalihkan- entah mengapa ia tak bisa mengucapkan kata cerai di hadapan Kylie. Padahal, dulu-Bram lah yang tak ingin menikah dengan Kylie. Namun sekarang, Bram juga yang enggan mengucapkan kata cerai tersebut. Ia sendiri heran akan perasaan yang seolah enggan kepada wanita yang telah mengisi hari- harinya selama setahun belakangan tersebut.

__ADS_1


‘ aku hanya terbiasa hidup dengannya, ya itu! Aku takkan mungkin memiliki perasaan lain!” Batin Bram- seolah menjawab akan alasan mengapa ada keengganan dan juga rasa tidak rela di dalam hatinya.


__ADS_2