
Pagi hari, karena Gabe juga Rafael menginap dirumah sehingga Kyara memutuskan mengajak mereka mencari sarapan.
“ mereka siapa, Kyara?” tanya tetangga Kyara yang kebetulan memang menjual makanan untuk sarapan.
“ mereka saudara jauh, Mick.” ucap Kyara jujur.
“ kalian, pilih sendiri apa yang kalian mau makan.” ucap Kyara pada Mick dan Gabe juga Rafael yang memilih duduk di kursi panjang yang di sediakan.
Dengan langkah santai, Gabe menuju tempat dimana makanan tersedia dan langsung menempelkan kepalanya pada pundak Kyara.
“ aku pilih itu, yang itu juga itu.” ucap Gabe gampang.
“ apa yang kau lakukan? Minggir!” ucap Kyara mengguncangkan bahunya.
Mick menirukan hal yang sama, namun menempelkan kepalanya di kepala Kyara.
“ ini lagi!” geram Kyara.
“ salah sendiri punya tubuh pendek, jadi bisa di buat sandaran. Ha ha ha.” ucap Gabe kembali ketempat ia duduk.
“ mari, dek.” ucap seseorang ketika melewati mereka.
“ iya, silahkan.” ucap Mick dan Gabe bersamaan, sementara rafael hanya menguap sambil mengangguk.
“ hei! Kenapa kalian sama orang lain sopan sama aku kalian sangat suka mengganggu?!” ucap Kyara tak terima.
“ itukan orang lain.” ucap Mick merangkul bahu Gabe.
__ADS_1
“ aku?” tanya Kyara.
“ kaukan adik tiri kami.” ucap Gabe menimpali.
“ adik tiri itu pantasnya di tindas.” ucap Gabe tertawa sambil mentos Mick.
“ kalian ini sungguh menyebalkan.” geram Kyara yang hanya di jawab tawa oleh Mick juga Gabe.
“ AUW!!” suara teriakan Gabe karena Kyara menendang kaki Gabe.
“ kenapa kau menendangku?” ucap Gabe mengelus kakinya. Kyara hanya menjawabnya dengan juluran lidah.
“ Mick katakan kepada adikmu untuk tidak durhaka pada yang lebih tua.” ucap gabe menatap Mick.
“ kau mau juga, kakak?” tanya Kyara menatap Mick denagn mengacungkan kepalan tangannya.
‘ adikmu ini sungguh bar- bar.’ bisik Gabe.
“ aku masih bisa mendengar.” ucap Kyara meninggikan suaranya.
‘ menyeramkan.’ batin keduanya dengan menciut.
***
“ ayo kita pulang.” ungkap Kyara menenteng bawaan berupa sarapan.
“ oke.” ucap Mick mengambil bawaan Kyara.
__ADS_1
“ wah, mau membantu juga, ya?” celoteh tetangga Kyara yang menjual makanan untuk sarapan.
“ iya, donk. Kalau tidak mau akan aku adukan pada Mommy- ku.” ucap Kyara bercanda.
“ apa Mama tirimu dekat denganmu?” tanya penjual tersebut.
“ Mommy nya dia itu memang menyayangi Kyara.” ucap Gabe menunjuk ke Mick dan Kyara. Sementara Rafael memilih hanya membantu membawakan makanan yang di bawa Kyara tanpa banyak kata.
“ sini tu ibarat, anak kandung berasa anak tiri koq ya.” timpal Mick tertawa.
“ sudahlah, ayo kita pulang.” ucap Kyara.
“ mari, mba.” ucap Kyara pamit pulang.
Selama dalam perjalanan pulang jika Mick menyadari banyak pasang mata yang menatap mereka. Bukan Mick, Gabe apa lagi Rafael- namun Kyara. Yang lebih tak masuk akal lagi para anak- anak di bawah umur itu memandang tubuh Kyara dengan pandangan tidak mengenakkan.
Harus di Mick akui, selain tulus, Kyara memang memiliki wajah yang manis. Rambut ikal- hitam panjangnya menambah pesona nya sebagai wanita. Hidungnya memang mungil namun sangat cocok di wajahnya yang semi oval, bibir tipis sexynya membuat siapa saja kegerahan menatap bibir tipis itu setiap kali di warnai dengan warna merah gelap- kesukaan Kyara. Kyara memang memiliki kekurangan di tinggi badan namun itu tak menyurutkan pesona Kyara, karena tertutupi tubuhnya yang tegap berisi. Kulit coklat eksotisnya di tambah dengan Dada yang padat berisi dan pantat yang sekal. Tak heran jika semua orang menyukainya.
Gabe yang mengetahui jika Mick menatap dengan tatapan tajam dan menusuk pada anak lelaki yang menatap Kyara langsung melepaskan jaketnya dan mngenakannya pada tubuh Kyara.
“ kenapa?” heran Kyara.
“ tidak, panas disini, kau terlihat kedinginan jadi aku memakaikannya untukmu.” ungkap Gabe.
“ sudah ayo kita segera pulang, aku lapar.” timpal Rafael.
0o0
__ADS_1
sebentar lagi tamat nie ^_^