
“ apa kakak juga akan menginap?” heran Anna.
“ ya, aku akan menjadi satu dengan para pria.” ucap Alex.
“ bukankah kakak terbiasa hidup mewah dengan kasur empuk, apa kakak bisa tidur di ruangan yang sama dengan orang- orang di sini?” tanya Anna.
“ jangan remehkan aku, hem?” ucap Alex menyapit hidung Anna.
“ meski aku terbiasa hidup mewah, keluargaku terutama mommy ku selalu mengajari ku hidup sederhana. Saat tugas lapangan, aku juga lebih sering mengawasi tanpa tempat tinggal dari pada memiliki atap untuk untuk berteduh.
Itu sebabnya aku terbiasa membuat atap dari sabut pohon kelapa atau tanaman lainnya.” ucap Alex tersenyum membuat wajah Anna memerah. Entah karena di capit Alex atau malu karena salah paham terhadap Alex.
*
Saat ini Anna tengah mandi. Karena ia sudah di ajari cara mandi, ia sudah bisa mandi sendiri di Asrama.
__ADS_1
Setelah mandi dan mengeringkan badannya dengan handuk. Anna memaakai baju tidur yang sudah di siapkan oleh pengurus Asrama. Berupa baju tidur bertuliskan;
‘ Peserta Pengembangan Keterampilan.'
Tadi ia juga dapat kaos yang sama. Apakah baju ini adalah hasil kerja salah satu peserta di sini?
“ eh, nak Anna sudah selesai mandi, ayo sini.” ucap ibu- ibu yang menjadi salah satu peserta pengembangan keterampilan yang sama.
Tampak jika ada beberapa perempuan berkumpul mengitari beberapa makanan berupa camilan keripik dan sebagainya.
“ Anna sendiri bagaimana?” tanya salah satu perempuan disana.
“ dulu.., dulu saya adalah gelandangan bersama ibu saya.” ucap Anna takut- ia takut akan di permalukan dan yang paling Anna takutkan adalah ada yang menghina ibu nya.
“ lalu? Kemana ibumu sekarang?” tanya salah satu peserta juga.
__ADS_1
Anna terdiam, ia mengepalkan tangannya untuk menerima segala hsl terburuk yang bisa terjadi.
“ i.., ibu saya. Ibu saya masuk ke rumah sakit jiwa karena depresi.” ucap Anna takut. Setelahnya, suasana hening. Membuat Anna semakin takut. Namun saat memejamkan matanya, wanita muda itu dapat merasakan pelukan datang melingkari tubuhnya.
” pasti berat, bukan? Anak seusiamu sudah hidup sendiri.” ucap salah seorang ibu di sana sambil mengelus rambut Anna.
Gadis itu menerima pelukan dari sang ibu yang entah siapa nama nya. Ia bersyukur bertemu keluarga Leonard. Ia bukan saja di rawat dengan baik dan di beri kasih sayang, ibu kandungnya juga di rawat dan di sembuhkan depresinya- bahkan kini, ibunya mengingatnya dan menyayanginya.
Hatinya menghangat malam ini dan malam pun larut dengan berbincang- bincang masalah keluarga masing- masing dan rasa syukur bertemu tuan Leonard.
Karena yang memprakasi yayasan ini adalah keluarga Leonard terutama Kyara.
Anna memang mengakui- meski keluarga Leonard adalah keluarga berada, namun mereka tak sungkan untuk hidup sederhana, terlihat dari Alex yang tak mempermasalahkan bermain dengan anak- anak panti asuhan,Mick yang menerima Anna serta membawa ibu kandung anna berobat, Kyara yang juga menyayangi Anna sama seperti meyayangi kedua anak kandung Kyara dan Alice yang juga menerima Anna tak peduli asal usul gadis itu.
Padahal, awalnya- Anna takut jika Alice dan Alex tak menerima Anna, namun bukan hanya menerima, mereka menganggap Anna adalah bagian dari keluarga mereka dan tak membedakan perlakuan mereka pada Anna.
__ADS_1