
Sementara itu, Bram yang sudah sampai di apartmennya langsung mencari istrinya dengan menggila.
“ KYLIE!” ucap Bram begitu tiba di apartment mereka.
Namun tak ada jawaban yang menjawab pria itu- membuat Bram semakin kesal, pria itu lalu berlari mencari istrinya di kamar mereka.
“ KYLIE!’ Bram terus memanggil nama istrinya namun sosok istrinya tak juga ia temukan.
Bram mulai mencari di kamar mandi kamarnya. Kosong? Dapur? Nihil! Ruang tamu? Sama saja! Balkon? Rooftop? Hanya ada sekumpulan orang menjemur pakaiannya dan orang anak- anak kecil yang sedang bermain bola.
Karena putus asa, Bram kembali ke flat apartment nya dan mengambil air minum, ia haus dan tenggorokannya kering karena terus berteriak memanggil istrinya.
‘ Kylie? Memintaku bercerai?’ batin Bram mencengkram gelas minum. Karena saking kerasnya Bram mencengkram gelas itu, tanpa sadar gelas kaca itu pecah dan pecahannya melukai tangan Bram.
Bram hanya menatap tangannya yang berdarah karena goresan kaca dari gelas yang pecah tersebut. Tatapannya menghadap ke arah tangannya, namun pikirannya bertanya- tanya alasan istrinya meminta cerai dari nya dan kemana istrinya pergi.
‘ satu- satunya cara agar jawaban ini terjawab adalah menemukan Kylie!’
Ia tak mungkin bertanya pada kedua orang tuanya, ia yakin Alana tak akan memberi tahu kemana istrinya itu pergi. Mick? Tidak! Pasti Kyara akan juga akan ikut mengomeli Bram karena membiarkan Kylie, bahkan Bram juga yakin jika mereka akan menceramahi Bram karena tak mengakui jika dirinya menikahi Kylie. Ujung- ujungnya pasti menyalahkan Bram dan mengatakan jika perginya Kylie karena kesalahan pria itu.
Saat ini, yang di butuhkan Bram bukan ceramah ataupun omelan. Bram mengacak rambutnya karena geram. Ia tak bisa terima. Entah karena apa, yang pasti ia tak mau bercerai dengan Kylie.
Alex! Ia satu- satunya yang dapat Bram mintai tolong. Setelah meminjam jet pribadi milik Mick dengan alasan urusan bisnis- Bram menemui Alex di mansion miliknya. Kebetulan pria itu sedang bersantai karena tidak sedang ada msi ataupun tugas.
“ aku mohon, Alex! Bantu aku menemukan Kylie!” Ucap Bram frustasi. Pria itu bahkan tak berbasa- basi sekedar menyapa saudarinya atau Anna.
“Kylie? siapa?” Heran Alex. Ia sedikit terkejut akan kelakuan Bram yang terlihat sangat panik.
“Teman one night stand mu?” Balas Alice.
__ADS_1
“Istriku!” Ucapan Bram membuat Alice juga Alex sungguh terkejut.
” kau! Sudah menikah? Kenapa ka tak pernah mengatakan apapun pada kami?” geram Alice.
“ itu sangat tiba- tiba dan aku tak ingin sampai teman kencanku tahu aku sudah menikah.“Ucap Bram lirih.
“Apa? Kau tetap melakukan one night stand meski sudah menikah?” geram Alex juga Alice.
“Saat itu aku dan Kylie hanya di jodohkan! Aku menyetujui pernikahan ini asal aku tetap boleh melakukan kencan satu malam ku.”
“Kau benar- benar pria kurang ajar! Tak heran jika istrimu itu lari darimu!” geram kdua saudara kembar ini.
“Aku tak peduli, Alex! Aku mohon cari Kylie! Cari istriku! Aku mohon kerahkan pasukanmu untuk mencari Kylie! Aku mohon!” Ucap Bram frustasi. Ia bahkan bersimpuh di hadapan Alex juga Alice agar saudaranya itu mengabulkan permintannya.
Keadaan Bram yang seperti ini membuat Alex juga Alice sangat terkejut.
Akhirnya, dengan terpaksa, Alex menyetujui permintaan aneh saudara jauhnya tersebut. Terpaksa? Karena sesungguhnya, Alex enggan hati mengerahkan pasukannya hanya untuk sebuah permintaan pribadi seperti ini.
🌙🌙🌙
Bram sudah meminta Alex mencari hampir di semua negeri mereka dan di semua tempat itu hasilnya nihil. Di Apartment manapun, hotel manapun, kontrakan bahkan kolong- kolong jembatan pun tak luput dari pencarian.
“Cobalah cari dimanapun!” Ucap Bram frustasi.
“Kenapa kau tampak sefrustasi ini, Bram?“ Heran Alex.
“ bagaimana aku bisa tidak frustasi, Alex. Istriku menghilang dan aku tak tahu harus mencarinya di mana.” Keluh Bram.
“Kau sadar atau tidak? Ini seperti bukan dirimu! Kau ini Bram Mahardika seorang Casanova yang selalu mencari teman one night stand, yang tak pernah peduli akan keadaan perempuan yang menjadi teman kencanmu...,dan sekarang? Kau seperti kehilangan separuh jiwamu hanya karena satu wanita.” Ungkap Alex.
__ADS_1
‘ kau bahkan tampak depresi karena kehilangan istrimu.’ batin Alex melihat keadaan penampilan saudara jauhnya tersebut.
Area sekitar mata menghitam karena kelelahan. Rambutnya di biarkan berantakan, bahkan wajahnya yang biasanya bersih juga tampak tak terurus.
Bram terdiam. Ia sendiri tak tahu alasan mengapa ia bisa begini hanya karena Kylie- istri yang bahkan tak pernah ia akui.
“ diamlah! Jika kau tak bisa membantuku lebih baik aku pulang saja.” ucap Bram meninggalkan Alex sendirian. Ia ingin pulang ke apartment nya yang ada di LN.
“Kurasa dunia mau khiamat.” celetuk Alice.
“Kenapa kau berpikir begitu?” heran Alex.
“Kau tidak lihat Bram tadi? Seorang Casanova menjadi menggila hanya karena satu wanita.” ucap Alice dengan suara mengejek.
“Apa artinya itu?” heran Alex.
“Hish! Artinya Bram mulai jatuh cinta dengan wanita dan itu adalah istrinya.” ucap Alice kesal.
“Apakah kau yakin seperti itu?”
“Memang kakak pernah liat casanova yang satu itu sampai menggila seperti itu? “ tanya Alice.
“Tidak!” Ucap Alex setelah berpikir. Alex lalu menatap adik kembarnya tersebut dan sama- sama tertawa.
‘ one night stand? Casanova? Kata- kata baru apa itu? Khiamat? Dunia mau berakhir ya?’ heran Anna yang hanya ikut mendengar sedari Bram datang.
🌸🌸🌸
Wah kira- kira Bram bakal ketemu tidak ya dengan Kylie😅
__ADS_1