My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 belajar berdoa


__ADS_3

Kylie telah selesai di operasi. Alat yang di buat Gabriel adalah alat dengan laser dan camera mini. Yang bertujuan langsung memusnakan sumber atau akar dari sel kanker tersebut.


Sebelum memulai operasi rambut panjang Kylie di potong habis, setelahnya Kylie di bius total, lalu tempurung otak di potong, dan alat berupa tangan pipih di masukkan. Dengan camera mini, alat masuk ke akar dari penyakit Kylie. Dan laser itu langsung membetulkan gen Kylie yang bermutasi. Setelah di rasa gen itu telah normal, dengan hati- hati, alat kembali keluar. Berharap alat dari Gabriel tak melukai otak Kylie dan memperparah keadaan. Dan setelah berhasil keluar, temurung otak yang tadi di potong di kembalikan seperti semula dan di jahit agar menyatukannya lagi.


** beberapa waktu setelah operasi di lakukan**


Sekarang, Kylie bisa bangun, meski masih lemah. Namun kemajuan wanita itu cukup signifikan. Karena berat badan nya mulai bertambah.


“ kenapa kau memelukku seperti itu?” tanya Kylie. Karena Bram terus memeluknya bahkan saat wanita itu tertidur.


“ aku takut- saat aku terbangun kau meninggalkanku.” ucapan Bram membuat wanita itu tertawa.


“ kau seperti seorang anak terus memeluk ibunya agar di belikan ice cream saja.” ucap Kylie. Bram hanya terdiam menatap wajah Kylie dari dada wanita itu.


“ aku sudah tidak apa- apa, Bram. Lihat! Aku bahkan sudah menggemuk lagi seperti dulu.” canda Kylie. Karena memang, ***** makan wanita itu telah kembali seperti semula, setelah sebelumnya tidak ***** makan karena lidahnya terasa pahit.


“ biar gemuk, bagi ku kau tetap cantik.” ucap Bram.


“ cantik?” tanya Kylie.


“ hem.”


“ aku bahkan telah botak, Bram. Apa yang menurutmu cantik dariku.” tanya Kylie mengelus kepalanya yang mulus tertutup perban.


“ selamanya, bagiku kau tetap cantik Kylie. Aku mencintaimu apa adanya.” ucapan Bram membuat Kylie tertawa.


“ kenapa kau tertawa?” heran Bram.


“ aku jadi ingat saat pertama kita menikah. Hanya ada ke- acuhan dalam wajahmu, bahkan aku masih ingat kata- katamu yang mengatakan untuk tidak berharap padamu, kenapa sekarang kau bisa mengatakan mencintaiku, Bram.” tanya Kylie.

__ADS_1


“ ...” bram bersembunyi di dada besar Kylie.


“ kau tahu, Ky? Alasan mengapa aku menjadi Casanova?” tanya Bram.


“ hem? Mungkin karena kau suka berkenalan dengan setiap wanita yang kau temui?” tanya Kylie.


“ aku serius.” ucap Bram tak terima.


“ memang bukan?” tanya Kylie.


“ bukan!” kesal Bram meremas dada Kylie.


“ Hei!" ucap Kylie tersentak.


"Bram! bahkan luka operasiku belum kering sepenuhnya!” kesal Kylie.


“ maaf. Ga sengaja.” kekeh Bram.


“ hanya ada kesunyian yang menyambutku kala itu. Aku kesepian. Itu sebabnya aku melampiaskan rasa kesepian ku itu dengan berkenalan dengan banyak wanita di luar sana.” ungkap Bram.


“benarkah itu, Bram?” tanya Kylie tak percaya. Bram hanya tersenyum.


“ namun.., saat bertemu denganmu semua itu berubah.” ucap Bram.


“ aku?” heran Kylie.


“ ya, dulu hanya ada suara alarm yang membangunkanku. Namun semenjak menikah denganmu, ada suara merdu darimu yang membangunkanku.


Jika dulu hanya ada langit- langit kamar ketika aku membuka mata, semenjak aku menikah denganmu, ada senyummu yang menyambut pagi hariku.

__ADS_1


Selama ini aku bersikap acuh padamu, namun tanpa sadar, sejujurnya kau telah lama menyusup ke dalam hatiku, Kylie.” ungkap Bram.


“ semuanya, semua yang berhubungan denganmu membuat hidupku yang dulunya sepi menjadi lebih bewarna. Bahkan sejujurnya, kata- kata ceramahmu membuatku menghangat- karena aku lebih suka perhatian yang kau berikan Kylie.” ucap Bram.


“ apa mama Alana dan papa Nick tak mempedulikanmu, Bram?” tanya Kylie.


“ papa dan mama memang mencukupi aku dengan harta, Kylie. Namun sejujurnya yang aku butuhkan adalah kasih sayang, perhatian dan cinta. Dan aku mendapatkan semua itu darmu.” ucap Bram menyembunyikan tubuhnya di dada istrinya.


“ maafkan aku, maaf karena meski aku tahu kau selalu menungguku, aku selalu pulang dalam keadaan larut.”


“ maaf karena aku terlambat menyadari perasaanku sehingga membuatmu terluka.” ucap Bram, Kylie merasa jika suaminya ini menangis. Tampak jika pundak Bram bergetar, dan baju yang di kenakan Kylie terasa basah.


“ hei! Hei! Bram.” ucap Kylie menangkup wajah suaminya agar menatap wajah wanita itu.


“ ini bukan salahmu, Bram. Akupun sakit juga bukan salahmu.” ucap Kylie menghapus air mata Bram.


“ aku malah bersyukur kau selalu ada di saat aku sakit, Bram. Karena kaulah aku memiliki semangat untuk sembuh.” ucap Bram menenangkan suaminya.


Bram terdiam lalu memeluk Kylie.


“ aku mencintaimu, berjanjilah untuk sehat, ya.” ucap Bram kembali menangis. Kylie hanya mengelus rambut suaminya.


“ berjanjilah.” ucap Bram lagi karena Kylie tak menjawabnya.


“ yang menciptakan penyakit ini adalah yang di Atas, Bram. Berdoalah, agar aku sembuh.” ucap Kylie akhirnya menjawab.


Bram menatap Kylie. Tampak jika pria itu masih menangis. Sebelum akhirnya beranjak dari ruangan dimana Kylie di rawat. Dan meninggalkan wanita itu sendiri.


Kylie tersenyum. Wanita itu tahu kemana suaminya pergi. Wanita itu juga tahu, sudah sedari lama suaminya tak berdoa. Sekeras apa mama Alana ataupun dirinya berusaha meyakinkan Bram untuk belajar berdoa- pria itu tak pernah mau berdoa dengan alasan belum ada panggilan. Dan sekarang, mungkin karena dirinya, suaminya itu akan belajar berdoa.

__ADS_1


Dan memang itulah yang terjadi. Di sebuah gereja kecil di dekat rumah sakit itu, Bram mengatupkan tangannya. Entah apa yang ia pinta. Hanya Bram dan Tuhan yang tahu.


__ADS_2