My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
mengunjungi pusara


__ADS_3

Pulangnya Indra ke rumah lamanya bukan berarti hubungan kakak perempuan Nath itu kembali seperti semula, ibarat gelas kaca yang di jatuhkan akan pecah, begitulah perumpamaan hati Enny sekarang ini.


Seperti yang di duga Gabe, setelah terbangun dengan keadaan mata kirinya yang rusak dan tak bisa melihat akibat luka yang diderita karena mengeluarkan paksa susuk yang di gunakan wanita itu- membuat wanita dua anak itu menggila. Di tambah lagi kenyataan jika suami sah nya itu kembali bisa melihat. Merasa jika yang ada di mata suami nya adalah mata miliknya membuat Dyah mengamuk dan mengancam akan mengambil mata suami nya tersebut.


Gabe yang sudah memantau hal itu langsung mengirimkan rekaman dari CCTV mini yang tersembunyi itu ke rumah sakit jiwa terdekat untuk di tangani. Dan benar saja, Dyah langsung di bawa dengan paksa seolah dirinya memang seorang pasien rumah sakit jiwa. Para warga yang mengetahui kelakuan Dyah- ada yang merasa kasian, ada yang malah turut mengejek perempuan itu, ada yang menertawakan dan masih banyak lagi.


Sementara dalang asli di balik semua perkara ini di mulai masih bersembunyi dengan aman. Atau mungkin merasa kesal? Tak heran, meski kata Cerai tetap terjadi di antara Enny juga Indra, wanita itu tak sepenuhnya bersedih karena ada hati lain yang menunggu kabar dari wanita tersebut. Seperti yang Gabe juga Mick kira jika ada musuh di balik selimut, kabar jika Enny telah memiliki kenalan dari negara yang jauh di sana sengaja di sebarkan Kyara yang telah mengenal keluarga besar Nath.


“ apa rencana kalian selanjutnya?” tanya Gabe yang sedang bermain ke rumah Mick juga Kyara.


“ entah? Tunggu kabar dari Nath saja, lagi pula pria itu tak kunjung memberi kabar dengan alasan pekerjaannya.” ucap Kyara menyedot jus nya.


“ ngomong- ngomong kemana ayahmu?” heran Gabe.

__ADS_1


“ menjemput adikku, katanya adikku ada perjalanan bisnis di kota ini.” ucap Kyara.


“ lalu, Aunt Elizabeth?” tanya Gabe.


“ke perusahaan, ia sudah lama tidak meninjau perusahaannya.” ucap mMick.


“ bukankah ia memang sudah lama tidak meninjau perusahaannya? Aku pikir kau yang meneruskannya?” tanya Gabe.


“ katanya ia suntuk di rumah saja.” ucap Mick menyeruput jus miliknya.


“ oh, ini siapa?” tanya Adam.


“ Ini, Gabriel, Ayah. Sepupuku, anak dari uncle Bram, adik dari pihak mendiang daddy ku.” ucap Mick memperkenalkan.

__ADS_1


“ hallo, uncle. Panggil saja aku Gabe.” ucap Gabe. Tampak raut wajah tidak suka dari Adam, mungkin karena Mick mengungkit soal ayah kandungnya yang telah tiada itu.


“ ya sudah, Ayah ke atas dulu.” ucap Adam meninggalkan para kawula muda itu. Namun tak selang beberapa menit, Adam kembali turun bersama dengan Nicholas.


“ kalian mau kemana?” heran Kyara.


“ mengunjungi pusara mendiang ibu kalian.” ucap Adam, bersiap- siap.


“ oh? Aku ingin ikut.” ucap Kyara setelahnya.


“ tapi kita naik motor, lho?” ucap Nicholas menjawab pertanyaan kakak kandungnya itu.


“ kita bisa membawa mobil, kebetulan Gabe membawa mobil,setelah itu kita sekalian makan, gabe yang traktir.” ucap Mick. Dengan wajah penuh keraguan akhirnya Adam juga Nicholas akhirnya menyetujui Kyara dan Mick yang ikut bersama mereka, Gabe pun turut ikut meski hanya berkunjung di depan makam karena tidak memiliki keperluan.

__ADS_1


‘ halo, mama kandung Kyara, aku Mick, anak tiri mu, sekaligus orang yang menyukai anak kandungmu. Terima kasih telah melahirkan Kyara di dunia meski ia berbadan lemah dan bagi sebagian orang memiliki kelainan, bagi ku ia adalah permata yang indah, doa kan kami agar kami bisa di persatukan.’ batin Mick dalam doa.


‘ mama, Ini Mick, ayah sudah menikah lagi dan ini adalah anak yang di bawa oleh ibu tiri ku. Mama tidak usah kawatir, wanita yang di bawa ayah ku orangnya baik dan yang pasti, ia menyayangiku seolah aku adalah anaknya. Mick juga memperlakukan ku dengan baik juga penuh kasih sayang. Seandai nya kita tak di pertemukan atas ikatan saudara, munkin aku sudah berpasangan dengannya, ma.’ batin Kyara dalam doa.


__ADS_2