My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 i'm not guy


__ADS_3

Alice megerjapkan matanya. Ini bukan mansionnya, juga bukan GYM tempatnya pingsan. Ini adalah ruangan yang asing yang belum pernah Alice singgahi.


“ kau sudah sadar?” tanya sebuah suara.


“ kak Johann?” ucap Alice berusaha bangun.


“ ya, jika kau bingung,ini di ruangan pribadiku.” ucap Johann..


“ ruangan pribadi?” tanya Alice.


“ ya, ruangan di perusahaanku.” ucap Johann.


“ apa yang membuatnya uncle simon?” tanya Alice.


“ tidak aku yang membuatnya. Jika tiba- tiba aku banyak pesanan dan mengharuskan lembur, aku membuatnya agar bisa menginap di kantor.” ucap Johann.


” o.., o.” ucap Alice setelahnya terdiam.


“ kak.” ucap Alice ragu.


“ ya?”


“ a.., apa selama ini kakak wanita? Itu sebabnya kakak tak bisa menerimaku?” tanya Alice.


“ tidak.”


“ ha?”


“ aku ini pria.” ucap Johann.


“ apa? Tapi tadi?” heran Alice. Melihatnya Johan hanya tersenyum, lalu mengambil barang yang tadi ia siapkan.


“ sejujurnya, saat kau mengatakan akan ke GYM- aku sudah khawatir, Al. Itu sebabnya aku mengikutimu.” ucap Johann duduk di tepi ranjang Alice berbaring.

__ADS_1


“ lalu saat aku tahu jika ada yang tak beres. Aku mengambil dada palsu ini.” ucap Johann memperlihatkan kaos dengan hiasan dada dada silicon seperti dada wanita.


“ ap.. apa?” heran Alice.


“ ya, ini palsu. Ini adalah barang keluaran perusahaan kami. Sejujurnya ini bertujuan untuk pemotretan, jadi aktris yang memiliki dada atau pantat yang kurang- bisa memakai ini dan lebih percaya diri karena ini terlihat seperti dada dan pantat asli. Namun sepertinya di masyarakat benda ini malah kebanyakan di gunakan untuk para sissy, agar terlihat seperti memiliki tubuh wanita.” ucap Johann panjang lebar.


“ syu..., syukurlah.” ucap Alice mengeluarkan nafas lega.


“ syukurlah?” heran Johann.


“ aku pikir kakak itu benar- benar wanita, aku pikir aku akan benar- benar kecewa karena tak memiliki kesempatan mengejar kakak.” ucap Alice senang.


“ baiklah, kau lulus.” ucap Johann.


“ lulus? Lulus apa?” heran Alice.


“ tidak. Kau tidak malu karena aku membuka dada mu?” tanya Johann. Alice mengingat hal yang baru saja terjadi dengan wajah memerah.


“ tidak?” heran Johann.


“ kakak kan Guy, pelatih itu juga guy. Jadi aku pikir kakak juga ga akan tertarik.” ucap Alice.


“ hem? Tapi sebagai lelaki aku menyukainya.” ucap Johann.


“ kakak bercanda, ya? Kakak kan guy. Ya, meski aku akui seberapa keras aku berusaha menjadi laki- laki, dada yang aku banggakan ini takkan membuat aku menjadi terlihat sebagai laki- laki.” ucap Alice tertawa.


“ kalau aku bilang jika aku berbohong bagaimana?” tanya Johann.


“ apa?”


“ aku berbohong soal aku yang seorang guy.” ucap Johann


“ kakak mau menghiburku?” ucap Alice tertawa. Johann terdiam. Memilih menatap Alice dengan intens.

__ADS_1


“ aku tidak berbohong, coba buka dada mu.” ucap Johann lagi.


“ eh?”


“ katanya kau tak malu.” ungkit Johann.


“ ba.., baiklah.” ucap Alice membuka bajunya juga pakaian dalamnya.


“ lihat ini, Al.” ucap Johann mengarahkan tangan Alice ke senjata milik Johann.


Alice cukup terkejut merasakan senjata milik pria itu. Apa lagi milik pria itu tengah terbagun sekarang.


“ sekarang kau percaya?” tanya Johann.


Seketika itu juga Alice menyilangkan lengannya dan menutupi dadanya. Wanita itu bahkan berjongkok karena malu.


“ kenapa di tutup? Katanya tidak malu?” tanya Johann.


“ a..., aku pikir kakak benar- benar guy, jadi aku..” ucap Alice dengan wajah memerah. Johann tertawa melihat kelakuan Alice.


“ jangan tertawa.” ucap Alice malu.


“ kau benar- benar berbeda, hem?” tanya Johann.


“ maksud kakak?” tanya Alice.


“ kau benar- benar berbeda dengan semua wanita yang pernah mendekatiku.” ucap Johann.


“ apa?” heran Alice sambil mencoba mengenakan kembali pakaian dalam dan baju nya.


“ setelah pakai bajumu, kemarilah, duduk di sebelahku.” ucap Johann.


“ erm.” ucap Alice lalu beringsut ke sebelah Johann.

__ADS_1


__ADS_2