
“ Mick.” ucap Kyara senang.
“ huh! Kalian adalah pria ter pengecut yang pernah aku tahu karena berani memukul perempuan.” ungkap Mick dengan berani karena suasana yang gelap pasti Indra juga Dyah yang tersulut Emosi tak menyadari wajahnya.
“ mundurlah!” ucap Gabe ikut datang membantu Mick.
Namun belum sampai Kyara mundur, sebuah pukulan di layangkan kepada Mick, lagi- lagi berhasil di hindari Mick.
Dan di balas tendang an oleh Gabe, setelah kedua orang itu berhasil di tendang Gabe, Mick yang masih melengkungkan tubuhnya menumpu badannya dengan tangan dan melakukan tendangan pada dagu kedua orang tadi.
Duash!! di susul lagi oleh gabe. Ketiga serangan beruntun itu membuat kedua orang tersebut menjadi terpental dan tak sadarkan diri.
‘ dua.’ batin Mick mencoba menghitung orang- orang yang berhasil di pukulnya.
“ si- sial!” ucap Indra melihat ke dua kawannya tak sadarkan diri.
“ kalian sedang apa?” heran Dyah yang melihat Mick juga Gabe sedang melakuakn Suit.
“ menentukan siapa yang akan menghajar kalian di bawah atau di atas.” ucap Gabe.
“ sial! Aku kalah!” ucap Mick yang mengeluarkan kertas.
“ aku menang! aku diatas.” jawab Gabe yang mengeluarkan kertas.
“ huh! Jangan main- main.” geram Indra.
“ siap?” ucap Mick tak mempedulikan protes dari lawannya.
__ADS_1
” go!” ucap Gabe lalu kedua pria itu langsung lari menerjang para pria itu.
“ di.., dia pasti ninja.” ucap para pria itu kagum melihat Gabe lari menyusuri dinding perumahan.
“ lawan mu bukan hanya di atas mu kawan.” ucap Mcik datang dari bawah dan menendang para pria itu dari bawah.
‘ tiga.’ batin Mick menghitung prria yang di tendangnya.
Sementara Gabe lagi- lagi melemparkan tendangan dari atas dan seketika menjatuhkan dua orang sekaligus.
‘ lima.’
“ ja…, jangan remehkan kami.” ungkap pria lain mengacungkan pisau.
“ Hie..! Kyara, mereka membawa senjata aku takut!” ungkap Gabe bersembunyi di balik punggung Kyara yang belum sempat mundur.
‘ enam.’
“ tapi bohong.” ucap Gabe menjulurkan lidah.
“ lawan kali ini sangat tidak gentle, selain berani memukul perempuan juga menggunakan senjata.” ucap Gabe menyunggingkan senyum me remeh kan.
“ karena kalian menggunakan senjata ijinkan aku juga menggunakan senjata.” ucap Mick mengambil tongkat kayu bekas ranting yang cukup keras yang tergeletak di jalanan.
Saling menendang memukul, mengacungkan senjata masing- masing dan menarikan tongkat.
Tampak Mick yang memutar tongkat nya sebelum akhirnya menghempaskannya ke tanah.
__ADS_1
“ huh! Lemah!” ucap Mick bersamaan dengan pria terakhir yang mengeliat kesakitan.
‘ dua puluh.’ batin Mick menghitung ke dua puluh pria yang berusaha melawan mereka dan menghafal nya satu persatu.
Tampak Gabe menuju ke arah Indra yang tampak mulai berwajah pias dengan tubuh yang bergetar kuat.
“ ber…, berhenti.” ucap seorang wanita tak lain adalah Dyah.
“ berhenti atau kami lapor polisi.” ucap wanita itu dengan lutut bergetar.
‘ ancaman yang sama.’ batin Kyara jengah.
“ itu tergantung, kak Eny, biar bagai mana pun dia suami mu, mau di hajar.., atau lepaskan.” ucap Gabe sempat terhenti dan menyunggingkan smirk smile nya.
“ lepas saja, aku sudah merelakan pria seperti nya.” ucap Enny lancar.
Tampak nafas lega dari kedua nya dengan segera mengendarai motor nya meninggalkan tempat itu sementara yang lainnya telah naik sendiri dengan tertatih- tatih meninggalkan tempat itu menggunakan pick up.
“ kenapa kau melepaskan mereka? Mereka pasti tetap melapor ke polisi.” ungkap Nath.
“ tenang kami sudah berpikir sampai sana, yang penting kita puas telah menghajar mereka.
“ untuk sementara aku akan ganti baju dulu.” ucap Mick.
0o0
Yuk ninggal jejak 🤗
__ADS_1
biar author tahu kalian pernah mampir ke karya author😘