My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
bakat Kyara


__ADS_3

Setelahnya mereka memutuskan pulang hingga Mick mendapatkan telephone dari Elizabeth.


“ ada apa? Tanya Gabe.


“ ada masalah dengan klien, aku akan menyusul ke perusahaan Mommy, kalian mau langsung pulang atau ikut?” tanya Mick. Adam dan Nicholas hanya menyetujui karena penasaran akan perusahaan yang di bawahi oleh mommy Elizabeth.


“ tapi kau hanya menggunakan baju santai.” ungkap Kyara.


“ aku membawa jass yang biasa aku gunakan untuk keadaan darurat seperti ini. Kyara, kau temani aku!” ucap Mick ringan.


“ apa? Tapi, aku ga bawa baju kantor.” ucap Kyara.


“ kita mampir dulu untuk membeli baju untukmu.” ucap Mick melajukan ke mall yang ada di sekitar situ.


tak susah mencari yang cocok di pakai Kyara, badannya yang mungil dan selera pada warna tidak terlalu rewel, yang penting gelap. Akhirnya satu setelan jas dengan rok span dan stiletto bewarna senada telah menghiasi lekuk tubuh Kyara, dandanan sederhana yang di lakukan Kyara waktu masih berada di mobil tak melunturkan pesona Kyara.


“ kenapa kak Kyara harus ikut memakai baju kantor?” heran Nicholas.


“ kalian akan tahu nanti.” ungap Mick.


Setelahnya Mick datang di depan gedung kantor yang menjulang tinggi, kedatangan Mick di sambut oleh beberapa anak buah yang berada di ujung adalah Elizabeth yang sudah menunggu mereka.


“ kalian sudah datang?” sapa Elizabeth.

__ADS_1


“ ya, bagaimana dengan mereka Mom?” ucap Mick terburu- buru menuju ruang rapat.


“ masih menunggu kedatanganmu, segera masuklah.” ucap Elizabeth, Mick hanya masuk bersama dengan Kyara.


“ ayo, kalian menunggu di ruang khusus tamu.” ucap Elizabeth menuntun mereka menuju ruang khusus tamu.


“ kenapa Kyara ikut masuk bersama Mick.” pertanyaan yang sama masih di lontarkan oleh Adam.


“ karena hasil design dalam rapat ini adalah karya Kyara.” ungkap Elizabeth.


“ berapa bayaran designer di perusahaanmu?” tanya Adam tak percaya.


“ lumayan cukup besar, kau tahu? Kyara tak pernah mau Mick membayar nya dengan alasan tak biasa memegang uang banyak, jadi Mick yang selama ini menyimpan uang dari Kyara, hanya saja ketika Kyara membutuhkan sesuatu ia baru akan meminta pada Mick.”


“ bukankah, ia pernah di berikan Mick- black card? Bagaimana bisa ia menyebut dirinya ia tak bisa memegang uang banyak.” ucap Adam.


“aku bukannya membeda- bedakan anak- anakmu, tapi kau tahu? Anak mu itu sungguh jenius, di saat karyawan kami bisa menyelesaikan karya selama 3 hingga 5 hari, Kyara sanggup menyelesaikan design karya dalam satu hari.” ucap Elizabeth tersenyum.


“ benarkah?” ucap Adam tak percaya.


“ ya, meski dalam design manual hasilnya sedikit kurang rapi, tapi hasil idenya termasuk segar dan ketika design itu di masukkan ke dalam bentuk program virtual, banyak para klien kami yang puas.” ucap Elizabeth memberi tahu.


“ dan sekarang, para karyawan dari devisi pengembangan kami sedikit bingung menjelaskan design karya Kyara, itu sebabnya aku menggundang Kyara untuk menjelaskan.” ungkap Elizabeth.

__ADS_1


“ kenapa ia tak sekalian bekerja di perusahaanmu?” tanya Adam.


“ karena ia sedikit canggung bertemu dengan banyak orang, lagi pula banyak juga designer di tempat kami yang freelancer, memberikan design nya secara online.” ungkap Elizabeth.


Adam hanya terdiam, di saat ia mengira anaknya itu tak bekerja, ternyata ia juga bekerja, hanya saja dari rumah dengan mengandalkan bakatnya yang tak pernah di sadari Adam.


Sementara, Nicholas hanya terdiam, ia tak menyangka jika ibu tirinya adalah pemilik perusahaan di tempatnya bekerja. disaat Nicholas kini hanya bekerja di anak perusahaan milik Elizabeth sebagai programer, ternyata kakak kandungnya itu malah menjadi designer di perusahaan pusat yang pasti gaji nya berkali- kali lipat dari pada Nicholas.


“ aunt, aku capek, aku akan tidur di ruanganmu.” ungkap Gabe, beranjak ke kamar yang ada di balik ruang tamu.


Setelahnya Elizabeth beserta Adam juga Nicholas hanya menunggu setelah sebelumya Elizabeth meminta di belikan makanan juga minuman untuk suami nya juga anak tirinya tersebut.


Jam menunjukkan pukul 3 sore saat Kyara datang dan langsung memeluk Elizabeth.


“ kenapa? Apa hasil rapatnya tidak memuaskan?” heran Elizabeth.


“ kakak memarahi ku, mom.” ungkap Kyara menangis.


“ aku sudah bilang perbaiki gambarmu, meski ide mu bisa di bilang segar, tapi kenapa kau tidak bisa konsisten pada gambarmu?” geram Mick.


“ apa hasil rapat tadi gagal?” tanya Elizabeth tak mengerti.


“ tidak klien kita menyukai nya, dan aku meminta nya membuat lagi design yang lebih detail perkamarnya.” ucap Mick.

__ADS_1


“ sudahlah, semua orang memiliki kesalahan, jika Kyara memang tidak pandai dalam design manual kita bisa memberinya komputer agar ia bisa leluasa gambar dalam program komputer tersebut.” ucap Elizabeth mengelus surai rambut anak tirinya tersebut dengan lembut.


Mick mendesah kesal dan memilih membawa pulang keluarganya dan melupakan seseorang yang masih tertidur dengan nyenyaknya.


__ADS_2