
“ why?” tanya Johann.
“ i..., I’m still a virgin. I’m scary.” ucap Alice dengan tubuh bergetar. Membuat Johann tertawa.
“ kenapa takut? Aku hanya akan menciummu?” goda Johann membuat Alice salah tingkah.
“ ta.., tapi a.., aku juga tak memiliki pengalaman berciuman. Aku takut takkan bisa mengimbangi kakak.” ucap Alice dengan wajah memerah. Sekali lagi Johann hanya tersenyum.
“ why you are scary? I’m first to.” ucap Johann berhasil mencium Alice. Sedikit menuntut hingga membuat Alice terkejut karenanya.
Wanita itu berusaha menjauhkan tubuh Johann, namun tangannya di genggam hingga membuat Alice hanya bisa pasrah saat berebut udara dengan Johann. Bahkan pria itu menarik tengkuk Alice agar pria itu dapat menikmati mulut Alice sedikit lebih lama lagi.
“ You’re liar! Kau bahkan tampak berpengalaman dalam berciuman.” ucap Alice terengah- engah. Johann hanya tersenyum dan kembali mencium Alice. Bahkan tampak jika pria itu membaringkan tubuh Alice ke kasurnya.
Alice sedikit terkejut, saat Johann menempelkan miliknya di sela milik Alice yang masih menggunakan Training. Dapat Alice rasakan jika milik Johann mengeras dari sela milik Alice.
“ Jo.., Johann.” ucap Alice takut.
“ apa?” tanya Johann.
“ ka.., kau pasti berbohong kan soal dirimu yang baru pertama berciuman?” ucap Alice takut.
“ tentu saja, maksudku soal pertama berciuman.’ ucap Johann jujur.
“ la.., lalu?” tanya Alice.
“ hanya naluri orang dewasa dengan kebutuhan orang Dewasa.” ucap Johann kembali menciumi Alice.
Tubuh Alice bergetar, ia tahu jika ia juga sudah dewasa dengan kebutuhan orang dewasa pula.
Ia bahkan suka diam- diam menonton video dewasa, namun biar bagaimanapun, ini adalah kali pertama baginya, ia takut akan merasakan sakit. Karena sepanjang yang ia dengar, saat pertama melakukannya, rasanya sangat sakit seperti bagian dalam intimu di robek paksa.
Bahkan setelahnya, kita akan susah berjalan karena rasa nyerinya.
Johann tahu jika tubuh Alice bergetar. Ia melepas tautan bibirnya dan menatap wajah Alice.
__ADS_1
“ kau takut?” tanya Johann. Alice mengangguk. Johann menghela nafasnya, lalu memilih beralih dari tubuh Alice.
“ ka.., kakak mau kemana?” tanya Alice.
“ kau takut, bukan? Aku takkan memaksamu, istrirahatlah, aku yakin efek dari obat tidurnya masih belum sepenuhnya hilang dari tubuhmu.” ucap Johann.
Alice takut, takut kesakitan, namun wanita itu sadar, jika ia lebih takut membuat Johann kecewa.
Dengan cepat ia memeluk Johann dari belakang, namun karena terpleset, wanita itu malah terjatuh dan membuat Johann ikut terjatuh juga.
“ A.., Alice? Kau tak apa?” tanya Johann. Alice terdiam. Ia menatap Johann sebentar kemudian mencium pria itu. Melakukan apa yang Johann tadi lakukan padanya.
“ h.., Hei! Alice! Jangan menggodaku! Bukankah kau bilang kau takut?” ucap Johann yang tahu jka tubuh Alice bergetar.
“ kakak Johann. A.., aku memang takut. Tapi yang kakak lakukan membuat tubuhku panas. Rasanya akan membuatku pusing jika kakak tak segera menuntaskannya.” padahal ini soal pria itu. Alice tahu jika Johann akan mengalami blueball. Rasa sakit di bagian milik pria yang seperti bola- karena gairahnya tak di kunjung di tuntaskan. Para pria juga akan mengalami pusing seharian jika tak segera menuntaskannya.
“ kau sudah memancingku, jangan menyesal karenanya.” ucap Johann menggendong Alice kembali ke kasur.
“ never.” ucap Alice.
"Kau benar- benar telah bergairah rupanya." Ucap Johann melihat ****** ***** Alice yang telah basah oleh lendir lengket. Tanpa banyak kata, Johann langsung membersihkan milik Alice hingga tandas tak tersisa. Tubuh Alice menegang karena merasakan sensasi aneh yang baru di rasakannya.
‘ h.., ah.’ ini nikmat. Ucap Alice tanpa sadar.
“ aku bersyukur kau ak memiliki pikiran melakukan operasi pada tubuhmu. Jika tidak aku akan benar- benar menjadi seorang guy.” ucap Johann menciumi Alice lagi.
“ kenapa kakak bisa berpikir aku akan melakukan Operasi?” tanya Alice. Sementara Johann sudah mulai menyesapi setiap kulit wanita itu.
“ kau orang yang nekad, siapa yang tahu kau akan melakukan apa?” ucap Johann jujur.
“ kakak tahu? Aku memotong rambut saja sudah membuat keluargaku heboh. Bisa- bisa kalau aku benar- benar merubah kelaminku, aku akan di coret dari kartu keluarga.” ucap Alice sekenanya.
Mata Alice sudah berkabut, nafas wanita itu bahkan sudah memberat, apa yang ia takutkan seolah melebur menjadi buih.
“ aku akan pelan- pelan.” ucap Johann bersiap memasuki Alice.
__ADS_1
Dan itulah yang terjadi, setelah melepas darah pertama dalam penyatuan, Alice seolah terbuai akan rasa nikmat yang di berikan Johann kepadanya hingga melupakan rasa sakitnya ketika miliknya di robek paksa oleh Johann.
Meski Johann adalah orang asia- namun kulit Johann putih bagai susu. Dan kulit mereka yang bergesekan tanpa penghalang apapun membuat Alice merasakan nikmat tersendiri dalam nikmatnya keringat yang bercampur menjadi satu bersama dengan udara yang menipis membuat mereka seolah berebut udara yang semakin memberat.
Berbeda dengan masalah kakaknya yang terlambat bersatu karena keenganan yang saling menghiasi antara Diana dan Rafael- secara nyata, Johann juga menyukai Alice.
Yang membuatnya tak segera menyatakan perasaan adalah karena Alice sendiri tak pernah berani menatap pria itu. Jika bukan karena Kyara, apakah sampai sekarang Alice mau bertemu dengan Johann sekedar makan bersama dan jalan bersama?
Meski pria itu tahu jka Alice berasal dari keluarga Leonard yang bahkan berada di atas dirinya, alasan Johann mengetes wanita itu, karena ia ingin tahu, apakah wanita itu akan mencintai Johann apa adanya? Atau sekedar menerimanya karena wajah tampan Johann?
Kenyataanya, bahkan ketika Johann memberi Tes yang sama dengan yang sering ia berikan pada wanita yang sering mendekati pria itu, Alice tak mempermasalahkan itu semua. Bahkan wanita itu sampai nekad mengorbankan apa yang wanita itu miliki hanya agar Johann menyukai wanita itu.
Johann menatap wanita yang tengah tertidur karena kelelahan- di sampingnya, bahkan keringat belum berhenti keluar dari wanita yang baru saja tertidur itu. Tampak jika Johann membelai rambut Alice, menyingkirkan rambut yang menghalangi wanita itu, dan berbisik.
‘ aku juga menyukaimu sedari lama. Seandainya kau segera mengajakku bertemu juga dari lama, mungkin sudah sedari lama juga kita akan bersatu, bukan.’ bisik Johann samar-samar.
***
“ yah.” ucap Enny kepada Simon.
“ apa bun?” tanya Simon.
“ Johann koq belum pulang, ya?” ucap Enny khawatir.
“ biarlah, bun. Ia kan anak laki- laki, ia pasti bisa menjaga dirinya.” ungkap Simon menenangkan istrinya.
“ tapi ini sudah tengah malam.” ucap Enny khawatir.
“ sudahlah, bun. Tidurlah, jika esok hari ia belum pulang aku akan melihat di perusahaan, mungkin ia tengah lembur.” ucap Simon menenangkan istrinya itu.
Ia tahu jika anak angkatnya ini tengah berkencan dengan seorang wanita. Karena akhir- akhir ini, anak angkatnya itu selalu tersenyum kala melihat handphone nya. Bahkan terakhir kali, Simon melihat jika untuk kali pertama Johann merias dirinya dan mematut dirinya di cermin milik Diana.
Bahkan pria itu memakai parfum milik putri angkatnya itu. Karena sebelumnya, anak angkatnya itu tak pernah peduli akan bau tubuhnya- sehingga tak pernah menyimpan parfum.
Saat simon bertanya pada Johann- anak angkatnya hanya berkata jika ia sedang ada urusan sebentar, namun melihat wajahnya yang berseri- seri, tanpa berkata pun, Simon yakin jika Anak angkatnya itu akan berkencan.
__ADS_1