My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 kesal


__ADS_3

Akhirnya suster tersebut memberikan ruangan dimana Kylie di rawat. Hati Bram semakin berdebar. Bukan karena berdebar karena akan bertemu lagi dengan istrinya namun karena ruangan yang sedang Bram tuju adalah;


UGD!


Tubuh Bram semakin melemas begitu melihat jika istrinya benar- benar terbaring di ruangan itu. Dan tepat di saat itu, Rafael keluar dari ruangannya.


“ kau disini?” ucap Rafael heran.


“ jadi uncle sudah tahu jika istriku sakit dan uncle tak pernah memberi tahuku?” Ucap Bram tak percaya.


“ maaf, Bram. Ini permintaan istrimu sendiri.” ucap Rafael menghela nafas.


“ Uncle! Apa uncle tahu aku hampir menggila saat mencari istriku!” geram Bram hampir menumpahkan air matanya.


“ katakan! Kylie sakit apa uncle?” Ucap Bram dengan sedikit penekanan


“ kau ingat Catherine atau lucas?” ucap Rafael mengingatkan.


“Ya!” ucap Bram tak sabar.


“Ia menderita sakit yang sama dengan mereka. Aku rasa itu di sebabkan karena ia juga mengalami kecelakaan yang sama dengan kedua orang tuanya. Hanya saja, karena ia sempat keluar dari mobil, sakit itu berkembang dengan lambat di bandingkan kedua orang tuanya.” ucapan Rafael membuat Bram melemas.

__ADS_1


Ia bahkan sempat terduduk di kursi tunggu tepat di depan UGD tersebut.


Matanya memanas. Tanpa sadar ia menumpahkan air matanya. Ia sendiri tak tahu mengapa ia begitu bersedih saat mendengar penyakit yang di derita istrinya.


Rafael menghela nafasnya sebelum akhirnya menepuk bahu Bram..


“ masuklah, aku yakin ia membutuhkanmu.” ucap Rafael menguatkan keponakannya tersebut.


‘ atau kau yang membutuhkan istrimu sekarang, Bram.’ batin Rafael.


Pria itu tahu alasan Bram menangis bukan hanya rasa kasihan saja. Sebagi sesama pria, Rafael tahu arti tangisan Bram.


Hal pertama yang menyapa Bram adalah dinginnya suhu ruangan dan bau khas obat- obatan rumah sakit yang kental.


Di hadapannya, ada istrinya- Kylie. Padahal.., seingat Bram, istrinya itu selalu terlihat sehat, namun di hadapannya, istrinya itu terlihat lemah dengan seluruh selang menempel di tubuhnya.


Sejujurnya, Bram menyadari perubahan pada tubuh istrinya yang tampak mengurus atau juga terlihat lemah dari hari kehari. Namun Bram cenderung acuh dan tak mempedulikan keadaan istrinya. Karena ia percaya perkataan istrinya yang sedang berdiet.


Dengan tangan gemetar, Bram mengelus surai rambut istrinya. Membuat Kylie yang sedang tidur itu- terjaga dan menyadari siapa yang sedang mengelus kepalanya itu.


“ Bram..? kau.., disini?” tanya Kylie lemah.

__ADS_1


“ kenapa kau tak pernah bilang jika kau sakit?” tanya Bram.


“Kenapa... aku.., harus bilang padamu?” Tanya Kylie lemah.


“Kenapa? Tentu karena aku ini suamimu!” Ucap Bram geram.


“Suami..?” tanya Kylie.


“Ya!” jawab Bram lantang.


“Bu..,bukankah.., selama ini kau tak pernah menganggap aku ini istrimu? “Ucapan kylie membuat Bram terdiam.


“Ternyata..., ada baiknya, kau... tak mengakui pernikahan kita.. ya? Setidaknya tak ada yang tahu kau pernah menikah. Takkan ada yang akan menertawakanmu karena kau ini seorang duda setelah aku pergi kan?” ucap Kylie menertawakan dirinya sendiri.


“Ini bukan saatnya berkata seperti itu! Yang terpenting kau harus sembuh!“ geram Bram.


“Sembuh?” tanya Kylie.


“Ya! Kau harus sembuh? Kau akan sembuh Kylie!”


“Kau tahu, Bram? Ini adalah penyakit yang sama dengan sakit yang merengut ayah juga ibu ku. Jika penyakit ini bisa di sembuhkan.., apakah mereka akan meninggalkanku?” Ucap Kylie putus asa. Mendengarnya Bram hanya terdiam. Ia kesal. Namun tak tahu kesal karena apa.

__ADS_1


__ADS_2