
warning!!! conten 21++
Minumlah. Ucap Yudha sekali lagi memberi minuman kepada Emma.
"A.., apa ada yang menggodamu?" Tanya Emma terbata.
"Maksudmu?" Tanya Yudha.
"a.., aku tahu ada yang memberimu perangsang kan? Pasti ada yang berniat menggoda kita! Apa kau mendapatkan minuman itu dari anak didikmu!" Ucap Emma semakin merasa tidak nyaman. Yudha yang tahu jika Emma mulai merasa tak nyaman mulai mengelus pipi wanita itu.
"Tidak!" Ucap Yudha mulai mengarahkan wajah Emma.
"Aku mendapatkannya setelah ijin dari ayahmu."
"Pa.., paa?" Tanya Emma menggantung karena Yudha mulai menciumnya dan menjatuhkan tubuh Emma.
"Ya..., papa mu. Tuan Gabriel." Ucap Yudha membuka kancing kemeja Emma. Tampak jika Emma tak lagi menolak reaksi obat perangsang yang di berikan Yudha dan pasrah saat pria itu menciumi setiap kulit wanita itu.
tampak jika wajah wanita itu memerah, nafasnya memberat dan matanya telah berkabut oleh gairah hingga menutupi akal sehatnya.
__ADS_1
Entah sejak kapan semua pakaian Emma dan Yudha sudah jatuh semua di lantai. Dan saat Yudha hendak membuka sisa kain di tubuh Emma, wanita itu secara cepat menutupi miliknya.
"Kau benar- benar keras kepala, bahkan per*ngsang yang di berikan Papa mu itu memiliki dosis yang cukup kuat! Kenapa kau masih bisa menolak reaksinya?" Heran Yudha yang melihat Emma menutupi miliknya dengan kedua tangannya.
“ a.., aku takut!" Ucap Emma.
"Why?"
"i... I’m still a v*rgin!" Ucapan Emma membuat Yudha menatap wanita itu dan tersenyum lalu menciumi wanita itu lembut.
"Don’t worry, aku akan pelan pelan!"Ucap Yudha menenangkan.
"Yeah. Rasa sakit itu hanya sebentar karena akan tergantikan rasa nikmat setelahnya." Emma hanya terdiam.
"Bukalah." Pinta Yudha. Akhirnya Emma membuka tangannya dan memegang sprei di sebelahnya. Yudha lalu menuntun miliknya di milik Emma lalu menciumi kembali wanita itu dan mengalungkan lengan Emma di pundaknya.
"Peluk aku jika sakit." Bisik Yudha sebelum mulai menyentakkan miliknya.
Tak susah membuat rintihan Emma menjadi *******. Kenyataannya, meski Yudha tak pernah bermain cinta sama sekali, dirinya adalah pria dewasa dengan kebutuhan orang dewasa. Entah sudah berapa kali tubuh Emma bergetar karenanya, namun tampak jika pria keturunan Indonesia itu belum mendapatkan pelepasannya. Gesekan kulit antara kulit Yudha yang coklat eksotis dan Emma yang putih bagaikan susu tak menyurutkan semangat Yudha untuk menikmati dan di nikmati wanita yang selalu mencintainya ini. Suara ******* yang saling bersahut- sahutan tertutup oleh suara hujan yang semakin kian deras. Namun sejuknya hawa dingin yang menusuk kulit membuat pria yang lagi muda itu semakin ingin menghangatkan pasangannya yang memiliki perbedaan usia hampir 17 tahun ini.
__ADS_1
🌸🌸🌸
Ruangan yang awalnya hanya terdengar ******* kini telah sepi dan hanya terdengar air hujan yang juga belum berhenti meski hari tampak menggelap. Yudha menatap anak didiknya yang telah tertidur lelap.
Sesungguhnya, ia ingin sekali mengulang segalanya. Namun ia mengalah, mengingat jika Emma baru pertama kali melakukannya. Yudha memilih memeluk Emma dan meciumi wanita yang akan di akui Yudha sebagai kekaasihnya ini.
‘ selamat tidur, sayang.’ ucap Yudha memilih ikut larut dalam dunia mimpi mereka.
🌸🌸🌸
maaf up nya lama
sulit ngolah kata agr lolos review😊😊😊
suka ga?
kalo suka beri author vote juga like yuk
coment juga biar author merasa ada yang mendukung author☺☺☺☺
__ADS_1