
“ kau!” heran Nicholas.
“ aku memiliki nama! Alana! Panggil aku Alana!” ungkap Alana.
“ ya! Sis Alana, ada apa kau kemari” ungkap Nicholas malas.
“ maaf.” ucap Alana pelan.
“ Ya?” heran Nicholas.
“ aku bilang Maaf! Ini! Aku sudah pesankan delivery.” ungkap Alana meninggikan suaranya.
“ ha?” heran Nicholas.
“ jangan hanya Ha He Ha He! Ini terima. Ke.., kebetulan ada rumah makan baru dan saat ini sedang discount besar- besaran, makan ini dan ...” ucap Alana menggantung.
“ maafkan soal kata- kataku tadi.” ucap Alana pelan, namun kali ini Nicholas dapat mendengarnya. Alana segera memberi bingkisan makanan kepada Nicholas, dan meninggalkan Nicholas dengan muka memerah. Sungguh kata Maaf memang sangat sulit keluar dari mulut Alana- di karenakan tinggi hatinya. Dan demi sahabatnya Kyara- Alana rela meminta maaf pada Nicholas.
__ADS_1
Nicholas akui jika kakak perempuannya memang rendah hati , tulus dan manis, tak heran wanita seperti Alana akan luluh pada sifat rendah hati dan ketulusan Kyara. Nicholas masih ingat- wajah Kyara saat Adam memarahinya- wanita itu hanya terdiam, dan saat Adam telah meninggalkannya, wanita itu baru meluahkan perasaannya dalam sepi. Kyara memanglah wanita yang tegar bagi Nicholas, tak banyak orang mengerti hati Kyara, tapi wanita itu selalu tahu hati setiap orang.
‘ bahkan meski aku tak menghargainya, ia tetap memaafkanku, menerimaku dan memberiku tempat tinggal yang lebih dari kata layak.’ batin Nicholas.
Ia terduduk di tepi ranjang dan melihat bungkus kotak makanan itu, ada beberapa tulisan penyemangat dari kakaknya, Lily juga Alana. Harus di akui jika Alana memang wanita yang bar- bar, namun Nicholas juga akui Alana wanita yang manis.
Memiliki rambut yang hitam lebat seperti Kyara, mata biru perak dan hidung yang mancung. Bibir yang tebal dan dagu yang runcing. Jika Nicholas bukanlah guy mungkin ia akan jatuh cinta pada wanita itu.
Selama 2 hari mengenal Alana juga Lily- Nicholas mendapati jika Alana sangatlah suka makan seperti kakaknya, namun entah bagaimaa seolah makanan itu hanya numpang lewat di mulutnya karena Alana memiliki tubuh yang sangat ramping. Bagaimana bisa memiliki nafsu makan yang banyak namun masih memiliki tubuh yang ramping?
‘ seorang pria? Pft!’ batin Nicholas tertawa.
Alana memeng sangat mirip dengan seorang pria, dengan tubuh bagaikan seorang pria dan kelakuan seorang pria. Cara makan Alana bahkan tak ada bedanya dengan cara makan seorang pria. Yang membedakan hanya suara Alana yang lembut, jika bukan karenanya, Nick benar- benar akan mengira Alana seorang pria. Jangan lupakan senyumnya yang mempesona, tak ada kebohongan di senyum Alana, sebuah senyum yang kebahagian dan terlihat bersinar.
‘ mempesona? Aku? Terpesona? Pada seorang wanita?’ batin Nicholas.
Pria muda itu ingin menyangkal, namun senyum pria itu tak juga luntur mengingat wanita yang bahkan umurnya lebih tua darinya tersebut.
__ADS_1
*
“ apa kau sudah memberi makanan itu?” tanya Lily.
“kau tak lihat bungkusan di tanganku sudah tak ada?” geram Alana.
“ ya, siapa tahu, kau hanya pura- pura ke atas dan memakannya.” ucap Lily.
“ Kyara, apa aku boleh memukulnya? Wajahnya sungguh menyebalkan.” ucap Alana duduk di sebelah Kyara yang sedang menonton TV.
“ bicara soal wajah, Kyara, sebenarnya adikmu itu cukup tampan, sayang sekali ia guy.” ucap Lily.
“ ya, sayang sekali.” ucap Alana tanpa sadar. Namun kata- kata itu sontak membuat Lily juga Kyara menatap Alana yang sibuk menonton acara TV.
“ apa?” heran Alana.
0o
__ADS_1