My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 terima kasih


__ADS_3

Anna melangkah dengan kaki bergetar. Antara takut dan rindu. Takut, takut jika mama kandungnya ini akan melampiaskan marahnya, tak mengakui Anna sebagai anak, sebagaimana yang sering keluar dari mulut ibu kandungnya kala memakinya.


Rindu, sebagaimana rindu anak kepada orang tuanya.


Ia mendapati jika ibu kandungnya itu tengah duduk menikmati matahari pagi.


Anna melangkah dengan ragu. Dan Alex menyadari hal itu.


“ kenapa?” tanya Alex.


“ a.., aku takut.” ucap Anna.


“ takut? Kenapa?” tanya Alex.


“ aku takut, jika mama malah melupakan aku. Atau malah tak mengakui aku sebagai anak.” ucap Anna.


“ tak apa, paling tidak, temuilah mama mu, biar bagaimana pun, ia adalah ibumu. Ibu kandungmu." ucap Alex menguatkan Anna.


Dengan langkah bergetar, Anna menemui ibu kandungnya tersebut.


“ ma.., mama.” ucap Anna ragu.

__ADS_1


“ a..,Anna?” tanya mama Anna.


“ i.., iya. A.., aku Anna, Ma.” ucap Anna takut. Seketika itu juga mama Anna langsung berdiri, membuat Anna terjenggit kaget karenanya.


“ kau.., kau Anna?” tanya mama Anna sekali lagi.


“ i.., iya.” ucap Anna takut. Seketika mama dari Anna langsung berlari menuju ke arah Anna,


karena terkejut Anna lalu melindungi tubuhnya, ia pikir ibunya akan kembali memukulinya atau mungkin menjambaknya, namun pikiran Anna sama sekali salah.


Mama Anna memeluknya, menangis dan berkata.


“ anakku, mama merindukanmu, nak.” ucap mama Anna. Anna sama sekali tak menyangka jika ia akan mendapatkan pelukan hangat mamanya lagi. Dada nya memanas. Ketakutan yang sedari tadi ada dan memenuhi hatinya- seolah melebur tergantikan rasa haru. Haru karena senang. Tanpa sadar ia menangis.


Di kejauhan, Alex hanya melihat dari kejauhan apa yang di lakukan ibu dan anak tersebut sambil tersenyum.


Anna yang menyadari jika ada yang melihatnya, mencari ke arah dimana ada yang melihatnya- sambil tetap memeluk ibunya, dan di saat Anna menyadari jika ternyata Alex yang melihatnya. Ia tersenyum, sambil membuat isyarat mulut;


‘ terima kasih.’


Sekali lagi, entah mengapa melihat senyum Anna, dada Alex memanas. Wajah merahnya tak lagi dapat ia tutupi hingga ia terpaksa membalik badannya. Agar Anna tak melihat wajahnya sekarang.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Akhirnya hari itu di lalui dengan mengobrol soal mama Anna, apa yang terjadi setelah mama Anna di rawat di rumah sakit hingga apa yang terjadi dengan Anna.


Anna menceritakan segalanya, dari yang di rawat oleh keluarga Mick hingga di ajari berbicara, menulis beladiri. Anna bahkan di rawat dengan baik, di beri makan, di ajari mandi, di belikan baju dan sebagainya.


“ Anna, waktu menjenguk telah habis.” ucap Alex mengingatkan.


“ apa aku tak bisa bersama mama saja?” tanya Anna.


“ mama mu belum sembuh total, Anna. Meski ia dapat mengingatmu, sayangnya trauma nya belum sepenuhnya hilang. Sehingga ia masih harus di rawat.” ucap Alex.


“ tak apa, Anna. Jika kau merindukan mama, kau bisa datang berkunjung sewaktu- waktu, lagi pula, mama suka di sini, banyak teman, makanan enak, tempat tinggal ada, tak perlu khawatir akan kehujanan atau kepanasan karena mama memiliki atap untuk berlindung.” ucap mama Anna. Mendengarnya, membuat Alex bersimpuh di hadapan mama Anna.


“ anda tak perlu khawatir, mam. Jika anda telah di nyatakan sembuh, anda akan di ajari keterampilan, sehingga setelah keluar dari sini, anda akan langsung bekerja. Soal tempat tinggal, anda juga tak perlu khawatir, karena semua sudah di tanggung oleh pemerintah.


Anda adalah korban kekerasan Asusila yang di lakukan opnum pemerintah, itu sebabnya, pemerintah menanggung semuanya. Meski itu hanya tempat tidur sederhana, setidaknya fasilitasnya saya jamin lengkap.” ucap Alex.


Mama Anna hanya tersenyum.


“ terima kasih nak, kau sungguh mulia.” ucap mama Anna mengelus rambut Alex.

__ADS_1


“ tentu, mam.” ucap Alex tersenyum.


Melihatnya, Anna hanya tersenyum.


__ADS_2